11/25/2015

Pentingnya Tabayyun


Pentingnya Tabayyun

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, agama Islam adalah agama yang haq, agama yang cinta damai, cinta kepada kerukunan dan benci kepada kekufuran, perselisihan, pertengkaran, dan perpecahan. Suku Aus dan Khazraj yang bertahun-tahun saling bermusuhan dan berperang, setelah memeluk Islam mereka menjadi bersaudara, hidup rukun dan damai. Allah SWT berfirman :
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَّ لَا تَفَرَّقُوْا وَ اذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِه? اِخْوَانًا، وَ كُنْتُمْ عَل?ى شَفَا حُفْرَةٍ مّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مّنْهَا، كَذ?لِكَ يُبَيّنُ اللهُ لَكُمْ ا?ي?تِه لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ. ال عمران: 103
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali 'Imran : 103]

Tha'at kepada Rasulullah SAW

Tha'at kepada Rasulullah SAW

Allah SWT berfirman :
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(31) قُلْ اَطِيْعُوا اللهَ وَ  الرَّسُوْلَ، فَاِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْك?فِرِيْنَ(32). ال عمران: 31-32
Katakanlah, "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (31)
Katakanlah, "Tha'atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir". (32). [QS. Ali 'Imraan : 31-32]
مَنْ يُّطِعِ الرَّسُوْلَ فَقَدْ اَطَاعَ اللهَ، وَمَنْ تَوَلّ?ى فَمَآ اَرْسَلْن?كَ عَلَيْهِمْ حَفِيْظًا. النساء: 80
Barangsiapa yang mentha'ati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentha'ati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketha'atan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. [QS. An-Nisaa' : 80]

10/21/2015

Putra-putri Rasulullah SAW

Putra-putri Rasulullah SAW

Dari pernikahan beliau dengan Khadijah, beliau mendapatkan 6 anak :
1.  Al-Qasim
2.  Zainab
3.  Ruqayyah
4.  Ummu Kultsum
5.  Fathimah
6.  Abdullah (yang disebut juga Ath-Thayyib dan Ath-Thahir)
Itulah putra-putri beliau yang lahir dari Khadijah. Adapun dari pernikahan beliau dengan istri-istri yang lain, beliau tidak mendapatkan putra. Namun dari Mariyah Al-Qibthiyah beliau mendapatkan seorang putra yang bernama Ibrahim. Jadi putra-putri Nabi SAW semuanya berjumlah 7 orang.
Perlu diketahui bahwa putra Rasulullah SAW yang laki-laki semuanya meninggal ketika masih kecil. Adapun putra beliau yang perempuan, meninggalnya setelah dewasa dan sudah bersuami. Ketika Rasulullah SAW wafat, beliau hanya meninggalkan seorang anak perempuan, yaitu Fathimah, istri Ali bin Abu Thalib.

9/01/2015

Meninggalnya Khadijah istri Nabi SAW

Meninggalnya Khadijah istri Nabi SAW

Siti Khadijah wafat dalam usia kurang lebih 65 tahun. Adapun lamanya beliau bersuami dengan Nabi SAW kurang lebih selama 25 tahun. Dari perkawinan Nabi Muhammad SAW dengan Siti Khadijah, dapatlah kedua fihak merasakan kenikmatan dan kebahagiaan hidup dari perkawinan itu. Siti Khadijah telah melahirkan enam orang anak, dua laki-laki dan empat perempuan, yaitu sebagai berikut :
1.  Al-Qasim. Inilah putra yang sulung. Sebab itu maka Nabi SAW digelari "Abul Qasim" (Bapaknya Qasim). Gelar atau panggilan yang demikian itu adalah adat kebiasaan bangsa Arab, yakni putra yang sulung itulah yang dipergunakan untuk gelar bagi si ayah. Al-Qasim Meninggal baru berumur kurang lebih dua tahun.
2.  Zainab. Ia setelah dewasa diambil isteri oleh Abul-'Ash bin Ar-Rabi', dan ia meninggal dunia di Madinah pada tahun ke-8 Hijrah.
3.  Abdullah. Putera inilah yang oleh ayahnya (Nabi SAW, diberi gelaran dengan Ath-Thayyib dan Ath-Thahir, dan meninggal dunia waktu masih kecil.
4.  Ruqayyah. Ia setelah dewasa diambil isteri oleh 'Utbah bin Abu Lahab, lalu diceraikan. Kemudian diambil isteri oleh shahabat 'Utsman bin Affan, dan meninggal dunia pada tahun ke-2 Hijrah.
5.  Ummu Kultsum. Ia setelah dewasa diambil isteri oleh 'Utaibah bin Abu Lahab, lalu diceraikan. Kemudian setelah Ruqayyah meninggal dunia, lalu Ummu Kultsum diambil isteri oleh shahabat 'Utsman bin Affan. Ia meninggal dunia di Madinah pada tahun ke-9 Hijrah.
6.  Fathimah. Ia setelah dewasa diambil isteri oleh shahabat 'Ali bin Abu Thalib, seorang pemuda dari anak paman Nabi SAW sendiri pada tahun ke-2 Hijrah; dan wafat pada tahun ke-11 Hijrah, beberapa bulan sesudah wafatnya Nabi SAW.

Shabar Dalam Menderita Sakit

Shabar Dalam Menderita Sakit

عَنْ صُهَـيْبٍ الرُّوْمـِيِّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبًا ِلاَمْرِ اْلمُؤْمـِنِ، اِنَّ اَمْرَهُ لَهُ كُـلَّهُ خَيْرٌ. وَ لَـيْسَ ذلِكَ ِلاَحَدٍ اِلاَّ لِلْمُؤْمـِنِ. اِذَا اَصَابَـتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. وَ اِنْ اَصَابَـتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. مسلم
Dari Shuhaib Ar-Ruumi RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : "Mengagumkan sekali urusannya orang mukmin itu. Sesungguhnya urusannya, semuanya menjadi kebaikan baginya. Dan tidak ada yang mendapatkan demikian itu seseorangpun kecuali orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, bersyukur. Maka yang demikian itu adalah menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa suatu mushibah, bershabar. Maka yang demikian itu menjadi kebaikan pula baginya". [HR. Muslim]

Tidak Boleh Sombong dan Supaya Tawadlu'

Tidak Boleh Sombong dan Supaya Tawadlu'

Firman Allah SWT :
وَ لاَ تَـمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنــَّكَ لَـنْ تَخـْرِقَ اْلاَرْضَ وَ لَنْ تَـبْلُـغَ اْلجـِبَالَ طُوْلاً. الاسراء:37
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. [Al-Isra' : 37]
وَلاَ تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنـَّاسِ وَ لاَ تَـمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخـْتَالٍ فَخـُوْرٍ. وَ اقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَ اغْضُضْ مِنْ صَوْتـِكَ، اِنَّ اَنـْكَـرَ اْلاَصْوَاتِ لَصَوْتُ اْلحَمِـيْرِ. لـقمن:18-19
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. [Luqman : 18 - 19]

Percakapan antara Raja Habsyi (Najasyi) dengan kaum Muslimin

 Percakapan antara Raja Habsyi (Najasyi) dengan kaum Muslimin

Raja Habsyi mengemukakan beberapa pertanyaan kepada kaum Muslimin, tanyanya : "Mengapa kamu sekalian tidak bersujud kepada raja ?"
Shahabat Ja'far selaku kepala rombongan menjawab : "Sesungguhnya kami tidak bersujud melainkan kepada Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi".
Amr bin Ash (utusan Quraisy) berkata kepada raja : "Wahai tuanku raja : Tidakkah tuanku melihat bahwa mereka itu begitu sombong, dan mereka tidak mau menghormat kepada tuanku raja dengan penghormatan cara tuanku !".
Raja Najasyi lalu bertanya kepada kaum Muslimin : "Apa yang menghalangi kalian untuk bersujud kepadaku dan memberi penghormatan kepadaku dengan penghormatan yang telah biasa dilakukan orang kepadaku ?".
Ja'far bin Abu Thalib menjawab dengan tegas : "Demi Allah sesungguhnya kami tidak bersujud melainkan kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi".
Kemudian utusan Quraisy berkata lagi kepada raja Habsyi dengan hasutan : "Wahai tuanku raja, sesungguhnya mereka itu akan mengganggu keamanan negeri tuanku, karena mereka itu adalah orang-orang yang bodoh-bodoh. Mereka di kota Makkah selalu menimbulkan perselisihan, pertengkaran dan permusuhan di antara golongan dan bangsa sendiri. Karena mereka tidak mau mengikut agama nenek moyang mereka, mereka mengikut agama baru yang didatangkan oleh seorang pemuda, pendusta lagi papa sengsara, yang mengaku menjadi Nabi dan Rasul Allah. Agama itu sama sekali belum pernah diketahui dan dipeluk oleh nenek moyang mereka. Di kota Makkah tidak ada orang yang mengikut agama baru itu melainkan orang-orang yang tidak mempunyai fikiran, orang-orang bodoh dan tolol, orang-orang yang papa sengsara dan budak belian. Hamba berdua diutus oleh pembesar-pembesar dan kepala-kepala mereka, supaya menghadap kepada tuanku raja, untuk memohon kepada tuanku, supaya mereka segera dikembalikan ke Makkah atau lekas-lekas diusir dari wilayah negeri tuanku yang aman dan sejahtera ini. Pembesar-pembesar dan kepala-kepala mereka ingin supaya negeri tuanku senantiasa dalam keadaan aman dan sejahtera, sebagaimana yang sudah-sudah, dan jangan sampai timbul keonaran dan kerusuhan yang disebabkan oleh perbuatan-perbuatan mereka. Ya tuanku raja, pembesar-pembesar dan kepala-kepala mereka itu lebih mengetahui tentang kejahatan mereka masing-masing !".

Tentang kehidupan Dunia

  TENTANG DUNIA فعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ...