Allah Maha Penerima Taubat (1)
وَقُلْنَا يادَمُ اسْكُنْ اَنْتَ وَ زَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلاَ مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُوْنَا مِنَ الظّلِمِيْنَ(35) فَاَزَلَّهُمَا الشَّيْطنُ عَنْهَا فَاَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيْهِ، وَقُلْنَا اهْبِطُوْا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ، وَ لَكُمْ فِى اْلاَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَّمَتَاعٌ اِلى حِيْنٍ(36) فَتَلَقّى ادَمُ مِنْ رَّبّه كَلِمتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ، اِنَّه هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(37) البقرة: 35-37
Dan Kami berfirman: "Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang dhalim. (35)
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaithan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula, dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan". (36)
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (37) [QS. Al-Baqarah : 35-37]

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ اِلى ادَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَه عَزْمًا(115) وَ اِذْ قُلْنَا لِلْمَلئِكَةِ اسْجُدُوْا لادَمَ فَسَجَدُوْآ اِلآَّ اِبْلِيْسَ اَبى(116) فَقُلْنَا يادَمُ اِنَّ هذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَ لِزَوْجِكَ فَلاَ يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقى(117) اِنَّ لَكَ اَلاَّ تَجُوْعَ فِيْهَا وَلاَ تَعْرى(118) وَ اَنَّكَ لاَ تَظْمَؤُا فِيْهَا وَلاَ تَضْحى(119) فَوَسْوَسَ اِلَيْهِ الشَّيْطنُ قَالَ يادَمُ هَلْ اَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَ مُلْكٍ لاَّ يَبْلى(120) فَاَكَلاَ مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفنِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَّرَقِ الْجَنَّةِ، وَ عَصى ادَمُ رَبَّه فَغَوى(121) ثُمَّ اجْتَبهُ رَبُّه فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدى(122) طه: 115-122
Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. (115)
Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (116)
Maka kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. (117)
Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang. (118)
dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". (119)
Kemudian syaithan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (120)
Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (121)
Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (122) [QS. Thaahaa : 115-122]
وَ اِذْ قَالَ مُوْسى لِقَوْمِه يقَوْمِ اِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ اَنْفُسَكُمْ بِاتّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوْبُوْآ اِلى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوْآ اَنْفُسَكُمْ، ذلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ، فَتَابَ عَلَيْكُمْ، اِنَّه هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. البقرة: 54
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. [QS. Al-Baqarah : 54]

لَقَدْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْ اِسْرَآئِيْلَ وَ اَرْسَلْنَآ اِلَيْهِمْ رُسُلاً، كُلَّمَا جَآءَهُمْ رَسُوْلٌ بِمَا لاَ تَهْوى اَنْفُسُهُمْ فَرِيْقًا كَذَّبُوْا وَ فَرِيْقًا يَّقْتُلُوْنَ(70) وَ حَسِبُوْا اَلاَّ تَكُوْنَ فِتْنَةٌ فَعَمُوْا وَ صَمُّوْا ثُمَّ تَابَ اللهُ عَلَيْهِمْ ثُمَّ عَمُوْا وَ صَمُّوْا كَثِيْرٌ مّنْهُمْ، وَ اللهُ بَصِيْرٌ بِمَا يَعْمَلُوْنَ(71) المائدة: 70-71
Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israil, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, (maka) sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. (70)
Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencana pun (terhadap mereka dengan membunuh nabi-nabi itu), maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (71) [QS. Al-Maaidah : 70-71]
اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرى عَلَى اللهِ كَذِبًا، فَاِنْ يَّشَأِ اللهُ يَخْتِمْ عَلى قَلْبِكَ وَ يَمْحُ اللهُ الْبَاطِلَ وَ يُحِقُّ الْحَقَّ بِكَلِمتِه، اِنَّه عَلِيْمٌ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ(24) وَ هُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِه وَ يَعْفُوْ عَنِ السَّيّاتِ وَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَ(25) وَ يَسْتَجِيْبُ الَّذِيْنَ امَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّلِحتِ وَ يَزِيْدُهُمْ مّنْ فَضْلِه، وَ الْكفِرُوْنَ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ(26) الشورى: 24-26
Bahkan mereka mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakan dusta terhadap Allah". Maka jika Allah menghendaki niscaya Dia mengunci mati hatimu, dan Allah menghapuskan yang bathil dan membenarkan yang haq dengan kalimat-kalimat-Nya (Al-Qur'an). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (24)
Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan, (25)
dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang shalih dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka adzab yang sangat keras. (26) [QS. Asy-Syuuraa : 24-26]
وَ الّتِيْ يَاْتِيْنَ الْفَاحِشَةَ مِنْ نّسَآئِكُمْ فَاسْتَشْهِدُوْا عَلَيْهِنَّ اَرْبَعَةً مّنْكُمْ، فَاِنْ شَهِدُوْا فَاَمْسِكُوْهُنَّ فِى الْبُيُوْتِ حَتّى يَتَوَفّهُنَّ الْمَوْتُ اَوْ يَجْعَلَ اللهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً(15) وَ الَّذَانِ يَأْتِينِهَا مِنْكُمْ فَاذُوْهُمَا، فَاِنْ تَابَا وَ اَصْلَحَا فَاَعْرِضُوْا عَنْهُمَا، اِنَّ اللهَ  كَانَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا(16) النساء: 15-16
Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. (15)
Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (16) [QS. An-Nisaa’ : 15-16]
اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولئِكَ يَتُوْبُ اللهُ عَلَيْهِمْ، وَ كَانَ اللهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا(17) وَ لَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيّئَاتِ حَتّى اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنّيْ تُبْتُ اْلئنَ وَلاَ الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌ، اُولئِكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا(18) النساء: 17-18
Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (17)
Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang" Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih. (18) [QS. An-Nisaa’ : 17-18]
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوْآ اَيْدِيَهُمَا جَزَآءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مّنَ اللهِ، وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ(38) فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِه وَ اَصْلَحَ فَاِنَّ اللهَ يَتُوْبُ عَلَيْهِ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(39) المائدة: 38-39
Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (38)
Maka barang siapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (39) [QS. Al-Maaidah : 38-39]
وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلاَ اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنتِ الْمُؤْمِنتِ فَمِنْ مَّا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ مّنْ فَتَيتِكُمُ الْمُؤْمِنتِ، وَ اللهُ اَعْلَمُ بِاِِيْمَانِكُمْ، بَعْضُكُمْ مّنْ بَعْضٍ، فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَ اتُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنتٍ غَيْرَ مُسفِحتٍ وَّلاَ مُتَّخِذتِ اَخْدَانٍ، فَاِذَآ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَتَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنتِ مِنَ الْعَذَابِ، ذلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ، وَ اَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(25) يُرِيْدُ اللهُ لِيُبَيّنَ لَكُمْ وَ يَهْدِيَكُمْ سُنَنَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَ يَتُوْبَ عَلَيْكُمْ، وَ اللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ(26) النساء: 25-26
Dan barang siapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (25)
Allah hendak menerangkan (hukum syari’at-Nya) kepadamu, dan menunjukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan salihin) dan (hendak) menerima taubatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (26) [QS. An-Nisaa’ : 25-26]




وَالسَّابِقُوْنَ اْلاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهجِرِيْنَ وَ اْلانْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ، رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَ رَضُوْا عَنْهُ وَ اَعَدَّ لَهُمْ جَنّتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا اْلاَنْهرُ خلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا، ذلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ(100) وَ مِمَّنْ حَوْلَكُمْ مّنَ اْلاَعْرَابِ مُنفِقُوْنَ، وَ مِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النّفَاقِ، لاَ تَعْلَمُهُمْ، نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلى عَذَابٍ عَظِيْمٍ(101) وَ اخَرُوْنَ اعْتَرَفُوْا بِذُنُوْبِهِمْ خَلَطُوْا عَمَلاً صَالِحًا وَّ اخَرَ سَيّئًا، عَسَى اللهُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْهِمْ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(102) التوبة: 100-102
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan mereka pun ridla kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (100)
Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. (101)
Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (102) [QS. At-Taubah : 100-102]
َكَيْفَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ثُمَّ جَآءُوْكَ يَحْلِفُوْنَ بِاللهِ، اِنْ اَرَدْنَا اِلاَّ اِحْسَانًا وَّ تَوْفِيْقًا(62) اُولئِكَ الَّذِيْنَ يَعْلَمُ اللهُ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَ قُلْ لَّهُمْ فِيْ اَنْفُسِهِمْ قَوْلاً بَلِيْغًا(63) وَ مَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللهِ، وَ لَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَلَمُوْآ اَنْفُسَهُمْ جَآءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَ اسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوْا اللهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا(64) النساء: 62-64
Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna". (62)
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (63)
Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditha’ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (64) [QS. An-Nisaa’ : 62-64]
وَ لَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُوْنَ اْلاَحْزَابَ قَالُوْا هذَا مَا وَعَدَنَا اللهُ وَ رَسُوْلُه و َصَدَقَ اللهُ وَ رَسُوْلُه، وَ مَا زَادَهُمْ اِلاَّ اِِيْمَانًا وَّ تَسْلِيْمًا(22) مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضى نَحْبَه وَ مِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ، وَ مَا بَدّلُوْا تَبْدِيْلاً(23) لِيَجْزِيَ اللهُ الصّدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَ يُعَذّبَ الْمُنَافِقِيْنَ اِنْ شَآءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ، اِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا(24) الاحزاب: 22-24
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (22)
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya), (23)
supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (24) [QS. Al-Ahzaab : 22-24]
اِنَّا عَرَضْنَا اْلامَانَةَ عَلَى السَّموتِ وَاْلاَرْض وَ الْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَ اَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا اْلاِنْسَانُ، اِنَّه كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً(72) لِيُعَذّبَ اللهُ الْمُنَافِقِيْنَ وَ الْمُنَافِقتِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ وَ الْمُشْرِكتِ وَ يَتُوْبَ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنتِ وَ كَانَ اللهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا(73) الاحزاب: 72-73
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dhalim dan amat bodoh, (72)
sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (73) [QS. Al-Ahzaab : 72-73]
حم(1) تَنْزِيْلُ الْكِتبِ مِنَ اللهِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ(2) غَافِرِ الذّّنْبِ وَ قَابِلِ التَّوْبِ شَدِيْدِ الْعِقَابِ ذِيْ الطَّوْلِ لآَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ، اِلَيْهِ الْمَصِيْرُ(3) المؤمن: 1-3
Haamiim (1)
Diturunkan Kitab ini (Al Qur'an) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, (2)
Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Hanya kepada-Nya lah kembali (semua makhluk). (3) [QS. Al-Mu’min : 1-3]
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيّنتِ وَ الْهُدى مِنْ بَعْدِ مَا بَيّنّهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتبِ اُولئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَ يَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ(159) اِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَ اَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولئِكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ، وَ اَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(160) البقرة: 159-160
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nati, (159)
kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (160) [QS. Al-Baqarah : 159-160]
لَقَدْ تَّابَ اللهُ عَلَى النَّبِيّ وَ الْمُهجِرِيْنَ وَ اْلاَنْصَارِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ فِيْ سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيْغُ قُلُوْبُ فَرِيْقٍ مّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ، اِنَّه بِهِمْ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ(117) وَ عَلَى الثَّلثَةِ الَّذِيْنَ خُلّفُوْا، حَتّى اِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ اْلاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَ ضَاقَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْآ اَنْ لاَّ مَلْجَاَ مِنَ اللهِ اِلآَّ اِلَيْهِ، ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْا، اِنَّ اللهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(118) التوبة: 117-118
Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka, (117)
dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (118) [QS. At-Taubah : 117-118]
اِذَا جَآءَ نَصْرُ اللهِ وَ الْفَتْحُ(1) وَ رَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللهِ اَفْوَاجًا(2) فَسَبّحْ بِحَمْدِ رَبّكَ وَ اسْتَغْفِرْهُ، اِنّه كَانَ تَوَّابًا(3) النصر: 1-3
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (1)
Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (2)
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (3) [QS. An-Nashr : 1-3]
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهّرُهُمْ وَ تُزَكّيْهِمْ بِهَا وَصَلّ عَلَيْهِمْ اِنّّ صَلوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ، وَ اللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ(103) اَلَمْ يَعْلَمُوْآ اَنَّ اللهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِه وَ يَأْخُذُ الصَّدَقتِ وَ اَنَّ اللهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(104) التوبة: 103-104
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (103)
Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? (104) [QS. At-Taubah : 103-104]
وَ قُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَ رَسُوْلُه وَ الْمُؤْمِنُوْنَ، وَ سَتُرَدُّوْنَ اِلى عَالِمِ الْغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ فَيُنَبّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ(105) وَ اخَرُوْنَ مُرْجَوْنَ لاَمْرِ اللهِ اِمَّا يُعَذّبُهُمْ وَ اِمَّا يَتُوْبُ عَلَيْهِمْ، وَ اللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ(106) التوبة: 105-106
Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (105)
Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengadzab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (106) [QS. At-Taubah : 105-106]
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ يَسْخَرْ قَومٌ مّنْ قَوْمٍ عَسى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مّنْهُمْ وَلاَ نِسَآءٌ مّنْ نِسَآءٍ عَسى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مّنْهُنَّ، وَلاَ تَلْمِزُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَلاَ تَنَابَزُوْا بِاْلاَلْقَابِ، بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ اْلاِيْمَانِ، وَ مَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولئِكَ هُمُ الظّلِمُوْنَ(11) ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مّنَ الظَّنّ اِنّّ بَعْضَ الظَّنّ اِثْمٌ وَّلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا، اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ، وَ اتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ(12) الحجرات: 11-12
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. (11)

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (12) [QS, Al-Hujuraat : 11-12]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to " "

Posting Komentar