Tampilkan postingan dengan label LARANGAN-LARANGAN DARI NABI SAW.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LARANGAN-LARANGAN DARI NABI SAW.. Tampilkan semua postingan

4/23/2013

Membelalakkan mata, Membenci, kepada orang tua termasuk durhaka

Membelalakkan mata kepada orang tua termasuk durhaka
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا بَرَّ اَبَاهُ مَنْ اَحَدَّ اِلَيْهِ الطَّرْفَ. البيهقى و ابن مردويه
Dari ‘Aisyah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah termasuk berbhakti kepada bapaknya, anak yang membelalakkan mata kepadanya”. [HR. Baihaqi dan Ibnu Mardawaih]

4/19/2013

Tentang larangan berlaku dhalim

Tentang larangan berlaku dhalim
Firman Allah SWT :
وَ الَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَهُمُ اْلبَغْيُ هُمْ يَنْتَصِرُوْنَ. وَ جَزؤُا سَيّئَةٍ سَيّئَةٌ مِثْلُهَا، فَمَنْ عَفَا وَ اَصْلَحَ فَاَجْرُه عَلَى اللهِ، اِنَّه لاَ يُحِبُّ الظّلِمِيْنَ. وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِه فَاُولئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مّنْ سَبِيْلٍ. اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَظْلِمُوْنَ النَّاسَ وَ يَبْغُوْنَ فِى اْلاَرْضِ بِغَيْرِ اْلحَقّ، اُولئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ، وَ لَمَنْ صَبَرَ وَ غَفَرَ اِنَّ ذلِكَ لَمِنْ عَزْمِ اْلاُمُوْرِ. الشورى:39-43
Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dhalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang dhalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri karena teraniaya, maka tidak ada jalan untuk menyalahkan mereka. Sesungguhnya ada jalan (untuk menyalahkan) orang-orang yang  berbuat dhalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang pedih. Tetapi orang yang bershabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian termasuk hal-hal yang diutamakan. [Asy-Syuura : 39 - 43]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اَلْمُسْلِمُ اَخُو اْلمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَ لاَ يَخْذُلُهُ، وَ لاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى ههُنَا. وَ يُشِيْرُ اِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرّ اَنْ يَحْقِرَ اَخَاهُ اْلمُسْلِمَ. كُلُّ اْلمُسْلِمِ عَلَى اْلمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَ عِرْضُهُ وَ مَالُهُ. مسلم 4: 1986
Dari Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Orang Islam itu saudaranya orang Islam yang lain. Tidak boleh berlaku dhalim kepadanya, tidak boleh membiarkannya (dengan tidak mau menolongnya), dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu di sini”, sambil menunjuk dada beliau tiga kali.Cukuplah seseorang itu berbuat jahat apabila ia merendahkan saudaranya orang Islam yang lain. Tiap-tiap orang Islam terhadap orang Islam yang lain adalah haram darahnya, kehormatannya dan harta bendanya. [HR. Muslim juz 4, hal. 1986]

Tentang larangan membuat takut/susah sesama muslim

Tentang larangan membuat takut/susah sesama muslim
وَ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُؤْمِنتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوْا فَقَدِ احْتَمَلُوْا بُهْتَانًا وَّ اِثْمًا مُّبِيْنًا. الاحزاب:58
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. [QS. Al-Ahzab : 58]
عَنْ اَنَسٍ عَنِ النَّبِيَّ ص قَالَ: لاَ يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ ِلاَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ. البخارى
Dari Anas, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidak beriman seseorang diantara kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia cinta untuk dirinya sendiri”. [HR. Bukhari]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اَلْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ اْلمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَ يَدِهِ. وَ اْلمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ. البخارى
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang Islam adalah orang yangmana orang Islam lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah itu adalah orang yang hijrah dari apa yang dilarang Allah”. [HR Bukhari]

Tentang larangan berdusta

Tentang larangan berdusta
Firman Allah SWT :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَ قُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. الاحزاب:70-71
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amal-amalmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. [QS. Al-Ahzab : 70 - 71]
ياَيُّهَا الَّذَيْنَ امَنُوْا لِمَ تَقُوْلُوْنَ مَا لاَ تَفْعَلُوْنَ. كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللهِ اَنْ تَقُوْلُوْا مَا لاَ تَفْعَلُوْنَ. الصف:2-3
Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat ? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. [QS. Ash-Shaff : 2 - 3]

4/18/2013

Tentang larangan berbuat dengki

Tentang larangan berbuat dengki
Firman Allah SWT :
اِنَّ الدّيْنَ عِنْدَ اللهِ اْلاِسْلاَمُ، وَ مَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلكِتبَ اِلاَّ مِنْ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ اْلعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ، وَ مَنْ يَّكْفُرْ بِايتِ اللهِ فَاِنَّ اللهَ سَرِيْعُ اْلحِسَابِ. ال عمران:19
Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [QS. Ali ‘Imran : 19]
وَدَّ كَثِيْرٌ مّنْ اَهْلِ اْلكِتبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مّنْ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مّنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ اْلحَقُّ، فَاعْفُوْا وَ اصْفَحُوْا حَتّى يَأْتِيَ اللهُ بِأَمْرِه، اِنَّ اللهَ عَلى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. البقرة:109
Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. Al-Baqarah : 109]

Larangan sengaja membunuh wanita, anak-anak, dan orang-orang lemah dalam peperangan

Larangan sengaja membunuh wanita, anak-anak, dan orang-orang lemah dalam peperangan
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: وُجِدَتِ امْرَأَةٌ مَقْتُوْلَةٌ فِى بَعْضِ مَغَازِى النَّبِيِّ ص. فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَ الصِّبْيَانِ. الجماعة الا النسائى
Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata, “Telah terjadi seorang perempuan terbunuh dalam salah satu peperangan bersama Nabi SAW, lalu Rasulullah SAW  melarang membunuh perempuan dan anak-anak”. [HR. Jamah, kecuali Nasai]
عَنْ رِيَاحِ بْنِ رَبِيْعٍ اَنَّهُ خَرَجَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فِى غَزْوَةٍ غَزَاهَا، وَ عَلَى مُقَدِّمَتِهِ خَالِدُ بْنُ اْلوَلِيْدِ. فَمَرَّ رِيَاحٌ وَ اَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ ص عَلَى امْرَأَةٍ مَقْتُوْلَةٍ مِمَّا اَصَابَتِ اْلمُقَدِّمَةُ، فَوَقَفُوْا يَنْظُرُوْنَ اِلَيْهَا. يَعْنِى وَ هُمْ يَتَعَجَّبُوْنَ مِنْ خَلْقِهَا. حَتَّى لَحِقَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى رَاحِلَتِهِ، فَاَفْرَجُوْا عَنْهَا. فَوَقَفَ عَلَيْهَا رَسُوْلُ اللهِ ص فَقَالَ: مَا كَانَتْ هذِهِ لِتُقَاتِلَ. فَقَالَ ِلاَحَدِهِمْ: اِلْحَقْ خَالِدًا فَقُلْ لَهُ لاَ تَقْتُلُوْا ذُرِّيَّةً وَ لاَ عَسِيْفًا. احمد و ابو داد
Dari Riyah bin Rabi’, sesungguhnya dia pernah keluar bersama Rasulullah SAW dalam suatu peperangan yang Rasulullah SAW sendiri turut berperang, dengan didahului oleh Khalid bin Walid, lalu Riyah bersama para shahabat Rasulullah SAW melalui seorang perempuan yang terbunuh, terkena oleh pendahulunya itu. Lalu mereka berhenti melihat perempuan tersebut yakni mereka merasa heran terhadap orang yang melakukannya sehingga Rasulullah SAW bertemu mereka diatas untanya. Kemudian mereka minggir dari perempuan itu, lalu Rasulullah SAW  berhenti di dekatnya, seraya bersabda, “Perempuan ini tidak turut berperang”, kemudian beliau bersabda kepada seseorang diantara mereka itu : Susullah Khalid, kemudian katakan kepadanya, “Jangan kamu membunuh anak-anak dan pekerja”. [HR. Ahmad dan Abu Dawud].

4/16/2013

Larangan mencincang, membakar, menebang pohon dan meroboh-kan bangunan, kecuali untuk suatu kepentingan/kemashlahatan

Larangan mencincang, membakar, menebang pohon dan meroboh-kan bangunan, kecuali untuk suatu kepentingan/kemashlahatan
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ قَالَ: بَعَثَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص: فِى سِرَايَّةٍ فَقَالَ: سِيْرُوْا بِاسْمِ اللهِ وَ فِى سَبِيْلِ اللهِ، قَاتِلُوْا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ، وَ لاَ تُمَثِّلُوْا وَ لاَ تَغْدِرُوْا، وَ لاَ تَقْتُلُوْا وَلِيْدًا. احمد و ابن ماجه
Dari Shafwan bin ‘Assal, ia berkata, Rasulullah SAW pernah mengutus kami dalam satu pasukan, maka beliau bersabda, “Berjalanlah kamu dengan nama Allah dan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah, jangan mencincang, jangan berkhianat dan jangan membunuh anak-anak”. [HR. Ahmad dan Ibnu Majah].
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: بَعَثَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص فِى بَعْثٍ فَقَالَ: اِنْ وَجَدْتُمْ فُلاَنًا وَ فُلاَنًا لِرَجُلَيْنِ فَاَحْرِقُوْهُمَا بِالنَّارِ. ثُمَّ قَالَ: حِيْنَ اَرَدْنَا اْلخُرُوْجَ اِنِّى كُنْتُ اَمَرْتُكُمْ اَنْ تُحْرِقُوْا فُلاَنًا وَ فُلاَنًا، وَ اِنَّ النَّارَ لاَ يُعَذِّبُ بِهَا اِلاَّ اللهُ، فَاِنْ وَجَدْتُمُوْهُمَا فَاقْتُلُوْهُمَا. احمد و البخارى و ابو داود و الترمذى و صححه
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW pernah mengutus kami dalam suatu rombongan, maka beliau bersabda, “Jika kamu menjumpai fulan dan fulan (dua orang) maka bakarlah mereka dengan api”. Lalu ketika kami akan berangkat, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku tadi menyuruh kalian untuk membakar fulan dan fulan, padahal sesungguhnya api itu tidak (boleh dipergunakan) menyiksa kecuali oleh Allah sendiri. Oleh karena itu jika kamu menjumpai keduanya, maka bunuhlah mereka”. [HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud danTirmidzi, dan Imam Tirmidzi mengesahkannya].

Larangan sengaja membunuh wanita, anak-anak, dan orang-orang lemah dalam peperangan

Larangan sengaja membunuh wanita, anak-anak, dan orang-orang lemah dalam peperangan
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: وُجِدَتِ امْرَأَةٌ مَقْتُوْلَةٌ فِى بَعْضِ مَغَازِى النَّبِيِّ ص. فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص عَنْ قَتْلِ النِّسَاءِ وَ الصِّبْيَانِ. الجماعة الا النسائى
Dari Ibnu ‘Umar RA, ia berkata, “Telah terjadi seorang perempuan terbunuh dalam salah satu peperangan bersama Nabi SAW, lalu Rasulullah SAW  melarang membunuh perempuan dan anak-anak”. [HR. Jamah, kecuali Nasai]
عَنْ رِيَاحِ بْنِ رَبِيْعٍ اَنَّهُ خَرَجَ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص فِى غَزْوَةٍ غَزَاهَا، وَ عَلَى مُقَدِّمَتِهِ خَالِدُ بْنُ اْلوَلِيْدِ. فَمَرَّ رِيَاحٌ وَ اَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ ص عَلَى امْرَأَةٍ مَقْتُوْلَةٍ مِمَّا اَصَابَتِ اْلمُقَدِّمَةُ، فَوَقَفُوْا يَنْظُرُوْنَ اِلَيْهَا. يَعْنِى وَ هُمْ يَتَعَجَّبُوْنَ مِنْ خَلْقِهَا. حَتَّى لَحِقَهُمْ رَسُوْلُ اللهِ ص عَلَى رَاحِلَتِهِ، فَاَفْرَجُوْا عَنْهَا. فَوَقَفَ عَلَيْهَا رَسُوْلُ اللهِ ص فَقَالَ: مَا كَانَتْ هذِهِ لِتُقَاتِلَ. فَقَالَ ِلاَحَدِهِمْ: اِلْحَقْ خَالِدًا فَقُلْ لَهُ لاَ تَقْتُلُوْا ذُرِّيَّةً وَ لاَ عَسِيْفًا. احمد و ابو داد
Dari Riyah bin Rabi’, sesungguhnya dia pernah keluar bersama Rasulullah SAW dalam suatu peperangan yang Rasulullah SAW sendiri turut berperang, dengan didahului oleh Khalid bin Walid, lalu Riyah bersama para shahabat Rasulullah SAW melalui seorang perempuan yang terbunuh, terkena oleh pendahulunya itu. Lalu mereka berhenti melihat perempuan tersebut yakni mereka merasa heran terhadap orang yang melakukannya sehingga Rasulullah SAW bertemu mereka diatas untanya. Kemudian mereka minggir dari perempuan itu, lalu Rasulullah SAW  berhenti di dekatnya, seraya bersabda, “Perempuan ini tidak turut berperang”, kemudian beliau bersabda kepada seseorang diantara mereka itu : Susullah Khalid, kemudian katakan kepadanya, “Jangan kamu membunuh anak-anak dan pekerja”. [HR. Ahmad dan Abu Dawud].

4/05/2013

LARANGAN BAKHIL

Larangan Bakhil
Firman Allah SWT :
هاَنْتُمْ هؤُلاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، فَمِنْكُمْ مَّنْ يَّبْخَلُ، وَ مَنْ يَّبْخَلْ فَاِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَّفْسِه، وَ اللهُ اْلغَنِيُّ وَ اَنْتُمُ اْلفُقَرَآءُ، وَ اِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لاَ يَكُوْنُوْآ اَمْثَالَكُمْ. محمد:38
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafqahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan barangsiapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya), dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini). [QS. Muhammad : 38]
اِنَّمَا اَمْوَالُكُمْ وَ اَوْلادُكُمْ فِتْنَةٌ، وَ اللهُ عِنْدَه اَجْرٌ عَظِيْمٌ(15) فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَ اسْمَعُوْا وَ اَطِيْعُوْا وَ اَنْفِقُوْا خَيْرًا ّلاَنْفُسِكُمْ، وَ مَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِه فَاُولئِكَ هُمُ اْلمُفْلِحُوْنَ(16) اِنْ تُقْرِضُوا اللهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضَاعِفْهُ لَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ، وَ اللهُ شَكُوْرٌ حَلِيْمٌ(17) التغبون:15-17
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), di sisi Allah-lah pahala yang besar. (15)
Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah, dan nafqahkanlah nafqah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. (16)
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. [QS. At-Taghabun : 15-17]

entang larangan sombong

Tentang larangan sombong
Firman Allah SWT :
وَ لاَ تَمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ اْلاَرْضَ وَ لَنْ تَبْلُغَ اْلجِبَالَ طُوْلاً. الاسراء:37
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. [QS. Al-Israa' : 37]
وَلاَ تُصَعّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَ لاَ تَمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ. وَ اقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَ اغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ، اِنَّ اَنْكَرَ اْلاَصْوَاتِ لَصَوْتُ اْلحَمِيْرِ. لقمن:18-19
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. [QS. Luqman : 18 - 19]

3/10/2013

LARANGAN MELAMPAUI BATAS DALAM BERAGAMA

Apabila kita perhatikan di dalam dasar-dasar tasyri' yang tersebut di dalam Al-Qur'an, kita akan mengerti bahwa agama Islam itu satu-satunya agama yang diturunkan Allah kepada ummat manusia dengan membawa dasar "tidak berat dan tidak sukar" dikerjakan. Bahkan meniadakan yang berat. Dan sesuatu yang dipimpin oleh agama Islam itu pasti ringan dan mudah dikerjakan oleh ummat manusia, sebagaimana sabda Rasulullah SAW  yang diriwayatkan dari Abu 'Urwah :
عَنْ اَبِى عُرْوَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص : اَيُّهَا النَّاسُ. اِنَّ الدّيْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فِى يُسْرٍ. ثَلاَثًا يَقُوْلُهَا. احمد.
Dari Abu 'Urwah RA ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : "Wahai manusia, sesungguhnya agama Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi itu di dalam kemudahan. Beliau SAW bersabda demikian itu tiga kali" [HR. Ahmad] 
Jadi Islam itu adalah agama yang mudah untuk diamalkan. Maka kewajiban kita adalah mengamalkan apa-apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya (Al-Qur'an dan Hadits) dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Dan apabila telah jelas suatu perintah atau larangan, maka kita tinggal melaksanakannya, tidak usah mempersulit diri dengan banyak pertanyaan. Perhatikanlah sabda-sabda Rasulullah SAW berikut ini :
عَنْ اَبِى ثَعْلَبَةَ اْلحُشَنِيّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ تَعَالىَ فَرَضَ فَرَائِضَ فَلاَ تُضَيّعُوْهَا. وَحَدَّ حُدُوْدًا فَلاَ تَعْتَدُوْهَا. وَحَرَّمَ اَشْيَاءَ فَلاَ تَنْتَهِكُوْهَا. وَسَكَتَ عَنْ اَشْيَاءَ رَحْمَةً  لَكُمْ غَيْرَ نِسْيَانٍ فَلاَ تَبْحَثُوْا عَنْهَا. الدارقطنى.
Dari Abu Tsa'labah Al-Husyani RA  , ia berkata : Rasulullah SAW  pernah bersabda : "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah memfardlukan beberapa kefardluan (kewajiban), maka janganlah kamu menyia-nyiakannya, dan Allah telah membatasi beberapa batas (hukum) maka janganlah kamu melanggarnya. Dan Allah telah mengharamkan beberapa perkara, maka janganlah kamu mengubahnya, dan Allah telah mendiamkan beberapa perkara karena kasih sayang kepadamu, bukan karena lupa, maka janganlah kamu memperbincangkannya". [HR. Daruquthni]
عَنِ اْلمُطَّلِبِ بْنِ حَنْطَبٍ رض قَالَ: اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَا تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا اَمَرَكُمُ اللهُ بِهِ اِلاَّ وَقَدْ اَمَرْتُكُمْ بِهِ. وَلاَ تَرَكْتُ شَيْئًا مِمَّا نَهَاكُمُ اللهُ عَنْهُ اِلاَّ وَقَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ. ابن عبد البر.
Dari Muththolib bin  Hanthab RA, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW  pernah bersabda : "Tidaklah aku meninggalkan sesuatupun dari apa-apa yang telah diperintahkan Allah kepadamu sekalian dengannya, melainkan sungguh telah aku perintahkan kepadamu dengannya, dan tidaklah aku meninggalkan sesuatu dari apa-apa yang telah dilarang oleh Allah kepadamu sekalian dengannya, melainkan pasti telah aku larang kamu sekalian darinya". [HR. Ibnu Abdil Barr]
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَيُّهَا النَّاسُ لَيْسَ مِنْ شَيْءٍ يُقَرّبُكُمْ اِلىَ اْلجَنَّةِ وَ يُبَاعِدُكُمْ عَنِ النَّارِ اِلاَّ وَقَدْ اَمَرْتُكُمْ بِهِ وَ لَيْسَ مِنْ شَيْءٍ يُقَرّبُكُمْ اِلىَ النَّارِ وَ يُبَاعِدُكُمْ عَنِ اْلجَنَّةِ اِلاَّ وَ قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ. البغوى.
Dari Ibnu Mas'ud RA, ia berkata : Rasulullah SAW  pernah bersabda : "Hai sekalian manusia, tidak ada dari sesuatu yang mendekatkan kamu sekalian ke surga dan menjauhkan kamu sekalian dari neraka, melainkan telah aku perintahkan kepadamu sekalian dengannya, dan tidak ada dari sesuatu yang mendekatkan kamu sekalian ke neraka dan menjauhkan kamu sekalian dari surga, melainkan pasti telah aku larang kamu sekalian darinya". [HR. Al-Baghawi]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ  ص ذَرُوْنِى مَا تَرَكْتُكُمْ فَاِنَّمَا هَلَكَ  مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ  بِكَثْرَةِ  سُؤَالِهِمْ وَ اخْتِلاَفِهِمْ عَلَى اَنْبِيَائِهِمْ فَإِذَا اَمَرْتُكُمْ بِشَيْءٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ. وَ اِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَدَعُوْهُ. وفى رواية. فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوْهُ. وَ اِذَا اَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ. البخارى و مسلم.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW  pernah bersabda : "Biarkanlah aku mengatakan apa-apa yang kutinggalkan untukmu, karena sesungguhnya kebinasaan orang-orang sebelummu dahulu itu disebabkan banyaknya pertanyaan mereka dan mereka menyelisihi Nabi-nabi mereka. Maka dari itu apabila aku perintahkan  kepadamu sekalian dengan sesuatu, kerjakanlah semaksimalmu, dan apabila aku telah melarang kamu sekalian dari sesuatu, maka tinggalkanlah dia. Dan  dalam satu riwayat: Maka apabila aku melarang kamu sekalian dari sesuatu, jauhilah ia. Dan apabila aku perintahkan kepadamu sekalian dengan suatu perintah maka kerjakanlah darinya semaksimalnya". [HR. Bukhari dan Muslim]
Menurut riwayat, tatkala turun ayat :
وَِللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ اْلبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً.ال عمران:97
Mengerjakan hajji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. [QS. Ali 'Imron : 97]
Maka sebagian shahabat bertanya kepada Nabi SAW : "Ya Rasulullah, apakah pada setiap tahun ?". Rasulullah SAW ketika itu diam. Kemudian mereka bertanya lagi : "Apakah pada setiap tahun ?" Jawab Rasulullah : "Tidak. Tetapi jika aku berkata "ya", tentu menjadi wajib. Dan jika menjadi wajib, tentu kamu tidak bisa mengerjakannya". Kemudian ketika itu turunlah ayat :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَسْأَلُوْا عَنْ اَشْيَآءَ اِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَ اِنْ تَسْأَلُوْا عَنْهَا حِيْنَ يُنَزَّلُ اْلقُرْانُ تُبْدَ لَكُمْ، عَفَا اللهُ عَنْهَا، وَ اللهُ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ. المائدة:101
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabi-mu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan di waktu Al-Qur'an itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun. [QS. Al-Maidah : 101]
Kemudian pada kelanjutan ayat tersebut, firman Allah :
قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ اَصْبَحُوْا بِهَاكفِرِيْنَ. المائدة:102
Sesungguhnya telah ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal-hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya. [QS. Al-Maidah : 102]
Jadi jelaslah bagi kita, bahwa segala sesuatu yang diperintahkan Allah dan yang dicegah-Nya, telah disampaikan oleh Nabi SAW kepada kita, tidak ada yang terlewatkan satu pun juga. Atau dengan kata lain : Segala sesuatu guna mengabdikan diri kita kepada Allah, telah ditunjukkan dan dicontohkan oleh Nabi SAW.
Di lain riwayat Nabi SAW  pernah bersabda :
مَا تَرَكْتُ شَيْئًايُقَرّبُكُمْ اِلىَ اللهِ تَعَالىَ اِلاَّ وَ قَدْ اَمَرْتُكُمْ بِهِ. وَ مَا تَرَكْتُ شَيْئًا يُبْعِدُكُمْ عَنِ اللهِ تَعَالىَ اِلاَّ وَ قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ. الطبرانى.
"Aku tidak meninggalkan sesuatu yang ~dapat~ mendekatkan kamu kepada Allah, melainkan sungguh telah aku perintahkan kepadamu; dan aku tidak meninggalkan sesuatu yang dapat menjauhkan kamu dari Allah, melainkan sungguh telah aku cegah kamu daripadanya". [HR. Ath-Thabarani]
Dan tepatlah apabila Allah telah menurunkan firman-Nya ~dikala Nabi SAW hampir wafat~ yang menyatakan :
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلاِسْلاَمَ دِيْنًا. المائدة:3
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu ni'mat Ku, dan telah Ku ridloi Islam itu jadi agama bagimu. [QS. Al Maidah : 3]
Sekedar untuk menambah keterangan yang telah kami sebutkan diatas, maka di bawah ini kami kutipkan riwayat lain yang pernah terjadi di zaman Nabi SAW.
Pada suatu hari Rasulullah SAW sedang duduk memberi pengajaran kepada orang banyak, setelah itu beliau berdiri di dalam pengajaran itu lalu beliau peringatkan kepada orang ramai tentang ancaman Allah terhadap orang-orang yang durhaka kepada-Nya, dan lain sebagainya, sehingga banyaklah dari mereka yang mendengar pengajaran beliau itu yang menangis. Kemudian berhimpunlah di antara mereka sepuluh orang dirumah shahabat Utsman bin Madh'un, di antara sepuluh orang itu, adalah Ali dan 'Utsman bin Madh'un sendiri. Mereka berkata: "Apakah jadinya kita ini, jika kita tidak punya suatu amalan ('ibadat) ? Orang-orang Nashrani telah mengharamkan kepada diri mereka sendiri dari perbuatan-perbuatan dalam mengabdikan diri mereka kepada Allah, maka dari itu sebaiknya kita pun mengharamnkan pula bagi diri kita dari perbuatan-perbuatan, guna mendekatkan (mengabdikan)diri kita kepada Allah".
Kemudian sebagian dari mereka mengharamkan makan daging dan lemak, dan makan pada siang hari; sebagian dari mereka mengharamkan perempuan (menjauhkan diri dari mencampuri isterinya) dan adalah Utsman bin Madh'un salah seorang dari orang yang mengharamkan perempuan, dan ia tidak mau menghampiri istrinya. Sehubungan dengan itu, maka pada suatu hari datanglah istri Utsman bin Madh'un, Haula' namanya, kepada Aisyah RA dengan rambut kusut, tidak bersisir, tidak memakai wangi-wangian dan pucat wajahnya. Aisyah lalu bertanya kepadanya, sedang di kala itu para istri Nabi SAW tengah mengelilingi Aisyah. Aisyah berkata : "Bagaimanakah keadaanmu hai Haula' ? Berubah benar wajahmu. Mengapa tidak bersisir dan tidak memakai wangi-wangian yang harum ?".
Kata Haula' : "Bagaimanakah saya akan bersisir dan memakai wangi-wangian serta berpakaian yang baik-baik, sedang suami saya sudah sekian hari tidak mau menghampiri saya". Mendengar perkataan Haula' ini, tertawalah sekalian istri Nabi.
Di tengah-tengah mereka tertawa, datanglah Nabi SAW dan masuklah beliau ke rumah. Aisyah, lalu beliau bertanya : "Mengapa mereka tertawa ?" Jawab Aisyah : "Ya Rasulullah ~tentang Haula'~, saya bertanya tentang halnya".
Kemudian Haula' menceritakan keadaan dirinya kepada Nabi SAW  seperti yang telah diceriterakan kepada Aisyah, bahwa suaminya ('Utsman bin Madh'un) sudah sekian hari tidak mau menghampirinya, karena membanyakkan ber'ibadat kepada Allah.
Setelah mendengar kata Haula', seketika itu juga Nabi SAW memanggil Utsman bin Madh'un untuk datang menghadap beliau. Lalu Utsman pun datang menghadap beliau. Nabi SAW bertanya kepadanya : "Bagaimanakah halmu, hai 'Utsman ?" Kata Utsman : "Saya meninggalkan demikian, karena Allah semata agar saya dapat bersunyi diri mengerjakan 'ibadat". Dan ia punlalu menceritakan segala sesuatu yang terdapat pada dirinya kepada Nabi SAW. Antara lain menceritakan bahwa ia akan berkebiri.
Setelah mendengar perkataan Utsman tersebut, Nabi SAW bersabda : "Aku bersumpah akan menjauhimu, kecuali jika kamu kembali, lalu menghampiri istrimu".
Utsman berkata : "Wahai Rasulullah, saya sedang berpuasa".
Nabi SAW  bersabda : "Berbukalah engkau !". Maka seketika itu juga ia berbuka dan kembali ke rumahnya dan mendatangi isterinya.
Pada kelanjutan riwayat tersebut Rasulullah SAW bersabda :
مَا بَالُ اَقْوَامٍ حَرَّمُوْا النّسَاءَ وَالطَّعَامَ وَالنَّوْمَ. اَلاَ اِنّى اَنَامُ وَ اَقُوْمُ وَاُفْطِرُ وَاَصُوْمُ وَاَنْكِحُ النّسَاءَ. فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِى فَلَيْسَ مِنِّى.
"Bagaimanakah orang-orang itu, mereka mengharamkan wanita, makanan, dan tidur. Ketahuilah sesungguhnya aku tidur dan shaat malam, berbuka dan berpuasa, juga mengawini wanita. Maka barangsiapa membenci sunnahku, bukanlah ia dari golonganku". [Tafsir Jami'ul Bayan, Ibnu Jarir Ath-Thabari jilid 5 hal 9-10]
Dan Rasulullah SAW pernah bersabda:
اِيَّاكُمْ وَاْلغُلُوَّ فِى الدّيْنِ. فَاِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِاْلغُلُوّ فِى الدّيْنِ. احمد عن ابن عباس.
"Jauhkanlah olehmu akan melampaui batas di dalam beragama, karena sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelummu disebabkan melampaui batas dalam urusan agama" [HR. Ahmad dari Ibnu Abbas]

2/15/2013

Tentang larangan sombong

Firman Allah SWT :
وَ لاَ تَمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ اْلاَرْضَ وَ لَنْ تَبْلُغَ اْلجِبَالَ طُوْلاً. الاسراء:37
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. [QS. Al-Israa' : 37]
وَلاَ تُصَعّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَ لاَ تَمْشِ فِى اْلاَرْضِ مَرَحًا، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ. وَ اقْصِدْ فِيْ مَشْيِكَ وَ اغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ، اِنَّ اَنْكَرَ اْلاَصْوَاتِ لَصَوْتُ اْلحَمِيْرِ. لقمن:18-19
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. [QS. Luqman : 18 - 19]
سَاَصْرِفُ عَنْ ايتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى اْلاَرْضِ بِغَيْرِ اْلحَقّ، وَ اِنْ يَّرَوْا كُلَّ ايَةٍ لاَّ يُؤْمِنُوْا بِهَا، وَ اِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لاَ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلاً، وَ اِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ اْلغَيّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلاً، ذلِكَ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِايتِنَا وَ كَانُوْا عَنْهَا غفِلِيْنَ. الاعراف:146
Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak mau beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. [QS. Al-A'raaf : 146]
اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِايتِنَا وَ اسْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لاَ تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَابُ السَّمَآءِ وَ لاَ يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ حَتّى يَلِجَ اْلجَمَلُ فِيْ سَمّ اْلخِيَاطِ، وَ كَذلِكَ نَجْزِى اْلمُجْرِمِيْنَ. الاعراف:40
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk kelobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. [QS. Al-A'raaf : 40]
وَ مَآ اَرْسَلْنَا فِيْ قَرْيَةٍ مّنْ نَّذِيْرٍ اِلاَّ قَالَ مُتْرَفُوْهَآ اِنَّا بِمَآ اُرْسِلْتُمْ بِه كفِرُوْنَ. وَ قَالُوْا نَحْنُ اَكْثَرُ اَمْوَالاً وَّ اَوْلاَدًا وَّ مَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ. قُلْ اِنَّ رَبّيْ يَبْسُطُ الرّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ وَ يَقْدِرُ وَ لكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ. وَ مَآ اَمْوَالُكُمْ وَلآ اَوْلاَدُكُمْ بِالَّتِيْ تُقَرّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفى اِلاَّ مَنْ امَنَ وَ عَمِلَ صَالِحًا فَاُولئِكَ لَهُمْ جَزَآءُ الضّعْفِ بِمَا عَمِلُوْا وَ هُمْ فِى اْلغُرُفَاتِ امِنُوْنَ. سبأ:34-37
Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatanpun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu diutus untuk menyampaikannya". Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak mem-punyai harta dan anak-anak (daripada kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diadzab". Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezqi bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya), akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun, tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga). [QS. Saba' : 34-37]
وَ اعْبُدُوا اللهَ وَ لاَ تُشْرِكُوْا بِه شَيْئًا وَّ بِاْلوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّ بِذِى اْلقُرْبى وَ اْليَتَامى وَ اْلمَسَاكِيْنِ وَ اْلجَارِذِى اْلقُرْبى وَ اْلجَارِ اْلجُنُبِ وَ الصَّاحِبِ بِاْلجَنْبِ وَ ابْنِ السَّبِيْلِ وَ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالاً فَخُوْرًا. النساء:36
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. [QS. An-Nisaa' : 36]
Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَقُوْلُ اللهُ جَلَّ وَ عَلاَ: اَلْكِبْرِيَاءُ رِدَاءِيْ وَ اْلعَظَمَةُ اِزَارِيْ. فَمَنْ نَازَعَنِيْ وَاحِدًا مِنْهُمَا اَلْقَيْتُهُ فِى النَّارِ. ابن ماجه فى الترغيب و الترهيب 3: 563
Dari Ibnu Abbas RA ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Allah Jalla wa 'Alaa berfirman : Sombong itu adalah selendang-Ku dan kebesaran itu adalah pakaian-Ku, maka barangsiapa mencabut salah satunya dari-Ku, Aku akan melemparkan orang itu ke neraka". [HR. Ibnu Majah, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 563]
عَنْ فَضَالَةَ بْن عُبَيْدٍ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: ثَلاَثَةٌ لاَ يُسْأَلُ عَنْهُمْ: رَجُلٌ نَازَعَ اللهَ رِدَاءَهُ، فَاِنَّ رِدَاءَهُ اْلكِبْرُ، وَ اِزَارَهُ اْلعِزُّ، وَ رَجُلٌ فِى شَكّ مِنْ اَمْرِ اللهِ، وَ اْلقُنُوْطُ مِنْ رَحْمَتِهِ. الطبرانى فى الترغيب و الترهيب 3: 562
Dari Fadlalah bin 'Ubaid RA ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, "Ada tiga golongan yang tidak perlu ditanya tentang mereka itu (dan langsung dimasukkan neraka) yaitu : 1. Orang yang mencabut selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah itu adalah sombong dan pakaian-Nya adalah kebesaran, 2. Orang yang ragu-ragu terhadap perintah Allah dan, 3. Orang yang putus asa dari rahmat Allah". [HR. Thabarani, dalam Tarhib wat Targhib juz 3, hal. 562]
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ رض اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُوْتُ حِيْنَ يَمُوْتُ وَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ مِنْ كِبْرٍ تَحِلُّ لَهُ اْلجَنَّةُ اَنْ يَرِيْحَ رِيْحَهَا وَ لاَ يَرَاهَا. احمد فى الترغيب و الترهيب 3: 566
Dari Uqbah bin 'Amir RA, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah SAW, bersabda, "Orang yang meninggal dunia, dan ketika ia meninggal itu di dalam hatinya masih ada sebesar biji sawi dari sombong, maka tidaklah halal baginya surga, tidak mencium baunya dan tidak pula melihatnya". [HR. Ahmad, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. فَقَالَ رَجُلٌ: اِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ اَنْ يَكُوْنَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَ نَعْلُهُ حَسَنَةً؟ قَالَ: اِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ اْلجَمَالَ. اَلْكِبْرُ بَطَرُ اْلحَقّ وَ غَمْطُ النَّاسِ. مسلم و الترمذى فى الترغيب و الترهيب 3: 567
Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, "Tidak akan masuk surga barangsiapa yang di dalam hatinya itu ada sebesar dzarrah dari sombong".  Lalu ada seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya ada orang senang bajunya itu bagus dan sandalnya bagus, (yang demikian itu bagaimana, ya Rasulullah ?"). Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah itu indah dan suka pada keindahan. Sombong itu ialah menolak kebenaran dan merendahkan manusia". [HR. Muslim dan Tirmidzi, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 567]
عَنْ حَارِثَةَ بْنِ وَهْبٍ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: اَلاَ اُخْبِرُكُمْ بِاَهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ. البخارى و مسلم فى الترغيب و الترهيب 3: 563
Dari Haritsah bin Wahb RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Maukah kuberitahukan kepadamu akan penghuni neraka ? Yaitu setiap orang yang keras, kasar lagi sombong". [HR. Bukhari dan Muslim, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 563]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَرْبَعَةٌ يَبْغَضُهُمُ اللهُ: اَلْبَيَّاعُ اْلحَلاَّفُ، وَ اْلفَقِيْرُ اْلمُخْتَالُ، وَ الشَّيْخُ الزَّانِى وَ اْلاِمَامُ اْلجَائِرُ. النسائى و ابن حبان فى الترغيب و الرهيب 3: 565
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Ada empat golongan yang Allah benci kepada mereka itu; yaitu : Pedagang yang banyak bersumpah, orang fakir yang sombong, orang tua yang berzina dan pemimpin yang dhalim". [HR. Nasai dan Ibnu Hibban, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 565]
عَنْ سَلْمَانَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: ثَلاَثَةٌ لاَ يَدْخُلُوْنَ اْلجَنَّةَ: اَلشَّيْخُ الزَّانِى، وَ اْلاِمَامُ اْلكَذَّابُ، وَ اْلعَائِلُ الْمَزْهُوُّ. البزار باسناد جيد فى الترغيب و الترهيب 3: 565
Dari Salman RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Tiga golongan tidak akan masuk surga, yaitu: Orang tua yang berzina, pemimpin yang banyak berdusta, dan orang miskin yang 'ujub lagi sombong". [HR. Al-Bazzar dengan sanad yang baik, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 565]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَنْ تَعَظَّمَ فِى نَفْسِهِ اَوِ اخْتَالَ فِى مِشْيَتِهِ لَقِيَ اللهَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى وَ هُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ. الطبرانى فى الكبير فى الترغيب و الترهيب 3: 569
Dari Ibnu Umar RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa merasa besar pada dirinya atau sombong dalam berjalannya, pasti akan bertemu Allah tabaaroka wa ta'aalaa murka kepadanya". [HR. Thabarani di dalam Al-Kabir, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 569]
عَنْ عِيَاضِ بْنِ حَمَّادٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ اَوْحَى اِلَيَّ اَنْ تَوَاضَعُوْا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ وَلاَ يَبْغِيَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ. مسلم و ابو داود و ابن ماجه فى الترغيب و الترهيب 3: 557
Dari 'Iyadl bin Hammad RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada saya agar supaya kamu sekalian bertawadlu', sehingga seseorang tidak merasa sombong terhadap yang lain dan seseorang tidak pula berbuat dhalim terhadap yang lain". [HR. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 557]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَلاَمٍ رض اَنَّهُ مَرَّ فِى السُّوْقِ وَ عَلَيْهِ حُزْمَةٌ مِنْ حَطَبٍ فَقِيْلَ لَهُ: مَا يَحْمِلُكَ عَلَى هذَا، وَ قَدْ اَغْنَاكَ اللهُ عَنْ هذَا؟ قَالَ: اَرَدْتُ اَنْ اَدْفَعَ اْلكِبْرَ، سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: لاَ يَدْخُلُ اْلجَنَّةَ مَنْ فِى قَـلْبِهِ خَرْدَلَةٌ مِنْ كِبْرٍ. الطبرانى بإسناد حسن فى الترغيب و الترهيب 3: 566
Dari Abdullah bin Salam RA bahwasanya ia pernah berjalan di pasar dengan membawa seikat kayu bakar. Lalu ada orang bertanya kepadanya, "Apa yang menyebabkan engkau berbuat demikian, padahal Allah telah mencukupkan kamu dari semua ini ?". Ia menjawab:  Saya ingin  menghilangkan kesombongan, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar biji sawi dari sombong". [HR. Thabarani dengan sanad Hasan, dalam Targhib wat Tarhib juz 3, hal. 566]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: لَيَنْتَهِيَنَّ اَقْوَامٌ يَفْتَخِرُوْنَ بِابَائِهِمِ الَّذِيْنَ مَاتُوْا اِنَّمَا هُمْ فَحْمُ جَهَنَّمَ اَوْ لَيَكُوْنُنَّ اَهْوَنَ عَلَى اللهِ مِنَ اْلجُعَلِ الَّذِى يُدَهْدِهُ اْلخِرَاءَ بِاَنْفِهِ، اِنَّ اللهَ اَذْهَبَ عَنْكُمْ عُبّيَّةَ اْلجَاهِلِيَّةِ وَ فَخْرَهَا بِاْلابَاءِ اِنَّمَا هُوَ مُؤْمِنٌ تَقِيٌّ وَ فَاجِرٌ شَقِيٌّ النَّاسُ كُلُّهُمْ بَنُوْ ادَمَ وَ ادَمُ خُلِقَ مِنَ التُّرَابِ. الترميذى و قال هذا حديث حسن 5: 390
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW beliau bersabda, “Sungguh orang-orang akan berhenti dari membanggakan nenek moyang mereka yang telah mati, karena sesungguhnya mereka itu hanyalah arang neraka jahannam, atau mereka akan menjadi orang yang menurut Allah kedudukannya lebih rendah daripada serangga yang membolak-balikkan kotoran dengan moncongnya. Sesungguhnya Allah telah menghilangkan dari kalian kesombongan jahiliyyah dan membangga-banggakan nenek moyang. Orang itu hanya (dua macam), mukmin yang bertaqwa atau durhaka yang celaka. Manusia itu semuanya adalah keturunan Adam, sedangkan Adam diciptakan dari tanah. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 390]

Tentang kehidupan Dunia

  TENTANG DUNIA فعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ...