Minta Ijin Memasuki Rumah Orang Lain dan Larangan Mengintip

Minta Ijin Memasuki Rumah Orang Lain dan Larangan Mengintip
Firman Allah SWT :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ بُيُوْتِكُمْ حَتّى تَسْتَأْنِسُوْا وَ تُسَلّمُوْا عَلى اَهْلِهَا، ذلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاِنْ لَّمْ تَجِدُوْا فِيْهَا اَحَدًا فَلاَ تَدْخُلُوْهَا حَتّى يُؤْذَنَ لَكُمْ وَ اِنْ قِيْلَ لَكُمُ ارْجِعُوْا فَارْجِعُوْا هُوَ اَزْكى لَكُمْ، وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ عَلِيْمٌ. لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَدْخُلُوْا بُيُوْتًا غَيْرَ مَسْكُوْنَةٍ فِيْهَا مَتَاعٌ لَّكُمْ، وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُوْنَ وَ مَا تَكْتُمُوْنَ. النور:27-29
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (27) Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembali (saja)lah”, maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (28) Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan. (29) [QS. An-Nuur : 27-29].
Hadits Nabi SAW :
عَنْ كَلَدَةَ بْنِ حَنْبَلٍ، اَنَّ صَفْوَانَ بْنَ اُمَيَّةَ بَعَثَهُ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ ص بِلَبَنٍ وَجَدَايَةٍ وَ ضَغَابِيْسَ وَ النَّبِيُّ ص بِاَعْلَى مَكَّةَ فَدَخَلْتُ وَ لَمْ اُسَلِّمْ فَقَالَ: اِرْجِعْ فَقُلْ اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ، وَ ذلِكَ بَعْدَ مَا اَسْلَمَ صَفْوَانُ بْنُ اُمَيَّةَ. ابو داود و الترمذى و النسائى
Dari Kaladah bin Hanbal, bahwasanya Safwan bin Umayyah mengutusnya datang kepada Rasulullah SAW dengan membawa susu, kijang yang masih muda dan mentimun, sedangkan pada waktu itu Nabi SAW berada di dataran tinggi Makkah. Kemudian aku masuk tanpa memberi salam, lalu Nabi SAW bersabda, “Ulangilah, ucapkanlah Assalaamu ’alaikum”. Dan kejadian itu terjadi setelah Safwan bin Umayyah masuk Islam. [HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasai]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Khamr tidak boleh dijadikan cuka.

Khamr tidak boleh dijadikan cuka.
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص سُئِلَ عَنِ اْلخَمْرِ يُتَّخَذُ خَلاًّ فَقَالَ: لاَ. احمد و مسلم و ابو داود و الترمذى و صححه
Dari Anas, bahwa Nabi SAW ditanya tentang khamr yang dijadikan cuka, lalu beliau menjawab, "Tidak boleh". [HR. Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Tirmidzi, dan ia menshahihkannya]
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ اَبَا طُلْحَةَ سَأَلَ النَّبِيَّ عَنْ اَيْتَامٍ وَرِثُوْا خَمْرًا، قَالَ: اَهْرِقْهَا. قَالَ: اَفَلاَ نَجْعَلُهَا خَلاًّ؟ قَالَ: لاَ. احمد و ابو داود
Dari Anas, bahwa Abu Thalhah bertanya kepada Nabi SAW tentang beberapa anak yatim yang mewarisi khamr, beliau SAW menjawab, "Tuangkanlah !". (Abu Thalhah) bertanya, "Apakah tidak boleh kami jadikan cuka ?". Jawab beliau, "Tidak". [HR. Ahmad dan Abu Dawud]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Minum khamr walaupun sedikit, hukumnya tetap haram

Minum khamr walaupun sedikit, hukumnya tetap haram
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ. احمد و ابن ماجه و الدارقطنى و صححه
Dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Minuman yang dalam jumlah banyak memabukkan, maka sedikitpun juga haram". [HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Daruquthni, dan dia menshahihkannya]
وَ ِلاَبِى دَاوُدَ وَ ابْنِ مَاجَهْ وَ التِّرْمِذِيِّ مِثْلُهُ سَوَاءٌ مِنْ حَدِيْثِ جَابِرٍ.
Dan Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmidzi meriwayatkan seperti itu dari Jabir.
عَنْ سَعْدِ بْنِ اَبِى وَقَّاصٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص نَهَى عَنْ قَلِيْلِ مَا اَسْكَرَ كَثِيْرُهُ. النسائى و الدارقطنى
Dari Sa'ad bin Abu Waqqash, bahwa Nabi SAW melarang meminum meskipun sedikit dari minuman yang (dalam kadar) banyaknya memabukkan". [HR. Nasai dan Daruquthni]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Hikmah Qurban



Keutamaan Dan Hikmah Qurban



Di dalam syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw, perintah dan larangan selalu ada dan terus berjalan kepada setiap hamba selama ruh masih bersama jasadnya. Dan selama itu pula manusia dapat menambah kedekatannya kepada Allah swt dengan melakukan perintah-perintah syariat yang mulia. Baik yang berupa kewajiban maupun yang sunnah.

Dan kesunnahan yang dilakukan si hamba inilah yang menjadi bukti keberhasilannya dan keuntungannya dalam kehidupan dunia. Sebab ibadah wajib ibarat modal seseorang, mau tidak mau, suka tidak suka dia harus menjalankannya, sedang amal sunnah itulah keuntungannya. Alangkah ruginya manusia jika di dunia hanya beribadah yang wajib saja atau dengan kata lain setelah bermuamalah dia kembali modal, tidak mendapat keuntungan sedikitpun. Maka ibadah sunnah ini hendaknya kita kejar, kita amalkan, sebab itulah bukti kesetiaan kita dalam mengikuti dan mencintai Rasulullah Saw, beliau saw bersabda (yang artinya):

“ Barang siapa menghidupkan sunnahku, maka dia telah mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, maka kelak akan berkumpul bersamaku di surga “. (HR. As Sijizi dari Anas bin Malik, lihat Al Jami’ush Shoghir)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tasbih, tahmid, tahlil dan takbir

Tasbih, tahmid, tahlil dan takbir
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَحَبُّ اْلكَلاَمِ اِلَى اللهِ اَرْبَعٌ لاَ يَضُرُّكَ بِاَيّهِنَّ بَدَأْتَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَ اْلحَمْدُ ِللهِ وَ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ، وَ اللهُ اَكْبَرُ. مسلم
Dari Samurah bin Jundab RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ucapan yang paling disukai Allah itu ada empat. Tidak mengapa kamu memulai membaca dari mana saja, (yaitu) Subhaanallooh wal hamdu lillaah wa Laa ilaaha illallooh walloohu akbar (Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar). [HR. Muslim].
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: كَلِمَتَانِ خَفِيْفَتَانِ عَلَى اللّسَانِ ثَقِيْلَتَانِ فِى اْلمِيْزَانِ حَبِيْبَتَانِ اِلَى الرّحْمنِ: سُبْحَانَ اللهِ وَ بِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ اْلعَظِيْمِ. البخارى و مسلم
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Ada dua ucapan yang ringan bagi lesan tetapi berat pada timbangan dan disukai oleh Allah Yang Maha Rahman, (yaitu) Subhaanalloohi wa bihamdihi subhaanalloohil ‘adhiim (Maha Suci Allah dan dengan segala puji-Nya dan Maha Suci Allah Yang Maha Agung)”. [HR. Bukhari dan Muslim]
عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ حَدَثَنِى اَبِى قَالَ: كُنَّا عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ ص فَقَالَ: اَيَعْجِزُ اَحَدُكُمْ اَنْ يَكْسِبَ كُلَّ يَوْمٍ اَلْفَ حَسَنَةٍ؟ فَسَأَلَهُ سَائِلٌ مِنْ جُلَسَائِهِ: كَيْفَ يَكْسِبُ اَحَدُنَا اَلْفَ حَسَنَةٍ؟ قَالَ: يُسَبّحُ مِائَةَ تَسْبِيْحَةٍ فَيُكْتَبُ لَهُ اَلْفُ حَسَنَةٍ اَوْ يُحَطُّ عَنْهُ اَلْفُ خَطِيْئَةٍ. مسلم
Dari Mus’ab bin Sa’ad, ayahku telah bercerita kepadaku, ia berkata : Ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau bersabda, “Apakah tidak mampu salah seorang diantaramu untuk menghasilkan seribu kebaikan setiap hari ?”. Maka diantara kami ada seorang yang bertanya, ”Bagaimanakah caranya seseorang diantara kami untuk mendapatkan keuntungan seribu kebaikan itu ?”. Nabi SAW bersabda, “Bertasbih seratus kali tasbih, maka dicatat untuknya seribu kebaikan atau dihapus dari padanya seribu kesalahan”. [HR. Muslim].

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Keutamaan Dzikir kepada Allah

Keutamaan Dzikir kepada Allah
Firman Allah :
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوا اذْكُرُوا اللهَ ذِكْرًا كَثِيْرًا وَّ سَبّحُوْهُ بُكْرَةً وَّ اَصِيْلاً. الاحزاب:41-42
Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. [QS. Al-ahzab : 41-42]
وَ اذْكُرْ رَّبَّكَ فِيْ نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَّ خِيْفَةً وَّ دُوْنَ اْلجَهْرِ مِنَ اْلقَوْلِ بِاْلغُدُوّ وَ اْلاصَالِ وَ لاَ تَكُنْ مّنَ اْلغفِلِيْنَ. الاعراف:205
Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. [QS. Al-A’raf : 205]
فَاذْكُرُوْنِيْ اَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْلِيْ وَ لاَ تَكْفُرُوْنِ. البقرة:152
Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku. [QS. Al-Baqarah : 152].
اِنَّ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ اْلمُسْلِمتِ وَ اْلمُؤْمِنِيْنَ وَ اْلمُؤْمِنتِ وَ اْلقنِتِيْنَ وَ اْلقنِتتِ وَ الصّدِقِيْنَ وَ الصّدِقتِ وَ الصّبِرِيْنَ وَ الصّبِرتِ وَ اْلخشِعِيْنَ وَ اْلخشِعتِ وَ اْلمُتَصَدّقِيْنَ وَ اْلمُتَصَدّقتِ وَ الصَّآئِمِيْنَ وَ الصَّآئِمتِ وَ اْلحفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَ اْلحفِظتِ وَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَّ الذَّاكِرتِ اَعَدَّ اللهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّ اَجْرًا عَظِيْمًا. الاحزاب:35
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam kethaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang shabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedeqah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. [QS. Al-Ahzab : 35]
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَ اْليَوْمَ اْلاخِرَ وَ ذَكَرَ اللهَ كَثِيْرًا. الاحزاب:21
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari akhir dan dia banyak menyebut Allah. [QS. Al-Ahzab : 21]
عَنْ اَبِى مُوْسَى اْلاَشْعَرِيّ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَثَلُ الَّذِى يَذْكُرُ رَبّهُ وَ الَّذِى لاَ يَذْكُرُهُ مَثَلُ اْلحَيّ وَ اْلمَيّتِ. البخارى
Dari Abu Musa Al-Asy’ariy RA ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Perumpamaan orang yang dzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak dzikir kepada-Nya, bagaikan perbedaan antara orang yang hidup dengan orang yang mati”. [HR. Bukhari]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى اَنَا عِنْدَ ظَنّ عَبْدِى بِى وَ اَنَا مَعَهُ اِذَا ذَكَرَنِى فَاِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى وَ اِنْ ذَكَرَنِى فِى مَـَلإٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَـَلإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ. البخارى و مسلم
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : Allah Ta’ala berfirman, “Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku dan Aku selalu menyertainya jika ia berdzikir (ingat) kepada-Ku, jika ia ingat kepada-Ku dalam hatinya, Aku ingat padanya dalam diri-Ku, dan jika ia dzikir (menyebut-Ku) dalam kumpulan orang-orang, niscaya Aku menyebutnya dalam kumpulan yang lebih baik dari pada mereka”. [HR. Bukhari Muslim].
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رض اَنَّ رَجُلاً قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اِنَّ شَرَائِعَ اْلاِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ فَاَخْبَرَنِى بِشَيْءٍ اَتَشَبَّبُ بِهِ؟ قَالَ: لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ. الترمذى
Dari Abdullah bin Busr RA, ia berkata : Ada seorang bertanya kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, sesungguhnya syari’at-syari’at Islam sangat banyak (amal kebaikannya), maka ajarkanlah kepada saya sesuatu yang akan saya pegang baik-baik”. Nabi SAW bersabda, “Hendaklah lidahmu selalu basah dari dzikir kepada Allah”. [HR. Tirmidzi].

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Dzikir Laa ilaaha illallooh wahdahu laa syariika lah

Dzikir Laa ilaaha illallooh wahdahu laa syariika lah
عَنْ اَبِى اَيُّوْبَ اْلاَنْصَارِيّ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: مَنْ قَالَ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ اْلحَمْدُ وَ هُوَ عَلَى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ كَانَ كَمَنْ اعْتَقَ اَرْبَعَةَ اَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ اِسْمَاعِيْلَ. البخارى و مسلم
Dari Abu Ayyub Al-Anshariy RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa membaca Laa ilaaha illaallooh wahdahu laa syariikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. (Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu) sebanyak sepuluh kali, maka ia bagaikan orang yang memerdekakan empat orang dari keturunan Nabi Ismail AS”. [HR. Bukhari dan Muslim].

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Berlaku mudah dalam jual beli dan hutang piutang

وَ اَحْسِنُوْا، اِنَّ اللهَ يُحِبُّ اْلمُحْسِنِيْنَ. البقرة:195
Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. [QS. Al-Baqarah : 195]
وَ اِنْ كَانَ ذُوْ عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ اِلى مَيْسِرَةٍ، وَ اَنْ تَصَدَّقُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. البقرة:280
Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedeqahkan (sebagian atau semua hutang), itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. [QS. Al-Baqarah : 280]
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: رَحِمَ اللهُ رَجُلاً سَمْحًا اِذَا بَاعَ، وَاِذَا اشْتَرَى وَاِذَا اقْتَضَى.البخارى 3: 9
Dari Jabir bin Abdullah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Allah menyayangi kepada orang yang mudah apabila menjual, mudah apabila membeli, dan mudah apabila menagih hutang. [HR. Bukhari juz 3, hal. 9]
عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: غَفَرَ اللهُ لِرَجُلٍ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانَ سَهْلاً اِذَا بَاعَ سَهْلاً اِذَا اشْتَرَى، سَهْلاً اِذَا اقْتَضَى. الترمذى 2: 390، رقم: 1335
Dari Jabir, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Allah mengampuni orang sebelum kalian karena dia mudah apabila menjual, mudah apabila membeli, dan mudah apabila menagih hutang. [HR. Tirmidzi juz 2, hal. 390, no. 1335]
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَدْخَلَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَ بَائِعًا وَ قَاضِيًا وَ مُقْتَضِيًا اْلجَنَّةَ. النسائى 7: 318
Dari Utsman bin Affaan, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Allah Azza wa Jalla memasukkan surga bagi orang yang mudah dalam jual beli dan mudah dalam mengembalikan hutang dan menagih hutang. [HR. Nasai juz 7, hal. 318]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِمَنْ يَحْرُمُ عَلَى النَّارِ وَ بِمَنْ تَحْرُمُ عَلَيْهِ النَّارُ؟ عَلَى كُلّ قَرِيْبٍ هَيّنٍ سَهْلٍ. الترمذى 4: 66، رقم: 2606
Dari Abdullah bin Masud, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Maukah kalian kuberitahu tentang orang yang haram atas neraka dan neraka haram atasnya ? Yaitu setiap orang yang dekat (kepada Allah), yang lembut (hatinya), lagi mudah (dalam urusannya). [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 66, no. 2606]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

15. Bertolak dari Arafah
ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. البقرة: 199
Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Baqarah : 199]
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ كَانَ قُرَيْشٌ وَمَنْ دَانَ دِينَهَا يَقِفُوْنَ بِالْمُزْدَلِفَةِ وَ كَانُوْا يُسَمَّوْنَ اْلحُمْسَ وَ كَانَ سَائِرُ اْلعَرَبِ يَقِفُوْنَ بِعَرَفَةَ. فَلَمَّا جَاءَ اْلاِسْلاَمُ اَمَرَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ نَبِيَّهُ ص اَنْ يَأْتِيَ عَرَفَاتٍ فَيَقِفَ بِهَا ثُمَّ يُفِيْضَ مِنْهَا فَذلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَ جَلَّ {ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ}. مسلم 2: 893
Dari Aisyah RA, ia berkata, Pada zaman dahulu orang-orang Quraisy dan orang-orang yang seagama dengannya biasa berwuquf di Muzdalifah, dan mereka menamakan Al-Hums, sedangkan orang-orang Arab lainnya sama wuquf di padang Arafah. Ketika Islam datang, Allah Azza wa Jalla menyuruh kepada Nabi-Nya SAW supaya datang ke Arafah dan mengerjakan wuquf di sana, kemudian berangkat dari sana. Yang demikian itulah yang dimaksud dengan firman Allah Azza wa Jalla (Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak) [QS. Al-Baqarah : 199]. [HR. Muslim juz 2, hal. 893, no. 151]
عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ عُرْوَةُ كَانَ النَّاسُ يَطُوفُوْنَ فِى اْلجَاهِلِيَّةِ عُرَاةً اِلاَّ اْلحُمْسَ وَ اْلحُمْسُ قُرَيْشٌ وَ مَا وَلَدَتْ وَ كَانَتِ اْلحُمْسُ يَحْتَسِبُوْنَ عَلَى النَّاسِ يُعْطِي الرَّجُلُ الرَّجُلَ الثّيَابَ يَطُوْفُ فِيْهَا وَ تُعْطِي اْلمَرْأَةُ اْلمَرْأَةَ الثّيَابَ تَطُوْفُ فِيْهَا فَمَنْ لَمْ يُعْطِهِ اْلحُمْسُ طَافَ بِاْلبَيْتِ عُرْيَانًا، وَ كَانَ يُفِيْضُ جَمَاعَةُ النَّاسِ مِنْ عَرَفَاتٍ وَ تُفِيْضُ اْلحُمْسُ مِنْ جَمْعٍ. قَالَ وَ اَخْبَرَنِي اَبِى عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ هذِهِ اْلآيَةَ نَزَلَتْ فِى اْلحُمْسِ {ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ}قَالَ كَانُوْا يُفِيْضُوْنَ مِنْ جَمْعٍ فَدُفِعُوْا اِلَى عَرَفَاتٍ. البخارى 2: 175
Dari Hisyam bin ‘Urwah, ‘Urwah berkata : Dahulu orang-orang di zaman Jahiliyyah thawaf dengan telanjang, kecuali bangsa Quraisy dan anak-anaknya. Dan mereka (Al-Hums) mencari pahala dengan berbuat baik kepada orang-orang, orang laki-laki mereka memberi pakaian kepada orang laki-laki untuk thawaf, demikian pula wanita memberi pakaian kepada wanita untuk thawaf. Sedangkan orang yang tidak diberi pakaian oleh orang Quraisy, maka harus thawaf di Baitullah sambil telanjang. Dan dahulu orang-orang bertolak dari ‘Arafah sedangkan Al-Hums (Quraisy) bertolak dari Muzdalifah. Hisyam bin ‘Urwah berkata : Ayahku memberitahukan dari ‘Aisyah RA, bahwa ayat ini (Tsumma afiidluu min haitsu afaadlonnaas) yang artinya : (Kemudian bertolaklah kalian dari tempat bertolaknya orang-orang banyak), diturunkan tentang orang-orang Hums. (‘Urwah) berkata, “Dahulu mereka bertolak dari Muzdalifah, maka diperintahkan supaya bertolak dari ‘Arafah”. [HR. Bukhari juz 2, hal. 175, no. 1593]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tahallul, Waktu Thawaf,Doa di Shafa ......

Tahallul umrah setelah sai bagi yang berhajji tamathu
عَنْ جَابِرٍ رض قَالَ: خَرَجْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص مُهِلّيْنَ بِاْلحَجّ مَعَنَا النّسَاءُ وَ اْلوِلْدَانُ، فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ طُفْنَا بِاْلبَيْتِ وَ بِالصَّفَا وَ المَرْوَةِ فَقَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ لَمْ يَكُنْ مَعَهُ هَدْيٌ فَلْيَحْلِلْ. قَالَ: قُلْنَا: اَيُّ اْلحِلّ؟ قَالَ: اْلحِلُّ كُلُّهُ. قَالَ: فَاَتَيْنَا النّسَاءَ وَ لَبِسْنَا الثّيَابَ وَ مَسِسْنَا الطّيْبَ. فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ التَّرْوِيَةِ اَهْلَلْنَا بِاْلحَجّ وَ كَفَانَا الطَّوَافُ اْلاَوَّلُ بَيْنَ الصَّفَا وَ اْلمَرْوَةِ، فَاَمَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص اَنْ نَشْتَرِكَ فِي اْلاِبِلِ وَ اْلبَقَرِ كُلُّ سَبْعَةٍ مِنَّا فِي بَدَنَةٍ. مسلم 2: 882
Dari Jabir RA, ia berkata : Kami pergi bersama Rasulullah SAW berihram hajji, ikut bersama kami para wanita dan anak-anak. Setelah kami tiba di Makkah, kami lalu melakukan thawaf di Kabah, dan sai antara Shafa dan Marwah. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang tidak membawa hadyu (binatang sembelihan), hendaklah bertahallul. Jabir berkata : Kami bertanya, Apa sajakah yang dihalalkan ?. Rasulullah SAW menjawab, Halal semuanya. Jabir berkata : Lalu kami menggauli istri, memakai pakaian biasa, dan memakai minyak wangi. Ketika hari Tarwiyah (tanggal 8 Dzulhijjah), kami melakukan ihram hajji. Dan mencukupi pada kami thawaf yang pertama antara Shafa dan Marwah (bagi yang berhajji qiraan). Kemudian Rasulullah SAW menyuruh kami supaya gabungan menyembelih seekor unta atau lembu untuk tujuh orang. [HR. Muslim juz 2, hal. 882]
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض قَالَ: اَهْلَلْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ص بِاْلحَجّ، فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ اَمَرَنَا اَنْ نَحِلَّ وَ نَجْعَلَهَا عُمْرَةً فَكَبُرَ ذلِكَ عَلَيْنَا وَ ضَاقَتْ بِهِ صُدُوْرُنَا، فَبَلَغَ ذلِكَ النَّبِيَّ ص. فَمَا نَدْرِي اَشَيْءٌ بَلَغَهُ مِنْ السَّمَاءِ اَمْ شَيْءٌ مِنْ قِبَلِ النَّاسِ، فَقَالَ: اَيُّهَا النَّاسُ، اَحِلُّوْا، فَلَوْلاَ اْلهَدْيُ الَّذِيْ مَعِي فَعَلْتُ كَمَا فَعَلْتُمْ. قَالَ: فَاَحْلَلْنَا حَتَّى وَطِئْنَا النّسَاءَ وَ فَعَلْنَا مَا يَفْعَلُ اْلحَلاَلُ حَتَّى اِذَا كَانَ يَوْمُ التَّرْوِيَةِ وَ جَعَلْنَا مَكَّةَ بِظَهْرٍ اَهْلَلْنَا بِاْلحَجّ. مسلم 2: 884
Dari Jabir bin Abdullah RA, ia berkata : Kami berihram hajji bersama Rasulullah SAW. Setelah tiba di Makkah, beliau menyuruh kami (setelah thawaf dan sai) supaya bertahallul dan menjadikannya ihram umrah. Kami merasa keberatan dan hati kami kecewa dengan perintah Rasulullah SAW tersebut. Kemudian kejadian itu sampai kepada Nabi SAW, kami tidak tahu apakah beliau mengetahui hal itu dari langit atau dari orang-orang. Kemudian beliau bersabda, Wahai para manusia, bertahallullah kalian. Seandainya saya tidak membawa binatang sembelihan, tentu saya akan melakukan seperti yang kalian lakukan. Jabir berkata : Lalu kami bertahallul. Lalu kami mengumpuli istri dan melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang tidak berihram. Ketika memasuki hari tarwiyah, kami meninggalkan Makkah (menuju Mina) dengan berihram hajji. [HR. Muslim juz 2, hal. 884]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: لَمَّا قَدِمَ النَّبِيّ ص مَكَّةَ اَمَرَ اَصْحَابَهُ اَنْ يَطُوْفُوْا بِاْلبَيْتِ وَ بِالصَّفَا وَ اْلمَرْوَةِ ثُمَّ يَحِلُّوْا وَ يَحْلِقُوْا اَوْ يُقَصّرُوْا. البخارى 2: 189
Dari Ibnu ‘Abbas RA, ia berkata : Setelah Nabi SAW tiba di Makkah, beliau menyuruh para shahabat supaya thawaf di Baitullah, dan sa’i antara Shafa dan Marwah, kemudian bertahallul, mencukur atau memotong rambut. [HR. Bukhari juz 2, hal. 189]
Keterangan :
Bagi yang mengerjakan haji Tamattu’ selesai mengerjakan sa’i antara Shafa dan Marwah, lalu tahallul (memotong rambut) maka sudah bebas dari seluruh larangan ihram, tinggal menunggu hari Tarwiyah untuk mengerjakan hajji.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Membaca talbiyah setelah memakai pakaian ihram.

Membaca talbiyah setelah memakai pakaian ihram.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ تَلْبِيَةَ رَسُوْلِ اللهِ ص: لَبَّيْكَ اَللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، اِنَّ الْحَمْدَ وَ النّعْمَةَ لَكَ وَ الْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ. مسلم 2: 841
Dari Abdullah bin Umar bahwasanya talbiyah Rasulullah SAW adalah, labbaik alloohumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, innal hamda wannimata laka wal mulk, laa syariika lak. (Kusambut panggilanMu ya Allah kusambut panggilanMu, kusambut panggilanMu tiada sekutu bagiMu kusambut panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu dan begitu pula kerajaan, tiada sekutu bagiMu). [HR. Muslim juz 2, hal. 841].
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص كَانَ اِذَا اسْتَوَتْ بِهِ رَاحِلَتُهُ قَائِمَةً عِنْدَ مَسْجِدِ ذِى اْلحُلَيْفَةِ اَهَلَّ فَقَالَ: لَبَّيْكَ اللّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، اِنَّ اْلحَمْدَ وَ النّعْمَةَ لَكَ وَ اْلمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ. مسلم 2: 842
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA bahwasanya Rasulullah SAW ketika telah berada di atas punggung untanya di sisi masjid Dzul Hulaifah, beliau membaca talbiyah, labbaik alloohumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, innal hamda wannimata laka wal mulk, laa syariika lak (Kusambut panggilanMu ya Allah kusambut panggilanMu, kusambut panggilanMu tiada sekutu bagiMu kusambut panggilanMu. Sesungguhnya segala puji dan nikmat adalah milikMu dan begitu pula kerajaan, tiada sekutu bagiMu). [HR. Muslim juz 2, hal. 842]
عَنْ خَلاَّدِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ اَبِيْهِ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اَتَانِى جِبْرِيْلُ فَاَمَرَنِى اَنْ آمُرَ اَصْحَابِى اَنْ يَرْفَعُوْا اَصْوَاتَهُمْ بِاْلاِهْلاَلِ. ابن ماجه 2: 975، رقم: 2922
Dari Khallad bin Saaib, dari ayahnya, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Jibril datang kepadaku dan menyuruhku agar memerintahkan kepada para shahabatku agar mereka mengeraskan suara talbiyah”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 974, no. 2922]
عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدِ اْلجُهَنِىّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: جَاءَنِى جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مُرْ اَصْحَابَكَ فَلْيَرْفَعُوْا اَصْواتَهُمْ بِالتَّلْبِيَةِ، فَاِنَّهَا مِنْ شِعَارِ اْلحَجّ. ابن ماجه 2: 975، رقم: 2923
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhaniy, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Jibril datang kepadaku lalu berkata : Hai Muhammad, suruhlah para shahabatmu untuk mengeraskan suara mereka ketika bertalbiyah, karena talbiyah itu termasuk syi’ar hajji”. [HR. Ibu Majah juz 2, hal. 975, no. 2923]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Menyebar-luaskan ilmu dan larangan menyembunyikannya.

Menyebar-luaskan ilmu dan larangan menyembunyikannya.
Firman Allah SWT :
وَ اَنْزَلْنَا اِلَيْكَ الذّكْرَ لِتُبَيّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزّلَ اِلَيْهِمْ وَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ. النحل:44
Dan Kami turunkan kepadamu Al-Qur'an, agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkannya. [QS. An-Nahl : 44]
ياَيُّهَا الرَّسُوْلُ بَلّغْ مَا اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبّكَ، وَ اِنْ لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسلَتَه، وَ اللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ، اِنَّ اللهَ لاَ يَهْدِى اْلقَوْمَ اْلكفِرِيْنَ. المائدة:67
Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir. [QS. Al-Maidah : 67]
اُدْعُ اِلى سَبِيْلِ رَبّكَ بِاْلحِكْمَةِ وَ اْلمَوْعِظَةِ اْلحَسَنَةِ وَ جَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ، اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِه وَ هُوَ اَعْلَمُ بِاْلمُهْتَدِيْنَ. النحل:125
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [QS. An-Nahl : 125]
هُوَ الَّذِيْ بَعَثَ فِى اْلاُمّيّنَ رَسُوْلاً مّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ ايتِه وَ يُزَكّيْهِمْ وَيُعَلّمُهُمُ اْلكِتبَ وَ اْلحِكْمَةَ وَ اِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَللٍ مُّبِيْنٍ. وَ اخَرِيْنَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوْا بِهِمْ، وَ هُوَ اْلعَزِيْزُ اْلحَكِيْمُ. الجمعة:2-3
Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan hikmah (As-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata, dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS. Al-Jumu'ah : 2-3]
اِنَّآ اَرْسَلْنكَ بِاْلحَقّ بَشِيْرًا وَّ نَذِيْرًا وَّلاَ تُسْئَلُ عَنْ اَصْحبِ اْلجَحِيْمِ. البقرة:119
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. [QS. Al-Baqarah : 119]
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ اْلبَيّنتِ وَ اْلهُدى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنّهُ لِلنَّاسِ فِى اْلكِتبِ اُولئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَ يَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ. اِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَ اَصْلَحُوْا وَ بَيَّنُوْا فَاُولئِكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ، وَ اَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. البقرة:159-160
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Aku-lah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Baqarah : 159 - 160]
اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلَ اللهُ مِنَ اْلكِتبِ وَيَشْتَرُوْنَ بِه ثَمَنًا قَلِيْلاً اُولئِكَ مَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ اِلاَّ النَّارَ وَلاَ يُكَلّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ اْلقِيمَةِ وَلاَ يُزَكّيْهِمْ ، وَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ. البقرة:174
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang amat pedih. [QS. Al-Baqarah : 174]

Hadits-hadits Nabi SAW :
عَنْ عُثْمَانَ رض عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ. البخارى 6: 108
Dari Utsman (bin Affan) RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya". [HR. Bukhari juz 6, hal. 108]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Islam Agama tauhid


Islam adalah agama tauhid
Firman Allah SWT :
اِنَّ الدّيْنَ عِنْدَ اللهِ الاِسْلاَمُ، وَ مَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلكِتبَ اِلاَّ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ اْلعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ، وَ مَنْ يَّكْفُرْ بِايتِ اللهِ فَاِنَّ اللهَ سَرِيْعُ اْلحِسَابِ.(19) فَاِنْ حَاجُّوْكَ فَقُلْ اَسْلَمْتُ وَجْهِيَ ِللهِ وَ مَنِ اتَّبَعَنِ، وَ قُلْ لّلَّذِيْنَ اُوْتُوا اْلكِتبَ وَ الاُمّيّنَ ءَاَسْلَمْتُمْ، فَاِنْ اَسْلَمُوْا فَقَدِ اهْتَدَوْا وَ اِنْ تَوَلَّوْا فَاِنَّمَا عَلَيْكَ اْلبَلغُ، وَ اللهُ بَصِيْرٌ بِاْلعِبَادِ. (20) ال عمران: 19-20
Sesungguhnya agama (yang diridlai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (19)
Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah, "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang ummi, "Apakah kamu (mau) masuk Islam ?". Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (20) [QS. Ali Imraan : 19-20]
اَفَغَيْرَ دِيْنِ اللهِ يَبْغُوْنَ وَ لَه اَسْلَمَ مَنْ فِى السَّموَاتِ وَ الاَرْضِ طَوْعًا وَّ كَرْهًا وَّ اِلَيْهِ يُرْجَعُوْنَ(83) قُلْ امَنَّا بِاللهِ وَ مَآ اُنْزِلَ عَلَيْنَا وَ مَآ اُنْزِلَ عَلى اِبْرهِيْمَ وَ اِسْمعِيْلَ وَ اِسْحقَ وَ يَعْقُوْبَ وَ الاسْبَاطِ وَ مَآ اُوْتِيَ مُوْسى وَ عِيْسى وَ النَّبِيُّوْنَ مِنْ رَّبّهِمْ لاَ نُفَرّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مّنْهُمْ وَ نَحْنُ لَه مُسْلِمُوْنَ(84) وَ مَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الاسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُ، وَ هُوَ فِى اْلاخِرَةِ مِنَ اْلخسِرِيْنَ(85) آل عمران: 83-85
Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan (83)
Katakanlah, "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri. (84)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (85) [QS. Ali Imraan : 83-85]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS