6/26/2015

Dibolehkan mengadakan hiburan pada acara walimah

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حَاطِبٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: فَصْلُ بَيْنَ اْلحَلاَلِ وَ اْلحَرَامِ الدُّفُّ وَ الصَّوْتُ فِى النّكَاحِ. ابن ماجه 1: 611، رقم: 1896
Dari Muhammad bin Haathib, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Yang membedakan antara yang halal dan yang haram adalah rebana dan suara (diumumkannya) dalam pernikahan. [HR. Ibnu Majah juz 1, hal. 611, no. 1896]

Allah Maha Lembut, Maha Penyantun

Allah Maha Lembut, Maha Penyantun

وَ جَعَلُوْا للهِ شُرَكَآءَ الْجِنَّ وَ خَلَقَهُمْ وَ خَرَقُوْا لَه بَنِيْنَ وَ بَنتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ، سُبْحنَه وَ تَعلى عَمَّا يَصِفُوْنَ(100) بَدِيْعُ السَّموتِ وَ اْلاَرْضِ، اَنّى يَكُوْنُ لَه وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَّه صَاحِبَةٌ، وَ خَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ، وَ هُوَ بِكُلّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ(101) ذلِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ، لآَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ، خَالِقُ كُلّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوْهُ، وَ هُوَ عَلى كُلّ شَيْءٍ وَّكِيْلٌ(102) لاَ تُدْرِكُهُ اْلاَبْصَارُ وَ هُوَ يُدْرِكُ اْلاَبْصَارَ، وَ هُوَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ(103) الانعام: 100-103
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): "Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan", tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan. (100)
Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (101)
(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Tuhan kamu; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (102)
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan, dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (103) [QS. Al-An’aam : 100-103]

Kisah terbunuhnya Musailimah Al-Kadzdzaab.

Kisah terbunuhnya Musailimah Al-Kadzdzaab.

Di dalam tarikh Al-Bidaayah wan Nihaayah disebutkan sebagai berikut : 
ثُمَّ تَذَامَرَ الصَّحَابَةُ بَيْنَهُمْ وَ قَالَ ثَابِتُ بْنُ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ: بِئْسَ مَا عَوّدْتُمْ اَقْرَانُكُمْ، وَ نَادَوْا مِنْ كُلّ جَانِبٍ: اَخْلِصْنَا يَا خَالِدُ، فَخَلَصَتْ ثُلَّةٌ مِنَ الْمُهَاجِرِيْنَ وَ اْلاَنْصَارِ
Situasi semakin genting, lalu para shahabat saling memberi semangat, Tsabit bin Qais bin Syammas menyerukan, “Alangkah jelek perbuatan kalian terhadap rekan-rekan kalian”. Ia mulai menyeru ke setiap penjuru, “Bantulah kami wahai Khalid”. Lalu sebagian dari kaum Muhajirin dan Anshar berdatangan membantu.

Allah Maha Penerima Taubat (2)

Allah Maha Penerima Taubat (2)

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيّنتِ وَ الْهُدى مِنْ بَعْدِ مَا بَيّنّهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتبِ اُولئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَ يَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ(159) اِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَ اَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولئِكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ، وَ اَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(160) البقرة: 159-160
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nati, (159)
kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (160) [QS. Al-Baqarah : 159-160]

Diantara nama-nama/sifat-sifat Allah

Diantara nama-nama/sifat-sifat Allah yang menunjukkan bahwa Allah Maha Pencipta, 
Maha mengadakan sesuatu (1)

1. Allah.
اللهُ خَالِقُ كُلّ شَيْءٍ وَّ هُوَ عَلى كُلّ شَيْءٍ وَكِيْلٌ(62) لَه مَقَالِيْدُ السَّموتِ وَ اْلارْضِ، وَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِايتِ اللهِ اُولئِكَ هُمُ الْخسِرُوْنَ(63) الزمر: 62-63
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. (62)
Kepunyaan-Nya lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi. (63) [QS. Az-Zumar : 62-63]

5/29/2015

Larangan membunuh wanita, anak-anak dan orang-orang lemah dalam peperangan.

Larangan membunuh wanita, anak-anak dan orang-orang lemah dalam peperangan.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض قَالَ وُجِدَتِ امْرَأَةٌ مَقْتُوْلَةً فِيْ بَعْضِ مَغَازِي رَسُوْلِ اللهِ ص فَنَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص عَنْ قَتْلِ النّسَاءِ وَالصّبْيَانِ. البخارى 4: 21
Dari Ibnu 'Umar RA, ia berkata, “Telah ditemukan seorang wanita dalam keadaan terbunuh di sebagian peperangan Rasulullah SAW, maka Rasulullah SAW melarang membunuh wanita dan anak-anak”.  [HR. Bukhari juz 4, hal. 21]

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiiq

1. Nasabnya
Ibnu Saad menyebutkan dalam kitab Thabaqaat-nya, bahwa nasab Abu Bakar Ash-Shiddiiq adalah sebagai berikut :
اَبُوْ بَكْرِ الصّدّيْقِ وَ اسْمُهُ عَبْدُ اللهِ بْنُ اَبِى قُحَافَةَ، وَ اسْمُهُ عُثْمَانُ بْنُ عَامِرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ كَعْبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ تَيْمِ بْنِ مُرَّةَ، وَ اُمُّهُ اُمُّ اْلخَيْرِ وَ اسْمُهَا سَلْمَى بِنْتُ صَخْرِ ابْنِ عَامِرِ بْنِ كَعْبِ بْنِ سَعْدِ بْنِ تَيْمِ بْنِ مُرَّةَ. الطبقات ابن سعد 3: 169
Abu Bakar Ash-Shiddiq namanya adalah Abdullah bin Abu Quhaafah, (Abu Quhaafah) nama aslinya adalah Utsman bin Aamir bin Amr bin Kaab bin Saad bin Taim bin Murrah. Ibunya Abu Bakar adalah Ummul Khair, nama aslinya adalah Salma binti Shakhr bin Aamir bin Kaab bin Saad bin Taim bin Murrah. [Thabaqaat Ibnu Saad juz 3, hal. 169]

Tentang kehidupan Dunia

  TENTANG DUNIA فعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ...