4/29/2014

PERINGATAN UNTUK ORANG YANG BERTAQWA


PERINGATAN UNTUK ORANG YANG BERTAQWA
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيّئَاتِ اَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ الله فَهُوَ اْلمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مَنْ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ وَالاَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَمَّا بَعْدُ:
Kaum Muslimin dan Muslimat yang berbahagia, marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan banyak kenikmatan kepada kita, sehingga bangsa Indonesia telah dapat menyelesaikan pesta demokrasi (Pemilihan Umum) dengan aman, tertib dan lancar serta telah dapat memilih wakil-wakil rakyat yang diharapkan dapat melanjutkan pembangunan manusia seutuhnya untuk mensejahterakan bangsa lahiriyah maupun bathiniyah.
Rasa syukur kita kepada Allah tidak cukup hanya dengan ucapan "hamdalah" maupun sujud syukur, akan tetapi lebih dari itu semua, kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dalam arti yang sebenar-benarnya, yakni kita laksanakan perintah Allah dan kita jauhi larangan-larangan-Nya tanpa pilih-pilih.
Dengan taqwa tersebut insya Allah kita dapat memperoleh berbagai keberhasilan dalam hidup kita, terutama mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, bukan kebahagiaan yang semu, yakni kebahagiaan yang kekal di akhirat kelak, karena taqwa memang merupakan  kunci bagi keberhasilan semacam itu, sebagaimana firman Allah dalam surat Ali 'Imron 133 :
وَسَارِعُوْا اِلى مَغْفِرَةٍ مّنْ رَّبّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّموتُ وَاْلاَرْضُ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ.
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. [Ali Imran : 133]
Kaum Muslimin dan Muslimat yang berbahagia, taqwa, disamping bisa  membuahkan  kebahagiaan di akhirat, juga bisa membuahkan keberhasilan di dunia ini, yaitu dimudahkanNya semua urusan kita, diberi jalan keluar dari kesulitan, dan diberi rizki yang tidak disangka-sangka, sebagaimana firman-Nya :
وَمَنْ يَّتَّقِ الله يَجْعَلْ لَّه مَخْرَجًا. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَيَحْتَسِبُ.الطلاق:2-3
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezqi dari arah yang tiada disangka-sangkanya.[Ath-Thalaaq : 2-3]
وَمَنْ يَّتَّقِ الله يَجْعَلْ لَّه مِنْ اَمْرِه يُسْرًا.الطلاق:4
Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia mengadakan baginya kemudahan dalam urusannya. [Ath-Thalaaq : 4]

Shabar Dalam Menderita Sakit

Shabar Dalam Menderita Sakit

عَنْ صُهَـيْبٍ الرُّوْمـِيِّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبًا ِلاَمْرِ اْلمُؤْمـِنِ، اِنَّ اَمْرَهُ لَهُ كُـلَّهُ خَيْرٌ. وَ لَـيْسَ ذلِكَ ِلاَحَدٍ اِلاَّ لِلْمُؤْمـِنِ. اِذَا اَصَابَـتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. وَ اِنْ اَصَابَـتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. مسلم
Dari Shuhaib Ar-Ruumi RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda : "Mengagumkan sekali urusannya orang mukmin itu. Sesungguhnya urusannya, semuanya menjadi kebaikan baginya. Dan tidak ada yang mendapatkan demikian itu seseorangpun kecuali orang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan, bersyukur. Maka yang demikian itu adalah menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa suatu mushibah, bershabar. Maka yang demikian itu menjadi kebaikan pula baginya". [HR. Muslim]
عَنْ اَنــَسٍ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: اِنَّ عِظَمَ اْلجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ اْلبَلاَءِ. وَ اِنَّ اللهَ تَعَالَى اِذَا اَحَبَّ قَوْمًا اِبـْتَلاَهُمْ. فَمَنْ رَضِيَ فَـلَهُ الرِّضَا وَ مَنْ سَخِطَ فَـلَهُ السُّخـْطُ. ابن ماجه و الترمذى و قال حديث حسن غريب
Dari Anas RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda : "Sesungguhnya besarnya balasan itu tergantung besarnya cobaan. Dan sesungguhnya Allah Ta'ala apabila mencintai suatu kaum, maka Allah memberikan cobaan kepada mereka. Barangsiapa yang ridla, maka dia mendapatkan keridlaan Allah. Dan barangsiapa yang menggerutu (tidak ridla) maka dia mendapatkan murka Allah". [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi, dan ia mengatakan hadits hasan, gharib].

Percakapan antara Raja Habsyi (Najasyi) dengan kaum Muslimin

Percakapan antara Raja Habsyi (Najasyi) dengan kaum Muslimin

Raja Habsyi mengemukakan beberapa pertanyaan kepada kaum Muslimin, tanyanya : "Mengapa kamu sekalian tidak bersujud kepada raja ?"
Shahabat Ja'far selaku kepala rombongan menjawab : "Sesungguhnya kami tidak bersujud melainkan kepada Allah yang Maha Mulia dan Maha Tinggi".
Amr bin Ash (utusan Quraisy) berkata kepada raja : "Wahai tuanku raja : Tidakkah tuanku melihat bahwa mereka itu begitu sombong, dan mereka tidak mau menghormat kepada tuanku raja dengan penghormatan cara tuanku !".
Raja Najasyi lalu bertanya kepada kaum Muslimin : "Apa yang menghalangi kalian untuk bersujud kepadaku dan memberi penghormatan kepadaku dengan penghormatan yang telah biasa dilakukan orang kepadaku ?".
Ja'far bin Abu Thalib menjawab dengan tegas : "Demi Allah sesungguhnya kami tidak bersujud melainkan kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi".
Kemudian utusan Quraisy berkata lagi kepada raja Habsyi dengan hasutan : "Wahai tuanku raja, sesungguhnya mereka itu akan mengganggu keamanan negeri tuanku, karena mereka itu adalah orang-orang yang bodoh-bodoh. Mereka di kota Makkah selalu menimbulkan perselisihan, pertengkaran dan permusuhan di antara golongan dan bangsa sendiri. Karena mereka tidak mau mengikut agama nenek moyang mereka, mereka mengikut agama baru yang didatangkan oleh seorang pemuda, pendusta lagi papa sengsara, yang mengaku menjadi Nabi dan Rasul Allah. Agama itu sama sekali belum pernah diketahui dan dipeluk oleh nenek moyang mereka. Di kota Makkah tidak ada orang yang mengikut agama baru itu melainkan orang-orang yang tidak mempunyai fikiran, orang-orang bodoh dan tolol, orang-orang yang papa sengsara dan budak belian. Hamba berdua diutus oleh pembesar-pembesar dan kepala-kepala mereka, supaya menghadap kepada tuanku raja, untuk memohon kepada tuanku, supaya mereka segera dikembalikan ke Makkah atau lekas-lekas diusir dari wilayah negeri tuanku yang aman dan sejahtera ini. Pembesar-pembesar dan kepala-kepala mereka ingin supaya negeri tuanku senantiasa dalam keadaan aman dan sejahtera, sebagaimana yang sudah-sudah, dan jangan sampai timbul keonaran dan kerusuhan yang disebabkan oleh perbuatan-perbuatan mereka. Ya tuanku raja, pembesar-pembesar dan kepala-kepala mereka itu lebih mengetahui tentang kejahatan mereka masing-masing !".

4/22/2014

Masuk Islamnya Zunairah

Masuk Islamnya Zunairah
Zunairah, adalah seorang perempuan yang menjadi budak belian Abu Jahal. Setelah diketahui oleh tuannya bahwa ia telah mengikut seruan Nabi SAW dan masuk Islam, ia dianiaya dan disiksa oleh Abu Jahal dengan cara yang sangat kejam. Meskipun demikian dia sangat kuat pendiriannya dan kokoh tauhidnya kepada Allah. Dan Abu Jahal mendatangkan para pemuka Quraisy musyrikin, lalu Abu Jahal berkata kepada Zunairah : "Betulkah kamu sekarang telah mengikut seruan Muhammad yang celaka itu ?".
Ia menjawab dengan tegas : "Ya, saya betul-betul mengikut seruan Nabi Muhammad, saya percaya kepada seruannya dan saya benar-benar mengikut pimpinannya !".
Abu Jahal berkata kepada kawan-kawannya : "Hai kawan-kawan Quraisy ! Adakah engkau mengikut apa-apa yang didatangkan oleh Muhammad ?".
Mereka menyahut : "Tidak ! sekali-kali kami tidak akan mengikut Muhammad orang celaka itu !".
Abu Jahal berkata lagi : "Seandainya apa-apa yang didatangkan oleh Muhammad itu benar lagi baik, tentunya kita lebih dulu mengikut kepadanya daripada Zunairah itu, bukannya dia yang terlebih dulu mendapat petunjuk daripada kita ?".

Ta'rif As-Sunnah/Al-Hadits Menurut Istilah Syara'

Ta'rif As-Sunnah/Al-Hadits Menurut Istilah Syara'
Para ulama ahli hadits dan ahli ushul fiqih memberikan ta'rif kata "SUNNAH/HADITS", demikian :
مَاجَاءَ عَنِ النَّبِيِّ ص مِنْ اَقْوَالِهِ وَاَفْعَالِهِ وَ تَقْرِيْرِهِ وَمَاهَمَّ بِفِعْلِهِ.
"Apa-apa yang datang dari Nabi SAW berupa perkataan-perkataannya dan perbuatan-perbuatannya dan taqrirnya dan apa-apa yang beliau cita-citakan untuk mengerjakannya".
Singkatnya, "SUNNAH/HADITS" itu ~sepanjang istilah ahli hadits dan ahli ushul fiqih~ ialah : Sabda-sabda Nabi SAW, perbuatan-perbuatan Nabi SAW dan iqrar (taqrir) Nabi SAW, yaitu perbuatan seorang shahabat Nabi yang beliau ketahui, tetapi beliau tidak menegur atau menyalahkannya. Yang semuanya itu bersangkut paut dengan beberapa hikmah dan hukum-hukum yang berpokok dalam Al-Qur'an.
Imam Asy-Syathiby berkata dalam kitab Al-Muwafaqat : Kata "As-Sunnah" itu dipakai juga untuk nama bagi segala apa yang tidak diterangkan di dalam Al-Qur'an, baik menjadi keterangan bagi isi Al-Qur'an ataupun tidak. Dan dipakai juga sebagai lawannya "bid'ah". Seperti dikatakan : "Si Fulan itu ada di dalam sunnah". Yakni : ia mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan apa yang pernah dikerjakan oleh Nabi SAW, baik pekerjaan itu ada nash-nya di dalam Al-Qur'an ataupun tidak. Dan seperti dikatakan juga : "Si Fulan dalam bid'ah". Yakni : Apabila ia telah mengerjakan pekerjaan yang berlawanan atau menyalahi akan pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh Nabi SAW.

MASUK ISLAMNYA BEBERAPA SHAHABAT

MASUK ISLAMNYA BEBERAPA SHAHABAT
1. Masuk Islamnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA.
Abu Bakar RA. adalah seorang lelaki merdeka dan hartawan besar yang pertama kali beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan seruannya. Dan Nabi SAW sendiri pernah bersabda :
مَا دَعَوْتُ اَحَدًا اِلىَ اْلاِسْلاَمِ اِلاَّ كَانَتْ لَهُ كَبْوَةٌ غَيْرَ اَبِى بَكْرٍ.
"Tidaklah saya mengajak seseorang kepada Islam melainkan ada padanya maju-mundurnya, kecuali Abu Bakar"
Maksudnya : Nabi SAW. ketika mengajak seseorang untuk mengikut Islam, mesti orang itu ada keraguan, kecuali Abu Bakar RA. Beliau ketika mengikut Islam adalah sudah dengan keinsyafan dan keyakinan sendiri, tidak ada rasa bimbang atau ragu sedikitpun.
Diriwayatkan : Pada suatu hari shahabat Abu Bakar RA dan Nabi SAW serta para pengikut beliau (kaum Muslimin) pergi ke masjid. Setelah mereka duduk bersama di masjid. Abu Bakar mohon idzin kepada Nabi SAW. untuk berdiri di tengah masjid dan berseru kepada kaum Musyrikin Quraisy agar supaya mereka itu sadar dan mau menerima seruan Allah dan Rasul-Nya. Di kala itu Nabi SAW. menjawab : "Kita masih sedikit, hai shahabatku ! Kita masih sedikit hai Abu Bakar !" Berkali-kali beliau mengatakan demikian kepada Abu Bakar RA.

4/15/2014

Al-Ghaniy (Maha Kaya)

Al-Ghaniy (Maha Kaya)
قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَّ مَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مّنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَآ اَذًى، وَ اللهُ غَنِيٌّ حَلِيْمٌ. البقرة: 263
Perkataan yang baik dan pemberian ma'af lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. [QS. Al-Baqarah : 263]
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْآ اَنْفِقُوْا مِنْ طَيّبتِ مَا كَسَبْتُمْ وَ مِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مّنَ اْلاَرْضِ، وَ لاَ تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَ لَسْتُمْ بِاخِذِيْهِ اِلآَّ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ، وَ اعْلَمُوْآ اَنَّ اللهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ. البقرة: 267
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [QS. Al-Baqarah : 267]
وَ للهِ مَا فِي السَّموتِ وَ مَا فِي اْلاَرْضِ، وَلَقَدْ وَصَّيْنَا الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَ اِيَّاكُمْ اَنِ اتَّقُوا اللهَ، وَ اِنْ تَكْفُرُوْا فَاِنَّ للهِ مَا فِي السَّموتِ وَمَا فِي اْلاَرْضِ، وَ كَانَ اللهُ غَنِيًّا حَمِيْدًا. النساء: 131
Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir, maka (ketahuilah), sesungguhnya apa yang di langit dan apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. [QS. An-Nisaa' : 131]
هاَنْتُمْ هؤُلآَءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، فَمِنْكُمْ مَّنْ يَّبْخَلُ، وَ مَنْ يَّبْخَلْ فَاِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَّفْسِه، وَ اللهُ الْغَنِيُّ وَ اَنْتُمُ الْفُقَرَآءُ، وَ اِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لاَ يَكُوْنُوْآ اَمْثَالَكُمْ. محمد: 38
Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini). [QS. Muhammad : 38]

Tentang kehidupan Dunia

  TENTANG DUNIA فعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ...