Allah Maha Penerima Taubat

Allah Maha Penerima Taubat

اِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَآ اَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيّنتِ وَ الْهُدى مِنْ بَعْدِ مَا بَيّنّهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتبِ اُولئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللهُ وَ يَلْعَنُهُمُ اللّعِنُوْنَ(159) اِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَ اَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولئِكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ، وَ اَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(160) البقرة: 159-160
Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nati, (159)
kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itu Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (160) [QS. Al-Baqarah : 159-160]

وَ لَمَّا رَاَى الْمُؤْمِنُوْنَ اْلاَحْزَابَ قَالُوْا هذَا مَا وَعَدَنَا اللهُ وَ رَسُوْلُه و َصَدَقَ اللهُ وَ رَسُوْلُه، وَ مَا زَادَهُمْ اِلآَّ اِِيْمَانًا وَّ تَسْلِيْمًا(22) مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوْا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ، فَمِنْهُمْ مَّنْ قَضى نَحْبَه وَ مِنْهُمْ مَّنْ يَّنْتَظِرُ، وَ مَا بَدّلُوْا تَبْدِيْلاً(23) لِيَجْزِيَ اللهُ الصّدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَ يُعَذّبَ الْمُنفِقِيْنَ اِنْ شَآءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ، اِنَّ اللهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا(24) الاحزاب: 22-24
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (22)
Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya), (23)
supaya Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (24) [QS. Al-Ahzaab : 22-24]
وَكَيْفَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ثُمَّ جَآءُوْكَ يَحْلِفُوْنَ بِاللهِ اِنْ اَرَدْنَآ اِلآَّ اِحْسَانًا وَّ تَوْفِيْقًا(62) اُولئِكَ الَّذِيْنَ يَعْلَمُ اللهُ مَا فِيْ قُلُوْبِهِمْ فَاَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَ قُلْ لَّهُمْ فِيْ اَنْفُسِهِمْ قَوْلاً بَلِيْغًا(63) وَ مَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلاَّ لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللهِ، وَ لَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَلَمُوْآ اَنْفُسَهُمْ جَآءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللهَ وَ اسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا(64) النساء: 62-64
Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna". (62)
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (63)
Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditha’ati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (64) [QS. An-Nisaa’ : 62-64]
وَالسَّابِقُوْنَ اْلاَوَّلُوْنَ مِنَ الْمُهجِرِيْنَ وَ اْلانْصَارِ وَالَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُمْ بِاِحْسَانٍ رَّضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَ رَضُوْا عَنْهُ وَ اَعَدَّ لَهُمْ جَنّتٍ تَجْرِيْ تَحْتَهَا اْلاَنْهرُ خلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًا، ذلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ(100) وَ مِمَّنْ حَوْلَكُمْ مّنَ اْلاَعْرَابِ مُنفِقُوْنَ، وَ مِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النّفَاقِ، لاَ تَعْلَمُهُمْ، نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ، سَنُعَذّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلى عَذَابٍ عَظِيْمٍ(101) وَ اخَرُوْنَ اعْتَرَفُوْا بِذُنُوْبِهِمْ خَلَطُوْا عَمَلاً صَالِحًا وَّ اخَرَ سَيّئًا، عَسَى اللهُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْهِمْ، اِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ(102) التوبة: 100-102
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridla kepada mereka dan mereka pun ridla kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar. (100)
Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami-lah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. (101)
Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampur baurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (102) [QS. At-Taubah : 100-102]
خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهّرُهُمْ وَ تُزَكّيْهِمْ بِهَا وَصَلّ عَلَيْهِمْ، اِنّّ صَلوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ، وَ اللهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ(103) اَلَمْ يَعْلَمُوْآ اَنَّ اللهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِه وَ يَأْخُذُ الصَّدَقتِ وَ اَنَّ اللهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(104) التوبة: 103-104
Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (103)
Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? (104) [QS. At-Taubah : 103-104]
وَ قُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَ رَسُوْلُه وَ الْمُؤْمِنُوْنَ، وَ سَتُرَدُّوْنَ اِلى عَالِمِ الْغَيْبِ وَ الشَّهَادَةِ فَيُنَبّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ(105) وَ اخَرُوْنَ مُرْجَوْنَ لاَمْرِ اللهِ اِمَّا يُعَذّبُهُمْ وَ اِمَّا يَتُوْبُ عَلَيْهِمْ، وَ اللهُ عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ(106) التوبة: 105-106
Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan". (105)
Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengadzab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (106) [QS. At-Taubah : 105-106]
لَقَدْ تَّابَ اللهُ عَلَى النَّبِيّ وَ الْمُهجِرِيْنَ وَ اْلاَنْصَارِ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْهُ فِيْ سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيْغُ قُلُوْبُ فَرِيْقٍ مّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ، اِنَّه بِهِمْ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ(117) وَ عَلَى الثَّلثَةِ الَّذِيْنَ خُلّفُوْا، حَتّى اِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ اْلاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَ ضَاقَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْآ اَنْ لاَّ مَلْجَاَ مِنَ اللهِ اِلآَّ اِلَيْهِ، ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْا، اِنَّ اللهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ(118) التوبة: 117-118
Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang muhajirin dan orang-orang Anshar, yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka, (117)
dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (118) [QS. At-Taubah : 117-118]
ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا لاَ يَسْخَرْ قَومٌ مّنْ قَوْمٍ عَسى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مّنْهُمْ وَلاَ نِسَآءٌ مّنْ نّسَآءٍ عَسى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مّنْهُنَّ، وَلاَ تَلْمِزُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَلاَ تَنَابَزُوْا بِاْلاَلْقَابِ، بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ اْلاِيْمَانِ، وَ مَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولئِكَ هُمُ الظّلِمُوْنَ(11) ياَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مّنَ الظَّنّ اِنّّ بَعْضَ الظَّنّ اِثْمٌ وَّلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًا، اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ، وَ اتَّقُوا اللهَ، اِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ(12) الحجرات: 11-12
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. (11)
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (12) [QS, Al-Hujuraat : 11-12]
اِنَّا عَرَضْنَا اْلامَانَةَ عَلَى السَّموتِ وَاْلاَرْضِ وَ الْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَ اَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا اْلاِنْسَانُ، اِنَّه كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً(72) لِيُعَذّبَ اللهُ الْمُنفِقِيْنَ وَ الْمُنفِقتِ وَ الْمُشْرِكِيْنَ وَ الْمُشْرِكتِ وَ يَتُوْبَ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنتِ، وَ كَانَ اللهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا(73) الاحزاب: 72-73
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dhalim dan amat bodoh, (72)
sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (73) [QS. Al-Ahzaab : 72-73]
اِذَا جَآءَ نَصْرُ اللهِ وَ الْفَتْحُ(1) وَ رَاَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللهِ اَفْوَاجًا(2) فَسَبّحْ بِحَمْدِ رَبّكَ وَ اسْتَغْفِرْهُ، اِنّه كَانَ تَوَّابًا(3) النصر: 1-3
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. (1)
Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, (2)

maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat. (3) [QS. An-Nashr : 1-3

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Allah Maha Penerima Taubat"

Posting Komentar