3/25/2018

Tidak ada hijrah sesudah Fathu Makkah

Tidak ada hijrah sesudah Fathu Makkah


Bukhari meriwayatkan sebagai berikut :
عَنْ اَبِى عُثْمَانَ حَدَّثَنِى مُجَاشِعٌ، قَالَ: اَتَيْتُ النَّبِيَّ ص بِاَخِى بَعْدَ اْلفَتْحِ، قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، جِئْتُكَ بِاَخِى لِتُبَايِعَهُ عَلَى اْلهِجْرَةِ. قَالَ: ذَهَبَ اَهْلُ اْلهِجْرَةِ بِمَا فِيْهَا. فَقُلْتُ: عَلَى اَيّ شَيْءٍ تُبَايِعُهُ؟ قَالَ: اُبَايِعُهُ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَاْلاِيْمَانِ وَاْلجِهَادِ. فَلَقِيْتُ اَبَا مَعْبَدٍ بَعْدُ: وَ كَانَ اَكْبَرُهُمَا فَسَاَلْتُهُ فَقَالَ: صَدَقَ مُجَاشِعٌ. البخارى 5: 97
Dari Abu 'Utsman, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Mujasyi', ia berkata : Saya datang kepada Nabi SAW dengan saudara laki-laki saya setelah Fathu Makkah, lalu saya berkata, "Ya Rasulullah, saya datang kepada engkau dengan saudara laki-laki saya agar engkau membai'atnya atas hijrah". Beliau bersabda, "Orang-orang yang hijrah telah pergi dengan apa yang ada di dalamnya". Lalu saya bertanya, "Atas sesuatu apa engkau membai'atnya ?". Beliau bersabda, "Aku akan membai'atnya atas Islam, iman dan jihad". Lalu sesudah itu saya (Abu 'Utsman) bertemu Ma'bad, ia adalah yang lebih tua diantara keduanya. Saya bertanya kepadanya, lalu ia menjawab, "Mujasyi' benar". [HR. Bukhari juz 5, hal. 97]

عَنْ اِبِى عُثْمَانَ النَّهْدِيّ عَنْ مُجَاشِعٍ بْنِ مَسْعُوْدٍ اِنْطَلَقْتُ بِاَبِى مَعْبَدٍ اِلىَ النَّبِيّ ص لِيُبَايِعَهُ عَلَى اْلهِجْرَةِ. قَالَ: مَضَتِ اْلهِجْرَةُ ِلاَهْلِهَا، اُبَايِعُهُ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَ اْلجِهَادِ. فَلَقِيْتُ اَبَا مَعْبَدٍ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ: صَدَقَ مُجَاشِعٌ. البخارى 5: 97
Dari Abu 'Utsman An-Nahdiy, dari Mujasyi' bin Mas'ud, ia berkata : Saya pergi dengan Abu Ma'bad kepada Nabi SAW agar beliau membai'atnya atas hijrah. Beliau bersabda, "Hijrah telah berlalu bagi orang-orang yang (mengikuti)nya, tetapi aku akan membai'atnya atas Islam dan jihad". Lalu saya (Abu 'Utsman) bertemu Abu Ma'bad, saya bertanya kepadanya, lalu ia menjawab, "Mujasyi' benar". [HR. Bukhari juz 5, hal. 97]
عَنْ عَطَاءِ بْنِ اَبِى رَبَاحٍ قَالَ: زُرْتُ عَائِشَةَ مَعَ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ فَسَأَلَهَا عَنِ اْلهِجْرَةِ. فَقَالَتْ: لاَ هِجْرَةَ اْليَوْمَ، كَانَ اْلمُؤْمِنُ يَفِرُّ اَحَدُهُمْ بِدِيْنِهِ اِلىَ اللهِ وَ اِلىَ رَسُوْلِهِ ص مَخَافَةَ اَنْ يُفْتَنَ عَلَيْهِ. فَاَمَّا اْليَوْمَ فَقَدْ اَظْهَرَ اللهُ اْلاِسْلاَمَ. فَاْلمُؤْمِنُ يَعْبُدُ رَبَّهُ حَيْثُ شَاءَ، وَ ل?كِنْ جِهَادٌ وَ نِيَّةٌ. البخارى 5: 98
Dari 'Atha' bin Abu Rabah, ia berkata : Saya berkunjung kepada 'Aisyah bersama 'Ubaid bin 'Umair. Ia bertanya kepada 'Aisyah tentang hijrah, lalu dia menjawab, "Sekarang ini tidak ada lagi hijrah. Dahulu seorang mukmin lari dengan membawa agamanya kepada Allah dan Rasul-Nya, karena takut mendapat fitnah (gangguan). Adapun saat ini, Allah telah memberi kemenangan kepada agama Islam. Seorang mukmin dapat menyembah Tuhannya dimana pun ia kehendaki, tetapi (sekarang ini yang ada) adalah jihad dan niat". [HR. Bukhari juz 5, hal. 98]
Penghancuran behala-berhala
Sesudah kota Makkah jatuh ke tangan kekuasaan Nabi SAW, dan segenap penduduknya telah tunduk di bawah pemerintahan Islam, maka sebelum Nabi SAW dan kaum muslimin kembali ke Madinah, beliau mengerahkan tiga pasukan muslimin ke tempat-tempat penyembahan berhala atau sumber-sumber kemusyrikan yang ada di sekeliling kota Makkah, untuk menghancurkan patung-patung berhala yang terbesar dan yang dipandang paling sakti di sekitar kota Makkah tersebut. Tiga pasukan itu dipimpin oleh Khalid bin Walid, 'Amr bin 'Ash dan Sa'ad bin Zaid.
Pasukan yang dipimpin oleh Khalid bin Walid
Pasukan ini terdiri dari tiga puluh orang tentara berkuda, dikerahkan ke dusun Nakhlah untuk menghancurkan patung berhala 'Uzza. Berhala 'Uzza ini adalah sebuah berhala yang dipuja dan dimuliakan oleh orang-orang 'Arab terutama oleh suku Quraisy Kinanah dan Mudlar. Berhala 'Uzza tersebut dibuatkan sebuah rumah dan ada penjaga dan juru kuncinya dari kaum banu Syaiban dari banu Sulaim.
Shahabat Khalid bin Walid bersama tiga puluh orang tentara muslimin setelah sampai di dusun tersebut lalu bergerak meruntuhkan rumah berhala 'Uzza yang terkenal itu. Setelah selesai meruntuhkan berhala itu lalu mereka kembali ke Makkah. Setiba di Makkah mereka segera melaporkan kepada Nabi SAW bahwa patung berhala 'Uzza telah dihancurkan. Setelah mendengar laporan Khalid bin Walid itu lalu Nabi SAW bertanya : مَا رَأَيْتَ؟  "Apakah yang kamu lihat (ketika kamu meruntuhkannya) ?". Khalid menjawab : لَمْ أَرَ شَيْئًا "Aku tidak melihat sesuatupun". Maka Rasulullah SAW menyuruhnya supaya kembali.
Kemudian Khalid segera kembali bersama tentaranya, dan sesampai di tempat berhala 'Uzza tadi lalu segera menghancurkannya. Ketika pasukan Khalid menghancurkan berhala 'Uzza tersebut, tiba-tiba dari dalam rumah berhala itu keluar perempuan hitam, telanjang bulat dan rambutnya kusut dan berdebu.
Kemudian dengan cepat Khalid bin Walid membunuhnya dengan pedang, sehingga binasalah ia. Kemudian Khalid mengucapkan :
يَا عُزَّى كُفْرَانَكِ لاَ سُبْحَانَكِ، اِنّى رَأَيْتُ اللهَ قَدْ اَهَانَكِ
Hai 'Uzza, aku tidak percaya kepadamu serta tidak mensucikan kamu ! Sesungguhnya aku mengetahui bahwa Allah telah menghinakan kamu. [Al-Bidayah wan Nihayah juz 4, hal. 712]
Pasukan yang dipimpin oleh 'Amr bin Al-'Ash
Pasukan ini dikerahkan oleh Nabi SAW ke sebuah dusun yang benama Ruhath, yang jauhnya kira-kira lima kilometer dari Makkah, untuk menghancurkan berhala Suwa'. Menurut riwayat, berhala Suwa' ini adalah berhala yang dipuja dan disembah oleh kaum nabi Nuh, lalu dibawa ke tanah 'Arab dan disembah oleh bangsa 'Arab, terutama oleh kaum banu Hudzail. Dan Suwa' itulah sebesar-besar berhala yang dipuja oleh kaum banu Hudzail di masa itu.
'Amr bin Al-'Ash bersama pasukan muslimin setelah sampai ke tempat yang dituju lalu mendekati behala yang dianggap sakti oleh kebanyakan kaum musyrikin itu, lalu menghancurkannya. Dengan demikian berhala Suwa' yang dianggap sakti dan keramat itu telah hancur, dan juru kuncinya seketika itu masuk Islam.
Pasukan yang dimpimpin Sa'ad bin Zaid
Pasukan ini terdiri dari dua puluh orang tentara berkuda dikerahkan oleh Nabi SAW untuk berangkat menuju ke dusun Musyallal untuk menghancurkan berhala yang disebut Manaat. Berhala Manaat ini adalah sebuah berhala yang dipuja dan disembah di masa jahiliyah oleh kaum Aus dan Khazraj, dan lain-lain suku bangsa 'Arab yang beragama seperti mereka.
Setelah pasukan ini tiba di tempat yang dituju, pasukan Sa'ad bin Zaid segera mendekati berhala Manaat yang tekenal sakti dan keramat itu kemudian menghancurkannya. Setelah menyelesaikan tugasnya itu Sa'ad bin Zaid beserta pasukannya segera kembali ke Makkah dengan selamat.
Tentara Islam dikirim ke banu Jadzimah
Sekembali shahabat Khalid bin Walid dari menyelesaikan tugas menghancurkan patung berhala 'Uzza sebagaimana tersebut di atas, lalu Nabi SAW memerintahkan supaya berangkat memimpin satu pasukan tentara Islam sebanyak 350 orang yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar serta kaum banu Sulaim, menuju ke tempat kaum banu Jadzimah. Nabi SAW memerintahkan kepada Khalid bin Walid supaya menyerukan Islam kepada mereka.
Khalid bin Walid bersama tentaranya sebanyak 350 orang berangkat dari Makkah dan terus menuju ke kabilah banu Jadzimah. Setelah banu Jadzimah mengetahui bahwa Khalid bin Walid bersama pasukannya dan banu Sulaim menuju ke kabilah mereka, lalu mereka bersiap-siap dengan senjata lengkap untuk melawan Khalid bin Walid dan pasukannya.
Setelah pasukan Khalid bin Walid tiba di kabilah mereka, lalu Khalid berkata :
ضَعُوا السّلاَحَ فَاِنَّ النَّاسَ قَدْ اَسْلَمُوْا. البداية و النهاية 4: 708
Letakkanlah senjata kalian, sungguh orang-orang sudah masuk Islam. [Al-Bidayah wan Nihayah juz 4, hal. 708]
Mereka masing-masing lalu meletakkan senjata mereka. Dan ketika itu ada seorang dari banu Jadzimah yang bernama Jahdam berkata kepada kawannya :
وَيْلَكُمْ يَا بَنِى جَذِيْمَةَ، اِنَّهُ خَالِدٌ، وَ اللهِ مَا بَعْدَ وَضْعِ السّلاَحِ اِلاَّ اْلاَسَارَ وَ مَا بَعْدَ اْلاَسَارِ اِلاَّ ضَرْبَ اْلاَعْنَاقِ، وَ اللهِ لاَ اَضَعُ سِلاَحِى اَبَدًا. البداية و النهاية 4: 708
Celaka kalian hai banu Jadzimah, sesungguhnya dia adalah Khalid. Demi Allah, tidaklah setelah kalian meletakkan senjata kecuali pasti kalian ditawan. Dan tidaklah setelah ditawan, kecuali pasti akan dipenggal leher kalian. Demi Allah, aku tidak akan meletakkan senjataku selamanya. [Al-Bidayah wan Nihayah juz 4, hal. 708]
Setelah mendengar perkataan Jahdam itu, lalu orang-orang banu Jadzimah menangkapnya dan berkata :
يَا جَحْدَمُ، اَ تُرِيْدُ اَنْ تَسْفِكَ دِمَاءَنَا؟ اِنَّ النَّاسَ قَدْ اَسْلَمُوْا وَ وُضِعَتِ اْلحَرْبُ وَ ا?مَنَ النَّاسُ. البداية و النهاية 4: 708
Hai Jahdam, apakah kamu akan menumpahkan darah kami, padahal orang-orang telah masuk Islam, dan peperangan telah dihentikan dan orang-orang telah beriman ?". [Al-Bidayah wan Nihayah juz 4, hal. 708]
Kemudian mereka melucuti senjata Jahdam. Dengan singkat banu Jadzimah telah meletakkan senjata mereka karena thaat pada perkataan Khalid, tetapi setelah itu Khalid bin Walid memerintahkan tentaranya supaya menawan mereka, yang akhirya mereka semua ditawan.
Kemudian Khalid bin Walid memerintahkan kepada segenap pasukannya, bahwa barangsiapa yang mempunyai tawanan hendaklah tawanan itu dibunuh. Dan perintah itupun dilaksanakna juga oleh sebagian pasukannya. Tetapi tidak semuanya mengikuti perintah itu, dan sebagian lagi tidak mau menthaati perintah Khalid tersebut, mereka masing-masing melepas tawanan yang di tangan mereka.
Kemudian diantara mereka itu ada yang melarikan diri, datang kepada Rasulullah SAW melaporkan peristiwa tersebut. Setelah Rasulullah SAW mengetahui hal tersebut, lalu seketika itu beliau mengangkat kedua tangannya dan menengadahkan ke langit berdoa kepada Allah :
اَللّهُمَّ اِنّى اَبْرَأَ اِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ خَالِدُ بْنُ اْلوَلِيْدِ
Ya Allah, sesungguhnya aku serahkan kepada Engkau dari apa yang telah diperbuat Khalid bin Walid. [Al-Bidayah wan Nihayah juz 4, hal. 709]
Bukhari meriwayatkan sebagai berikut :
عَنْ سَالِمٍ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: بَعَثَ النَّبِيُّ ص خَالِدَ بْنَ اْلوَلِيْدِ اِلىَ بَنِى جَذِيْمَةَ فَدَعَا هُمْ اِلىَ اْلاِسْلاَمِ فَلَمْ يُحْسِنُوْا اَنْ يَقُوْلُوْا اَسْلَمْنَا فَجَعَلُوْا يَقُوْلُوْنَ: صَبَأْنَا صَبَأْنَا. فَجَعَلَ خَالِدٌ يَقْتُلُ مِنْهُمْ وَ يَأْسِرُ وَ دَفَعَ اِلىَ كُلّ رَجُلٍ مِنَّا أَسِيْرَهُ حَتَّى اِذَا كَانَ يَوْمٌ اَمَرَ خَالِدٌ اَنْ يَقْتُلَ كُلُّ رَجُلٍ مِنَّا أَسِيْرَهُ فَقُلْتُ: وَ اللهِ لاَ اَقْتُلُ أَسِيْرِى، وَ لاَ يَقْتُلُ رَجُلٌ مِنْ اَصْحَابِى اَسِيْرَهُ حَتَّى قَدِمْنَا عَلَى النَّبِيّ ص فَذَكَرْنَاهُ لَهُ فَرَفَعَ النَّبِيُّ ص يَدَهُ فَقَالَ: اَللّهُمَّ اِنّى اَبْرَأَ اِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ خَالِدٌ مَرَّتَيْنِ. البخارى 5: 107
Dari Salim dari bapaknya, ia berkata : Nabi SAW mengutus Khalid bin Walid ke banu Jadzimah. Ia mengajak mereka masuk Islam, lalu mereka tidak mengatakan, "Kami masuk Islam", tetapi mereka berkata, "Kami berganti agama, kami berganti agama" (maksud mereka : Kami mau menerima Islam). Lalu Khalid membunuh sebagian diantara mereka dan menawannya, dan ia menyerahkan tawanan kepada setiap orang diantara kami. Sehingga pada suatu hari Khalid menyuruh setiap orang diantara kami untuk membunuh tawanannya. Maka saya berkata, "Demi Allah, saya tidak akan membunuh tawananku, dan tidak ada seorangpun diantara teman-temanku yang membunuh tawanannya, sehingga kami datang kepada Nabi SAW. Lalu kami menceritakan hal itu kepada beliau. Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya dan berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlepas diri kepada-Mu dari apa yang telah diperbuat Khalid". Beliau berdoa demikian dua kali. [HR. Bukhari juz 5, hal. 107]
Kemudian Nabi SAW memerintah 'Ali bin Abu Thalib supaya ke tempat peristiwa itu, supaya menyelidiki segala sesuatu yang telah dilakukan Khalid. 'Ali lalu berangkat ke kabilah banu Jadzimah, dan setiba di sana lalu menyelidiki apa yang telah diperbuat Khalid.
Setelah mendapat beberapa keterangan yang jelas dan bukti yang nyata, lalu ia menebus atau mengganti dengan harta kepada orang-orang yang keluarganya atau saudaranya telah dibunuh dan harta benda atau haq milik mereka yang telah dirusakkan oleh sebagian pasukan tersebut. Setelah semuanya dilunasi satu-persatu lalu 'Ali menanyakan, "Apakah masih ada darah atau harta benda yang belum kami ganti ?".
Setelah mendapat jawaban, "Tidak ada", maka 'Ali pun lalu memberikan sisa harta yang dibawanya dari Nabi SAW kepada segenap kaum banu Jadzimah. Yang demikian itu sekedar untuk menjaga kalau masih ada diantara mereka yang terlewat belum diganti atau diberi tebusan yang tidak mereka ketahui.
Selanjutnya 'Ali RA kembali ke Makkah, dan setiba di Makkah segera melaporkan segala sesuatu yang telah terjadi tersebut. Setelah menerima laporan dari 'Ali RA itu, Nabi SAW bersabda :
اَصَبْتَ وَ اَحْسَنْتَ
Kamu telah berbuat benar, dan kamu telah berbuat baik. [Al-Bidayah wan Nihayah juz 4, hal. 709]
Kemudian Rasulullah SAW berdiri menghadap qiblat mengangkat kedua tangannya, sehingga terlihat ketiaknya, beliau berdoa :
اَللّهُمَّ اِنّى اَبْرَأَ اِلَيْكَ مِمَّا صَنَعَ خَالِدُ بْنُ اْلوَلِيْدِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ

"Ya Allah, sesungguhnya aku serahkan kepada Engkau dari apa yang telah diperbuat Khalid bin Walid". Beliau berdoa demikian tiga kali. [Al-Bidayah wan Nihayah juz 4, hal. 709]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penaklukan selat Hindia (perang Dzaatus Salaasil) Ketika Khalid berangkat dari Yamamah menuju 'Iraq, Khalid membagi pasukanny...