Shabar menghadapi mushibah (2) عَنْ اَبِى اُمَامَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَيَقُوْلُ لِلْمَلاَئِكَةِ اِنْطَلِقُوْا اِلَى عَبْدِى فَصُبُّوْا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا، فَيَحْمَدُ اللهَ فَيَرْجِعُوْنَ فَيَقُوْلُوْنَ: يَا رَبَّنَا صَبَبْنَا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا كَمَا اَمَرْتَنَا، فَيَقُوْلُ: اِرْجِعُوْا فَاِنِّى اُحِبُّ اَنْ اَسْمَعَ صَوْتَهُ. الطبرانى فى الكبير Dari Abu Umamah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat, “Pergilah kalian kepada hamba-Ku lalu timpakanlah cobaan padanya”. Lalu hamba itu memuji kepada Allah. Maka para malaikat itu kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, kami telah menimpakan cobaan sebagaimana Engkau perintahkan kepada kami”. Maka Allah berfirman, “Kembalilah kalian, karena sesungguhnya Aku senang mendengar suara/doanya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Kabir] عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَا يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ وَصَبٍ وَ لاَ هَمٍّ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ اَذًى وَ لاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطَايَاهُ. البخارى Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidaklah menimpa kepada orang mukmin berupa kepayahan, penyakit, duka cita, kesusahan, gangguan dan tidak pula kesedihan hati, hingga terkena duripun kecuali dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahannya”. [HR. Bukhari]. عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ اْلمُسْلِمَ اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ عَنْهُ بِهَا حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا. البخارى و مسلم Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu mushibah menimpa kepada orang muslim, kecuali dengannya Allah menghapus dosa-dosanya, hingga duri yang mengenainya”. [HR. Bukhari dan Muslim] و فى رواية لمسلم: لاَ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا اِلاَّ نَقَصَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطِيْئَتِهِ. Dan di dalam riwayat Muslim, “Tidaklah sebuah duripun yang mengenai orang mukmin atau yang lebih dari itu, kecuali dengannya Allah mengurangi dosa-dosanya”. عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا يَزَالُ اْلبَلاَءُ بِاْلمُؤْمِنِ وَ اْلمُؤْمِنَةِ بِنَفْسِهِ وَ وَلَدِهِ وَ مَالِهِ حَتَّى يَلْقَ اللهَ تَعَالَى وَ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ. الترمذى و قال حديث حسن صحيح، و الحاكم و قال صحيح على شرط مسلم Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Terus menerus cobaan menimpa kepada orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia bertemu kepada Allah Ta’ala dalam keadaan tidak punya dosa”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits hasan shahih, dan Hakim ia berkata : Shahih atas syarath Muslim] عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اُصِيْبَ بِمُصِيْبَةٍ بِمَالِهِ اَوْ فِى نَفْسِهِ فَكَتَمَهَا وَ لَمْ يَشْكُهَا اِلَى النَّاسِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ اَنْ يَغْفِرَ لَهُ. الطبرانى Dari Ibnu Abbas RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ditimpa mushibah pada hartanya, atau dirinya, lalu dia menyembunyikannya dengan tidak mengeluh kepada manusia, maka haq atas Allah untuk mengampuninya”. [HR. Thabrani] عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: اَتَى رَسُوْلُ اللهِ ص شَجَرَةً فَهَزَّهَا حَتَّى تَسَاقَطَ وَرَقُهَا مَا شَاءَ اللهُ اَنْ يَتَسَاقَطَ، ثُمَّ قَالَ: اَلْمُصِيْبَاتُ وَ اْلاَوْجَاعُ اَسْرَعُ فِى ذُنُوْبِ ابْنِ آدَمَ مِنِّى فِى هذِهِ الشَّجَرَةِ. ابن ابى الدنيا و ابو يعلى Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW mendatangi sebuah pohon, lalu menggoyangkannya hingga daun-daunnya berguguran banyak sekali. Kemudian beliau bersabda, “Mushibah-mushibah dan sakit itu lebih cepat menggugurkan dosa-dosa anak Adam daripada aku menggugurkan (daun-daun) pohon ini”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Abu Ya’la] عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيِّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ وَصَبٍ حَتَّى اَلْهَمِّ يَهُمُّهُ اِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ عَنْهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ. ابن ابى الدنيا و الترمذى و قال حديث حسن Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sesuatu menimpa orang mukmin berupa lelah, susah, sakit, hingga kesedihan, kecuali dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahannya”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Tirmidzi, ia berkata : Hadits Hasan] عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: وَصَبُ اْلمُؤْمِنِ كَفَّارَةٌ لِخَطَايَاهُ. ابن ابى الدنيا و الحاكم و قال صحيح الاسناد Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sakitnya orang mukmin adalah kaffarah dosa-dosanya”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya] عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِذَا اشْتَكَى اْلعَبْدُ اْلمُؤْمِنُ اَخْلَصُهُ اللهُ مِنَ الذُّنُوْبِ كَمَا يُخَلِّصُ اْلكِيْرُ خَبَثَ اْلحَدِيْدِ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى و اللفظ له و ابن حبان فى صحيحه Dari ‘Aisyah RA bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang hamba mukmin mengaduh karena sakit, maka Allah membersihkannya dari dosa-dosa sebagaimana apinya tukang pandai besi membersihkan kotoran besi”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya] عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا ضَرَبَ عَلَى مُؤْمِنٍ عِرْقٌ قَطُّ اِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ عَنْهُ خَطِيْئَةً وَكَتَبَ لَهُ حَسَنَةً وَ رَفَعَ لَهُ دَرَجَةً. ابن ابى الدنيا و الطبرانى باسناد حسن و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح الاسناد Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu penyakit mengenai orang mukmin kecuali dengannya Allah menghapus kesalahannya, mencatat kebaikan untuknya, dan mengangkat derajatnya”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya] عَنْ اَبِى مُوْسَى رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا مَرِضَ اْلعَبْدُ اَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيْمًا صَحِيْحًا. البخارى و ابو داود Dari Abu Musa RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba sedang sakit atau sedang musafir, akan dicatat baginya seperti apa yang biasa diamalkan sewaktu tidak bepergian dan sewaktu sehat”. [HR. Bukhari dan Abu Dawud] عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَا مِنْ اَحَدٍ مِنَ النَّاسِ يُصَابُ مِنْ بَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ اِلاَّ اَمَرَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلمَلاَئِكَةَ الَّذِيْنَ يَحْفَظُوْنَهُ، قَالَ: اُكْتُبُوْا لِعَبْدِى لِكُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ مَا كَانَ يَعْمَلُ مِنْ خَيْرٍ مَا كَانَ فِى وَثَاقِى. احمد و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح على شرطهما Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidaklah seorangpun dari manusia yang ditimpa suatu balak pada jasadnya kecuali Allah memerintah kepada para malaikat yang menjaganya. Allah berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku setiap hari dan malam apa-apa yang biasa dikerjakan berupa kebaikan selama dia tetap thaat kepada-Ku”. [HR. Ahmad, lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih atas syarath Bukhari Muslim] و فى رواية لاحمد قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا كَانَ عَلَى طَرِيْقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ اْلعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ، قِيْلَ لِلْمَلَكِ اْلمُوَكَّلِ بِهِ: اُكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ اِذَا كَانَ طَلِيْقًا حَتَّى اُطْلِقَهُ اَوْ اَكْفِتَهُ اِلَيَّ. و اسناده حسن Dan dalam satu riwayat bagi Ahmad, dikatakan : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila tetap dengan beribadah pada jalan yang baik, kemudian dia sakit, dikatakan kepada malaikat yang diserahinya, “Tulislah baginya seperti amalnya diwaktu sehat, hingga dia sembuh kembali atau Aku mewafatkannya”. عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا ابْتَلَى اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلبَعْدَ اْلمُسْلِمَ بِبَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ لِلْمَلَكِ اُكْتُبْ لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ، وَ اِنْ شَفَاهُ غَسَلَهُ وَ طَهَّرَهُ. وَ اِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَ رَحِمَهُ. احمد و رواته ثقات Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah ’Azza wa Jalla memberi cobaan kepada hamba-Nya yang muslim dengan cobaan pada jasadnya, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada malaikat, “Catatlah untuknya kebaikan amalnya yang biasa dia kerjakan”. Dan jika Allah memberinya kesembuhan, Allah mensucikan-nya dan membersihkannya, dan jika Allah mencabutnya (mewafat-kannya) Allah mengampuni dan memberinya rahmat”. [HR. Ahmad dan para perawinya tsiqat] عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ عَبْدٍ يَمْرَضُ مَرَضًا اِلاَّ اَمَرَ اللهُ حَافِظَهُ اِنَّ مَا عَمِلَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَلاَ يَكْتُبُهَا. وَ مَا عَمِلَ مِنْ حَسَنَةٍ اَنْ يَكْتُبَهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَ اَنْ يَكْتُبَ لَهُ مِنَ اْلعَمَلِ الصَّالِحِ كَمَا كَانَ يَعْمَلُ وَ هُوَ صَحِيْحٌ وَ اِنْ لَمْ يَعْمَلْ. ابو يعلى و ابن ابى الدنيا Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang sedang sakit kecuali Allah memerintahkan kepada penjaganya bahwa apa yang telah ia kerjakan berupa kejelekan maka tidak usah dicatatnya, dan apa yang telah ia kerjakan berupa kebaikan, malaikat supaya mencatatnya sepuluh kebaikan dansupaya mencatat untuknya amal shaleh sebagai mana yang dikerjakan di waktu ia sehat, meskipun (di waktu sakit itu) dia tidak mengerjakan”. [HR. Abu Ya’la dan Ibnu Abid Dunya] عَنْ بُرَيْدَةَ اْلاَسْلاَمِيِّ رض قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص يَقُوْلُ: مَا اَصَابَ رَجُلاً مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ نَكْبَةٌ فَمَا فَوْقَهَا حَتَّى ذَكَرَ الشَّوْكَةَ اِلاَّ ِلاِحْدَى خَصْلَتَيْنِ: اِمَّا لِيَغْفِرَ اللهُ لَهُ مِنَ الذُّنُوْبِ ذَنْبًا لَمْ يَكُنْ لِيَغْفِرَهُ لَهُ اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ، اَوْ يَبْلُغَ بِهِ مِنَ اْلكَرَامَةِ كَرَامَةً لَمْ يَكُنْ لِيَبْلُغَهَا اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ. ابن ابى الدنيا Dari Buraidah Al-Aslamiy RA ia berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Tidaklah suatu bencana menimpa seseorang dari kaum muslimin atau yang lebih ringan dari itu hingga beliau menyebutkan sebuah duri, kecuali untuk salah satu dari dua hal. Ada kalanya supaya Allah mengampuni dosanya yang Allah tidak mengampuninya kecuali dengan hal seperti itu. Atau dengannya Allah menyampaikannya kepada kemulyaan yang Allah tidak menyampaikannya kecuali dengan hal seperti itu”. [HR. Ibnu Abid-Dunya] عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبٌ لِلْمُؤْمِنِ وَ جَزَعِهِ مِنَ السَّقَمِ، وَ لَوْ كَانَ يَعْلَمُ مَا لَهُ مِنَ السَّقَمِ اَحَبَّ اَنْ يَكُوْنَ سَقِيْمًا الدَّهْرَ، ثُمَّ اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص رَفَعَ رَأْسَهُ اِلَى السَّمَاءِ فَضَحِكَ فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مِمَّ رَفَعْت رَأْسَكَ اِلَى السَّمَاءِ وَ ضَحِكْتَ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجِبْتُ مِنْ مَلَكَيْنِ كَانَا يَلْتَمِسَانِ عَبْدًا فِى مُصَلًّى كَانَ يُصَلِّي فِيْهِ فَلَمْ يَجِدَاهُ فَرَجَعَا فَقَالاَ: يَا رَبَّنَا عَبْدُكَ فُلاَنٌ كُنَّا نَكْتُبُ لَهُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ. عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فَوَجَدْنَاهُ حَبَسْتَهُ فِى حِبَالِكَ. قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالىَ: اُكْتُبُوْ لِعَبْدِى عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ وَ لاَ تَنْقُصُوْا مِنْهُ شَيْئًا وَ عَلَيَّ اَجْرُهُ مَا حَبَسْتُهُ وَ لَهُ اَجْرُ مَا كَانَ يَعْمَلُ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى فى الاوسط Dari Ibnu Mas’ud RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesuatu hal yang mengagumkan orang mukmin dan kesusahannya karena sakit, seandainya dia mengetahui apa yang dia dapatkan dari sakit itu, ia akan senang kalau dia sakit sepanjang tahun”. Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kepalanya ke langit lalu tertawa. Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, apa sebabnya engkau mengangkat kepalamu ke langit lalu tertawa ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Aku heran pada dua malaikat yang mencari seorang hamba di mushalla yang dia biasa shalat di dalamnya, tetapi kedua malaikat itu tidak mendapatinya, lalu keduanya kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, hamba-Mu si fulan yang biasa kami mencatat amalnya yang dia lakukan siang dan malam, kami mendapatinya dia tertahan karena sakit”. Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku amalnya yang biasa dia kerjakan siang dan malamnya dan jangan kamu kurangi sedikitpun, dan menjadi tanggungan-Ku pahalanya selama Aku menahannya, dan ia akan mendapatkan pahala sebagaimana yang biasa ia kerjakan”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani]

Shabar menghadapi mushibah (2)
عَنْ اَبِى اُمَامَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَيَقُوْلُ لِلْمَلاَئِكَةِ اِنْطَلِقُوْا اِلَى عَبْدِى فَصُبُّوْا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا، فَيَحْمَدُ اللهَ فَيَرْجِعُوْنَ فَيَقُوْلُوْنَ: يَا رَبَّنَا صَبَبْنَا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا كَمَا اَمَرْتَنَا، فَيَقُوْلُ: اِرْجِعُوْا فَاِنِّى اُحِبُّ اَنْ اَسْمَعَ صَوْتَهُ. الطبرانى فى الكبير
Dari Abu Umamah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat, “Pergilah kalian kepada hamba-Ku lalu timpakanlah cobaan padanya”. Lalu hamba itu memuji kepada Allah. Maka para malaikat itu kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, kami telah menimpakan cobaan sebagaimana Engkau perintahkan kepada kami”. Maka Allah berfirman, “Kembalilah kalian, karena sesungguhnya Aku senang mendengar suara/doanya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Kabir]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَا يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ وَصَبٍ وَ لاَ هَمٍّ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ اَذًى وَ لاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطَايَاهُ. البخارى
Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidaklah menimpa kepada orang mukmin berupa kepayahan, penyakit, duka cita, kesusahan, gangguan dan tidak pula kesedihan hati, hingga terkena duripun kecuali dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahannya”. [HR. Bukhari].

عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ اْلمُسْلِمَ اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ عَنْهُ بِهَا حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا. البخارى و مسلم
Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu mushibah menimpa kepada orang muslim, kecuali dengannya Allah menghapus dosa-dosanya, hingga duri yang mengenainya”. [HR. Bukhari dan Muslim]
و فى رواية لمسلم: لاَ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا اِلاَّ نَقَصَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطِيْئَتِهِ.
Dan di dalam riwayat Muslim, “Tidaklah sebuah duripun yang mengenai orang mukmin atau yang lebih dari itu, kecuali dengannya Allah mengurangi dosa-dosanya”.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا يَزَالُ اْلبَلاَءُ بِاْلمُؤْمِنِ وَ اْلمُؤْمِنَةِ بِنَفْسِهِ وَ وَلَدِهِ وَ مَالِهِ حَتَّى يَلْقَ اللهَ تَعَالَى وَ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ. الترمذى و قال حديث حسن صحيح، و الحاكم و قال صحيح على شرط مسلم
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Terus menerus cobaan menimpa kepada orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia bertemu kepada Allah Ta’ala dalam keadaan tidak punya dosa”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits hasan shahih, dan Hakim ia berkata : Shahih atas syarath Muslim]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اُصِيْبَ بِمُصِيْبَةٍ بِمَالِهِ اَوْ فِى نَفْسِهِ فَكَتَمَهَا وَ لَمْ يَشْكُهَا اِلَى النَّاسِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ اَنْ يَغْفِرَ لَهُ. الطبرانى
Dari Ibnu Abbas RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ditimpa mushibah pada hartanya, atau dirinya, lalu dia menyembunyikannya dengan tidak mengeluh kepada manusia, maka haq atas Allah untuk mengampuninya”. [HR. Thabrani]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: اَتَى رَسُوْلُ اللهِ ص شَجَرَةً فَهَزَّهَا حَتَّى تَسَاقَطَ وَرَقُهَا مَا شَاءَ اللهُ اَنْ يَتَسَاقَطَ، ثُمَّ قَالَ: اَلْمُصِيْبَاتُ وَ اْلاَوْجَاعُ اَسْرَعُ فِى ذُنُوْبِ ابْنِ آدَمَ مِنِّى فِى هذِهِ الشَّجَرَةِ. ابن ابى الدنيا و ابو يعلى
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW mendatangi sebuah pohon, lalu menggoyangkannya hingga daun-daunnya berguguran banyak sekali. Kemudian beliau bersabda, “Mushibah-mushibah dan sakit itu lebih cepat menggugurkan dosa-dosa anak Adam daripada aku menggugurkan (daun-daun) pohon ini”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Abu Ya’la]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيِّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ وَصَبٍ حَتَّى اَلْهَمِّ يَهُمُّهُ اِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ عَنْهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ. ابن ابى الدنيا و الترمذى و قال حديث حسن
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sesuatu menimpa orang mukmin berupa lelah, susah, sakit, hingga kesedihan, kecuali dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahannya”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Tirmidzi, ia berkata : Hadits Hasan]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: وَصَبُ اْلمُؤْمِنِ كَفَّارَةٌ لِخَطَايَاهُ. ابن ابى الدنيا و الحاكم و قال صحيح الاسناد
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sakitnya orang mukmin adalah kaffarah dosa-dosanya”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِذَا اشْتَكَى اْلعَبْدُ اْلمُؤْمِنُ اَخْلَصُهُ اللهُ مِنَ الذُّنُوْبِ كَمَا يُخَلِّصُ اْلكِيْرُ خَبَثَ اْلحَدِيْدِ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى و اللفظ له و ابن حبان فى صحيحه
Dari ‘Aisyah RA bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang hamba mukmin mengaduh karena sakit, maka Allah membersihkannya dari dosa-dosa sebagaimana apinya tukang pandai besi membersihkan kotoran besi”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya]
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا ضَرَبَ عَلَى مُؤْمِنٍ عِرْقٌ قَطُّ اِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ عَنْهُ خَطِيْئَةً وَكَتَبَ لَهُ حَسَنَةً وَ رَفَعَ لَهُ دَرَجَةً. ابن ابى الدنيا و الطبرانى باسناد حسن و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح الاسناد
Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu penyakit mengenai orang mukmin kecuali dengannya Allah menghapus kesalahannya, mencatat kebaikan untuknya, dan mengangkat derajatnya”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
عَنْ اَبِى مُوْسَى رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا مَرِضَ اْلعَبْدُ اَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيْمًا صَحِيْحًا. البخارى و ابو داود
Dari Abu Musa RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba sedang sakit atau sedang musafir, akan dicatat baginya seperti apa yang biasa diamalkan sewaktu tidak bepergian dan sewaktu sehat”. [HR. Bukhari dan Abu Dawud]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَا مِنْ اَحَدٍ مِنَ النَّاسِ يُصَابُ مِنْ بَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ اِلاَّ اَمَرَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلمَلاَئِكَةَ الَّذِيْنَ يَحْفَظُوْنَهُ، قَالَ: اُكْتُبُوْا لِعَبْدِى لِكُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ مَا كَانَ يَعْمَلُ مِنْ خَيْرٍ مَا كَانَ فِى وَثَاقِى. احمد و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح على شرطهما
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidaklah seorangpun dari manusia yang ditimpa suatu balak pada jasadnya kecuali Allah memerintah kepada para malaikat yang menjaganya. Allah berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku setiap hari dan malam apa-apa yang biasa dikerjakan berupa kebaikan selama dia tetap thaat kepada-Ku”. [HR. Ahmad, lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih atas syarath Bukhari Muslim]
و فى رواية لاحمد قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا كَانَ عَلَى طَرِيْقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ اْلعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ، قِيْلَ لِلْمَلَكِ اْلمُوَكَّلِ بِهِ: اُكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ اِذَا كَانَ طَلِيْقًا حَتَّى اُطْلِقَهُ اَوْ اَكْفِتَهُ اِلَيَّ. و اسناده حسن
Dan dalam satu riwayat bagi Ahmad, dikatakan : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila tetap dengan beribadah pada jalan yang baik, kemudian dia sakit, dikatakan kepada malaikat yang diserahinya, “Tulislah baginya seperti amalnya diwaktu sehat, hingga dia sembuh kembali atau Aku mewafatkannya”.
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا ابْتَلَى اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلبَعْدَ اْلمُسْلِمَ بِبَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ لِلْمَلَكِ اُكْتُبْ لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ، وَ اِنْ شَفَاهُ غَسَلَهُ وَ طَهَّرَهُ. وَ اِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَ رَحِمَهُ. احمد و رواته ثقات
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah ’Azza wa Jalla memberi cobaan kepada hamba-Nya yang muslim dengan cobaan pada jasadnya, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada malaikat, “Catatlah untuknya kebaikan amalnya yang biasa dia kerjakan”. Dan jika Allah memberinya kesembuhan, Allah mensucikan-nya dan membersihkannya, dan jika Allah mencabutnya (mewafat-kannya) Allah mengampuni dan memberinya rahmat”. [HR. Ahmad dan para perawinya tsiqat]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ عَبْدٍ يَمْرَضُ مَرَضًا اِلاَّ اَمَرَ اللهُ حَافِظَهُ اِنَّ مَا عَمِلَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَلاَ يَكْتُبُهَا. وَ مَا عَمِلَ مِنْ حَسَنَةٍ اَنْ يَكْتُبَهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَ اَنْ يَكْتُبَ لَهُ مِنَ اْلعَمَلِ الصَّالِحِ كَمَا كَانَ يَعْمَلُ وَ هُوَ صَحِيْحٌ وَ اِنْ لَمْ يَعْمَلْ. ابو يعلى و ابن ابى الدنيا
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang sedang sakit kecuali Allah memerintahkan kepada penjaganya bahwa apa yang telah ia kerjakan berupa kejelekan maka tidak usah dicatatnya, dan apa yang telah ia kerjakan berupa kebaikan, malaikat supaya mencatatnya sepuluh kebaikan dansupaya mencatat untuknya amal shaleh sebagai mana yang dikerjakan di waktu ia sehat, meskipun (di waktu sakit itu) dia tidak mengerjakan”. [HR. Abu Ya’la dan Ibnu Abid Dunya]
عَنْ بُرَيْدَةَ اْلاَسْلاَمِيِّ رض قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص يَقُوْلُ: مَا اَصَابَ رَجُلاً مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ نَكْبَةٌ فَمَا فَوْقَهَا حَتَّى ذَكَرَ الشَّوْكَةَ اِلاَّ ِلاِحْدَى خَصْلَتَيْنِ: اِمَّا لِيَغْفِرَ اللهُ لَهُ مِنَ الذُّنُوْبِ ذَنْبًا لَمْ يَكُنْ لِيَغْفِرَهُ لَهُ اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ، اَوْ يَبْلُغَ بِهِ مِنَ اْلكَرَامَةِ كَرَامَةً لَمْ يَكُنْ لِيَبْلُغَهَا اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ. ابن ابى الدنيا
Dari Buraidah Al-Aslamiy RA ia berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Tidaklah suatu bencana menimpa seseorang dari kaum muslimin atau yang lebih ringan dari itu hingga beliau menyebutkan sebuah duri, kecuali untuk salah satu dari dua hal. Ada kalanya supaya Allah mengampuni dosanya yang Allah tidak mengampuninya kecuali dengan hal seperti itu. Atau dengannya Allah menyampaikannya kepada kemulyaan yang Allah tidak menyampaikannya kecuali dengan hal seperti itu”. [HR. Ibnu Abid-Dunya]
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبٌ لِلْمُؤْمِنِ وَ جَزَعِهِ مِنَ السَّقَمِ، وَ لَوْ كَانَ يَعْلَمُ مَا لَهُ مِنَ السَّقَمِ اَحَبَّ اَنْ يَكُوْنَ سَقِيْمًا الدَّهْرَ، ثُمَّ اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص رَفَعَ رَأْسَهُ اِلَى السَّمَاءِ فَضَحِكَ فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مِمَّ رَفَعْت رَأْسَكَ اِلَى السَّمَاءِ وَ ضَحِكْتَ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجِبْتُ مِنْ مَلَكَيْنِ كَانَا يَلْتَمِسَانِ عَبْدًا فِى مُصَلًّى كَانَ يُصَلِّي فِيْهِ فَلَمْ يَجِدَاهُ فَرَجَعَا فَقَالاَ: يَا رَبَّنَا عَبْدُكَ فُلاَنٌ كُنَّا نَكْتُبُ لَهُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ. عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فَوَجَدْنَاهُ حَبَسْتَهُ فِى حِبَالِكَ. قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالىَ: اُكْتُبُوْ لِعَبْدِى عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ وَ لاَ تَنْقُصُوْا مِنْهُ شَيْئًا وَ عَلَيَّ اَجْرُهُ مَا حَبَسْتُهُ وَ لَهُ اَجْرُ مَا كَانَ يَعْمَلُ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى فى الاوسط
Dari Ibnu Mas’ud RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesuatu hal yang mengagumkan orang mukmin dan kesusahannya karena sakit, seandainya dia mengetahui apa yang dia dapatkan dari sakit itu, ia akan senang kalau dia sakit sepanjang tahun”. Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kepalanya ke langit lalu tertawa. Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, apa sebabnya engkau mengangkat kepalamu ke langit lalu tertawa ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Aku heran pada dua malaikat yang mencari seorang hamba di mushalla yang dia biasa shalat di dalamnya, tetapi kedua malaikat itu tidak mendapatinya, lalu keduanya kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, hamba-Mu si fulan yang biasa kami mencatat amalnya yang dia lakukan siang dan malam, kami mendapatinya dia tertahan karena sakit”. Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku amalnya yang biasa dia kerjakan siang dan malamnya dan jangan kamu kurangi sedikitpun, dan menjadi tanggungan-Ku pahalanya selama Aku menahannya, dan ia akan mendapatkan pahala sebagaimana yang biasa ia kerjakan”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani]
عَنْ اَبِى اُمَامَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَيَقُوْلُ لِلْمَلاَئِكَةِ اِنْطَلِقُوْا اِلَى عَبْدِى فَصُبُّوْا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا، فَيَحْمَدُ اللهَ فَيَرْجِعُوْنَ فَيَقُوْلُوْنَ: يَا رَبَّنَا صَبَبْنَا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا كَمَا اَمَرْتَنَا، فَيَقُوْلُ: اِرْجِعُوْا فَاِنِّى اُحِبُّ اَنْ اَسْمَعَ صَوْتَهُ. الطبرانى فى الكبير
Dari Abu Umamah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat, “Pergilah kalian kepada hamba-Ku lalu timpakanlah cobaan padanya”. Lalu hamba itu memuji kepada Allah. Maka para malaikat itu kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, kami telah menimpakan cobaan sebagaimana Engkau perintahkan kepada kami”. Maka Allah berfirman, “Kembalilah kalian, karena sesungguhnya Aku senang mendengar suara/doanya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Kabir]
عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَا يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ وَصَبٍ وَ لاَ هَمٍّ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ اَذًى وَ لاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطَايَاهُ. البخارى
Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidaklah menimpa kepada orang mukmin berupa kepayahan, penyakit, duka cita, kesusahan, gangguan dan tidak pula kesedihan hati, hingga terkena duripun kecuali dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahannya”. [HR. Bukhari].
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ اْلمُسْلِمَ اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ عَنْهُ بِهَا حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا. البخارى و مسلم
Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu mushibah menimpa kepada orang muslim, kecuali dengannya Allah menghapus dosa-dosanya, hingga duri yang mengenainya”. [HR. Bukhari dan Muslim]
و فى رواية لمسلم: لاَ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا اِلاَّ نَقَصَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطِيْئَتِهِ.
Dan di dalam riwayat Muslim, “Tidaklah sebuah duripun yang mengenai orang mukmin atau yang lebih dari itu, kecuali dengannya Allah mengurangi dosa-dosanya”.
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا يَزَالُ اْلبَلاَءُ بِاْلمُؤْمِنِ وَ اْلمُؤْمِنَةِ بِنَفْسِهِ وَ وَلَدِهِ وَ مَالِهِ حَتَّى يَلْقَ اللهَ تَعَالَى وَ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ. الترمذى و قال حديث حسن صحيح، و الحاكم و قال صحيح على شرط مسلم
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Terus menerus cobaan menimpa kepada orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia bertemu kepada Allah Ta’ala dalam keadaan tidak punya dosa”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits hasan shahih, dan Hakim ia berkata : Shahih atas syarath Muslim]
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اُصِيْبَ بِمُصِيْبَةٍ بِمَالِهِ اَوْ فِى نَفْسِهِ فَكَتَمَهَا وَ لَمْ يَشْكُهَا اِلَى النَّاسِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ اَنْ يَغْفِرَ لَهُ. الطبرانى
Dari Ibnu Abbas RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ditimpa mushibah pada hartanya, atau dirinya, lalu dia menyembunyikannya dengan tidak mengeluh kepada manusia, maka haq atas Allah untuk mengampuninya”. [HR. Thabrani]
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: اَتَى رَسُوْلُ اللهِ ص شَجَرَةً فَهَزَّهَا حَتَّى تَسَاقَطَ وَرَقُهَا مَا شَاءَ اللهُ اَنْ يَتَسَاقَطَ، ثُمَّ قَالَ: اَلْمُصِيْبَاتُ وَ اْلاَوْجَاعُ اَسْرَعُ فِى ذُنُوْبِ ابْنِ آدَمَ مِنِّى فِى هذِهِ الشَّجَرَةِ. ابن ابى الدنيا و ابو يعلى
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW mendatangi sebuah pohon, lalu menggoyangkannya hingga daun-daunnya berguguran banyak sekali. Kemudian beliau bersabda, “Mushibah-mushibah dan sakit itu lebih cepat menggugurkan dosa-dosa anak Adam daripada aku menggugurkan (daun-daun) pohon ini”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Abu Ya’la]
عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيِّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ وَصَبٍ حَتَّى اَلْهَمِّ يَهُمُّهُ اِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ عَنْهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ. ابن ابى الدنيا و الترمذى و قال حديث حسن
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sesuatu menimpa orang mukmin berupa lelah, susah, sakit, hingga kesedihan, kecuali dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahannya”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Tirmidzi, ia berkata : Hadits Hasan]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: وَصَبُ اْلمُؤْمِنِ كَفَّارَةٌ لِخَطَايَاهُ. ابن ابى الدنيا و الحاكم و قال صحيح الاسناد
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sakitnya orang mukmin adalah kaffarah dosa-dosanya”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِذَا اشْتَكَى اْلعَبْدُ اْلمُؤْمِنُ اَخْلَصُهُ اللهُ مِنَ الذُّنُوْبِ كَمَا يُخَلِّصُ اْلكِيْرُ خَبَثَ اْلحَدِيْدِ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى و اللفظ له و ابن حبان فى صحيحه
Dari ‘Aisyah RA bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang hamba mukmin mengaduh karena sakit, maka Allah membersihkannya dari dosa-dosa sebagaimana apinya tukang pandai besi membersihkan kotoran besi”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya]
عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا ضَرَبَ عَلَى مُؤْمِنٍ عِرْقٌ قَطُّ اِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ عَنْهُ خَطِيْئَةً وَكَتَبَ لَهُ حَسَنَةً وَ رَفَعَ لَهُ دَرَجَةً. ابن ابى الدنيا و الطبرانى باسناد حسن و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح الاسناد
Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu penyakit mengenai orang mukmin kecuali dengannya Allah menghapus kesalahannya, mencatat kebaikan untuknya, dan mengangkat derajatnya”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya]
عَنْ اَبِى مُوْسَى رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا مَرِضَ اْلعَبْدُ اَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيْمًا صَحِيْحًا. البخارى و ابو داود
Dari Abu Musa RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba sedang sakit atau sedang musafir, akan dicatat baginya seperti apa yang biasa diamalkan sewaktu tidak bepergian dan sewaktu sehat”. [HR. Bukhari dan Abu Dawud]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَا مِنْ اَحَدٍ مِنَ النَّاسِ يُصَابُ مِنْ بَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ اِلاَّ اَمَرَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلمَلاَئِكَةَ الَّذِيْنَ يَحْفَظُوْنَهُ، قَالَ: اُكْتُبُوْا لِعَبْدِى لِكُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ مَا كَانَ يَعْمَلُ مِنْ خَيْرٍ مَا كَانَ فِى وَثَاقِى. احمد و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح على شرطهما
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidaklah seorangpun dari manusia yang ditimpa suatu balak pada jasadnya kecuali Allah memerintah kepada para malaikat yang menjaganya. Allah berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku setiap hari dan malam apa-apa yang biasa dikerjakan berupa kebaikan selama dia tetap thaat kepada-Ku”. [HR. Ahmad, lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih atas syarath Bukhari Muslim]
و فى رواية لاحمد قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا كَانَ عَلَى طَرِيْقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ اْلعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ، قِيْلَ لِلْمَلَكِ اْلمُوَكَّلِ بِهِ: اُكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ اِذَا كَانَ طَلِيْقًا حَتَّى اُطْلِقَهُ اَوْ اَكْفِتَهُ اِلَيَّ. و اسناده حسن
Dan dalam satu riwayat bagi Ahmad, dikatakan : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila tetap dengan beribadah pada jalan yang baik, kemudian dia sakit, dikatakan kepada malaikat yang diserahinya, “Tulislah baginya seperti amalnya diwaktu sehat, hingga dia sembuh kembali atau Aku mewafatkannya”.
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا ابْتَلَى اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلبَعْدَ اْلمُسْلِمَ بِبَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ لِلْمَلَكِ اُكْتُبْ لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ، وَ اِنْ شَفَاهُ غَسَلَهُ وَ طَهَّرَهُ. وَ اِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَ رَحِمَهُ. احمد و رواته ثقات
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah ’Azza wa Jalla memberi cobaan kepada hamba-Nya yang muslim dengan cobaan pada jasadnya, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada malaikat, “Catatlah untuknya kebaikan amalnya yang biasa dia kerjakan”. Dan jika Allah memberinya kesembuhan, Allah mensucikan-nya dan membersihkannya, dan jika Allah mencabutnya (mewafat-kannya) Allah mengampuni dan memberinya rahmat”. [HR. Ahmad dan para perawinya tsiqat]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ عَبْدٍ يَمْرَضُ مَرَضًا اِلاَّ اَمَرَ اللهُ حَافِظَهُ اِنَّ مَا عَمِلَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَلاَ يَكْتُبُهَا. وَ مَا عَمِلَ مِنْ حَسَنَةٍ اَنْ يَكْتُبَهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَ اَنْ يَكْتُبَ لَهُ مِنَ اْلعَمَلِ الصَّالِحِ كَمَا كَانَ يَعْمَلُ وَ هُوَ صَحِيْحٌ وَ اِنْ لَمْ يَعْمَلْ. ابو يعلى و ابن ابى الدنيا
Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang sedang sakit kecuali Allah memerintahkan kepada penjaganya bahwa apa yang telah ia kerjakan berupa kejelekan maka tidak usah dicatatnya, dan apa yang telah ia kerjakan berupa kebaikan, malaikat supaya mencatatnya sepuluh kebaikan dansupaya mencatat untuknya amal shaleh sebagai mana yang dikerjakan di waktu ia sehat, meskipun (di waktu sakit itu) dia tidak mengerjakan”. [HR. Abu Ya’la dan Ibnu Abid Dunya]
عَنْ بُرَيْدَةَ اْلاَسْلاَمِيِّ رض قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص يَقُوْلُ: مَا اَصَابَ رَجُلاً مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ نَكْبَةٌ فَمَا فَوْقَهَا حَتَّى ذَكَرَ الشَّوْكَةَ اِلاَّ ِلاِحْدَى خَصْلَتَيْنِ: اِمَّا لِيَغْفِرَ اللهُ لَهُ مِنَ الذُّنُوْبِ ذَنْبًا لَمْ يَكُنْ لِيَغْفِرَهُ لَهُ اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ، اَوْ يَبْلُغَ بِهِ مِنَ اْلكَرَامَةِ كَرَامَةً لَمْ يَكُنْ لِيَبْلُغَهَا اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ. ابن ابى الدنيا
Dari Buraidah Al-Aslamiy RA ia berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Tidaklah suatu bencana menimpa seseorang dari kaum muslimin atau yang lebih ringan dari itu hingga beliau menyebutkan sebuah duri, kecuali untuk salah satu dari dua hal. Ada kalanya supaya Allah mengampuni dosanya yang Allah tidak mengampuninya kecuali dengan hal seperti itu. Atau dengannya Allah menyampaikannya kepada kemulyaan yang Allah tidak menyampaikannya kecuali dengan hal seperti itu”. [HR. Ibnu Abid-Dunya]
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبٌ لِلْمُؤْمِنِ وَ جَزَعِهِ مِنَ السَّقَمِ، وَ لَوْ كَانَ يَعْلَمُ مَا لَهُ مِنَ السَّقَمِ اَحَبَّ اَنْ يَكُوْنَ سَقِيْمًا الدَّهْرَ، ثُمَّ اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص رَفَعَ رَأْسَهُ اِلَى السَّمَاءِ فَضَحِكَ فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مِمَّ رَفَعْت رَأْسَكَ اِلَى السَّمَاءِ وَ ضَحِكْتَ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجِبْتُ مِنْ مَلَكَيْنِ كَانَا يَلْتَمِسَانِ عَبْدًا فِى مُصَلًّى كَانَ يُصَلِّي فِيْهِ فَلَمْ يَجِدَاهُ فَرَجَعَا فَقَالاَ: يَا رَبَّنَا عَبْدُكَ فُلاَنٌ كُنَّا نَكْتُبُ لَهُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ. عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فَوَجَدْنَاهُ حَبَسْتَهُ فِى حِبَالِكَ. قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالىَ: اُكْتُبُوْ لِعَبْدِى عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ وَ لاَ تَنْقُصُوْا مِنْهُ شَيْئًا وَ عَلَيَّ اَجْرُهُ مَا حَبَسْتُهُ وَ لَهُ اَجْرُ مَا كَانَ يَعْمَلُ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى فى الاوسط
Dari Ibnu Mas’ud RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesuatu hal yang mengagumkan orang mukmin dan kesusahannya karena sakit, seandainya dia mengetahui apa yang dia dapatkan dari sakit itu, ia akan senang kalau dia sakit sepanjang tahun”. Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kepalanya ke langit lalu tertawa. Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, apa sebabnya engkau mengangkat kepalamu ke langit lalu tertawa ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Aku heran pada dua malaikat yang mencari seorang hamba di mushalla yang dia biasa shalat di dalamnya, tetapi kedua malaikat itu tidak mendapatinya, lalu keduanya kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, hamba-Mu si fulan yang biasa kami mencatat amalnya yang dia lakukan siang dan malam, kami mendapatinya dia tertahan karena sakit”. Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku amalnya yang biasa dia kerjakan siang dan malamnya dan jangan kamu kurangi sedikitpun, dan menjadi tanggungan-Ku pahalanya selama Aku menahannya, dan ia akan mendapatkan pahala sebagaimana yang biasa ia kerjakan”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Shabar menghadapi mushibah (2) عَنْ اَبِى اُمَامَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ لَيَقُوْلُ لِلْمَلاَئِكَةِ اِنْطَلِقُوْا اِلَى عَبْدِى فَصُبُّوْا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا، فَيَحْمَدُ اللهَ فَيَرْجِعُوْنَ فَيَقُوْلُوْنَ: يَا رَبَّنَا صَبَبْنَا عَلَيْهِ اْلبَلاَءَ صَبًّا كَمَا اَمَرْتَنَا، فَيَقُوْلُ: اِرْجِعُوْا فَاِنِّى اُحِبُّ اَنْ اَسْمَعَ صَوْتَهُ. الطبرانى فى الكبير Dari Abu Umamah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman kepada para malaikat, “Pergilah kalian kepada hamba-Ku lalu timpakanlah cobaan padanya”. Lalu hamba itu memuji kepada Allah. Maka para malaikat itu kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, kami telah menimpakan cobaan sebagaimana Engkau perintahkan kepada kami”. Maka Allah berfirman, “Kembalilah kalian, karena sesungguhnya Aku senang mendengar suara/doanya”. [HR. Thabrani di dalam Al-Kabir] عَنْ اَبِى سَعِيْدٍ وَ اَبِى هُرَيْرَةَ رض عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ: مَا يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ وَصَبٍ وَ لاَ هَمٍّ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ اَذًى وَ لاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطَايَاهُ. البخارى Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah RA dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidaklah menimpa kepada orang mukmin berupa kepayahan, penyakit, duka cita, kesusahan, gangguan dan tidak pula kesedihan hati, hingga terkena duripun kecuali dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahannya”. [HR. Bukhari]. عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ مُصِيْبَةٍ تُصِيْبُ اْلمُسْلِمَ اِلاَّ كَفَّرَ اللهُ عَنْهُ بِهَا حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُّهَا. البخارى و مسلم Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu mushibah menimpa kepada orang muslim, kecuali dengannya Allah menghapus dosa-dosanya, hingga duri yang mengenainya”. [HR. Bukhari dan Muslim] و فى رواية لمسلم: لاَ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ شَوْكَةٌ فَمَا فَوْقَهَا اِلاَّ نَقَصَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطِيْئَتِهِ. Dan di dalam riwayat Muslim, “Tidaklah sebuah duripun yang mengenai orang mukmin atau yang lebih dari itu, kecuali dengannya Allah mengurangi dosa-dosanya”. عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا يَزَالُ اْلبَلاَءُ بِاْلمُؤْمِنِ وَ اْلمُؤْمِنَةِ بِنَفْسِهِ وَ وَلَدِهِ وَ مَالِهِ حَتَّى يَلْقَ اللهَ تَعَالَى وَ مَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ. الترمذى و قال حديث حسن صحيح، و الحاكم و قال صحيح على شرط مسلم Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Terus menerus cobaan menimpa kepada orang mukmin laki-laki dan orang mukmin perempuan pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia bertemu kepada Allah Ta’ala dalam keadaan tidak punya dosa”. [HR. Tirmidzi, ia berkata : Hadits hasan shahih, dan Hakim ia berkata : Shahih atas syarath Muslim] عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ اُصِيْبَ بِمُصِيْبَةٍ بِمَالِهِ اَوْ فِى نَفْسِهِ فَكَتَمَهَا وَ لَمْ يَشْكُهَا اِلَى النَّاسِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ اَنْ يَغْفِرَ لَهُ. الطبرانى Dari Ibnu Abbas RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ditimpa mushibah pada hartanya, atau dirinya, lalu dia menyembunyikannya dengan tidak mengeluh kepada manusia, maka haq atas Allah untuk mengampuninya”. [HR. Thabrani] عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: اَتَى رَسُوْلُ اللهِ ص شَجَرَةً فَهَزَّهَا حَتَّى تَسَاقَطَ وَرَقُهَا مَا شَاءَ اللهُ اَنْ يَتَسَاقَطَ، ثُمَّ قَالَ: اَلْمُصِيْبَاتُ وَ اْلاَوْجَاعُ اَسْرَعُ فِى ذُنُوْبِ ابْنِ آدَمَ مِنِّى فِى هذِهِ الشَّجَرَةِ. ابن ابى الدنيا و ابو يعلى Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW mendatangi sebuah pohon, lalu menggoyangkannya hingga daun-daunnya berguguran banyak sekali. Kemudian beliau bersabda, “Mushibah-mushibah dan sakit itu lebih cepat menggugurkan dosa-dosa anak Adam daripada aku menggugurkan (daun-daun) pohon ini”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Abu Ya’la] عَنْ اَبِى سَعِيْدِ اْلخُدْرِيِّ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيْبُ اْلمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَ لاَ حَزَنٍ وَ لاَ وَصَبٍ حَتَّى اَلْهَمِّ يَهُمُّهُ اِلاَّ يُكَفِّرُ اللهُ عَنْهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ. ابن ابى الدنيا و الترمذى و قال حديث حسن Dari Abu Sa’id Al-Khudriy RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sesuatu menimpa orang mukmin berupa lelah, susah, sakit, hingga kesedihan, kecuali dengannya Allah menghapuskan kesalahan-kesalahannya”. [HR. Ibnu Abid-Dunya dan Tirmidzi, ia berkata : Hadits Hasan] عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: وَصَبُ اْلمُؤْمِنِ كَفَّارَةٌ لِخَطَايَاهُ. ابن ابى الدنيا و الحاكم و قال صحيح الاسناد Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sakitnya orang mukmin adalah kaffarah dosa-dosanya”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya] عَنْ عَائِشَةَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اِذَا اشْتَكَى اْلعَبْدُ اْلمُؤْمِنُ اَخْلَصُهُ اللهُ مِنَ الذُّنُوْبِ كَمَا يُخَلِّصُ اْلكِيْرُ خَبَثَ اْلحَدِيْدِ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى و اللفظ له و ابن حبان فى صحيحه Dari ‘Aisyah RA bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Apabila seorang hamba mukmin mengaduh karena sakit, maka Allah membersihkannya dari dosa-dosa sebagaimana apinya tukang pandai besi membersihkan kotoran besi”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya] عَنْ عَائِشَةَ رض قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَا ضَرَبَ عَلَى مُؤْمِنٍ عِرْقٌ قَطُّ اِلاَّ حَطَّ اللهُ بِهِ عَنْهُ خَطِيْئَةً وَكَتَبَ لَهُ حَسَنَةً وَ رَفَعَ لَهُ دَرَجَةً. ابن ابى الدنيا و الطبرانى باسناد حسن و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح الاسناد Dari ‘Aisyah RA ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah suatu penyakit mengenai orang mukmin kecuali dengannya Allah menghapus kesalahannya, mencatat kebaikan untuknya, dan mengangkat derajatnya”. [HR. Ibnu Abid Dunya, Thabrani lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih sanadnya] عَنْ اَبِى مُوْسَى رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا مَرِضَ اْلعَبْدُ اَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيْمًا صَحِيْحًا. البخارى و ابو داود Dari Abu Musa RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba sedang sakit atau sedang musafir, akan dicatat baginya seperti apa yang biasa diamalkan sewaktu tidak bepergian dan sewaktu sehat”. [HR. Bukhari dan Abu Dawud] عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَا مِنْ اَحَدٍ مِنَ النَّاسِ يُصَابُ مِنْ بَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ اِلاَّ اَمَرَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلمَلاَئِكَةَ الَّذِيْنَ يَحْفَظُوْنَهُ، قَالَ: اُكْتُبُوْا لِعَبْدِى لِكُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ مَا كَانَ يَعْمَلُ مِنْ خَيْرٍ مَا كَانَ فِى وَثَاقِى. احمد و اللفظ له و الحاكم و قال صحيح على شرطهما Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA, dari Nabi SAW beliau bersabda, “Tidaklah seorangpun dari manusia yang ditimpa suatu balak pada jasadnya kecuali Allah memerintah kepada para malaikat yang menjaganya. Allah berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku setiap hari dan malam apa-apa yang biasa dikerjakan berupa kebaikan selama dia tetap thaat kepada-Ku”. [HR. Ahmad, lafadh itu baginya dan Hakim, ia berkata : Shahih atas syarath Bukhari Muslim] و فى رواية لاحمد قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ اْلعَبْدَ اِذَا كَانَ عَلَى طَرِيْقَةٍ حَسَنَةٍ مِنَ اْلعِبَادَةِ ثُمَّ مَرِضَ، قِيْلَ لِلْمَلَكِ اْلمُوَكَّلِ بِهِ: اُكْتُبْ لَهُ مِثْلَ عَمَلِهِ اِذَا كَانَ طَلِيْقًا حَتَّى اُطْلِقَهُ اَوْ اَكْفِتَهُ اِلَيَّ. و اسناده حسن Dan dalam satu riwayat bagi Ahmad, dikatakan : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila tetap dengan beribadah pada jalan yang baik, kemudian dia sakit, dikatakan kepada malaikat yang diserahinya, “Tulislah baginya seperti amalnya diwaktu sehat, hingga dia sembuh kembali atau Aku mewafatkannya”. عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِذَا ابْتَلَى اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ اْلبَعْدَ اْلمُسْلِمَ بِبَلاَءٍ فِى جَسَدِهِ قَالَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ لِلْمَلَكِ اُكْتُبْ لَهُ صَالِحَ عَمَلِهِ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ، وَ اِنْ شَفَاهُ غَسَلَهُ وَ طَهَّرَهُ. وَ اِنْ قَبَضَهُ غَفَرَ لَهُ وَ رَحِمَهُ. احمد و رواته ثقات Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila Allah ’Azza wa Jalla memberi cobaan kepada hamba-Nya yang muslim dengan cobaan pada jasadnya, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman kepada malaikat, “Catatlah untuknya kebaikan amalnya yang biasa dia kerjakan”. Dan jika Allah memberinya kesembuhan, Allah mensucikan-nya dan membersihkannya, dan jika Allah mencabutnya (mewafat-kannya) Allah mengampuni dan memberinya rahmat”. [HR. Ahmad dan para perawinya tsiqat] عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا مِنْ عَبْدٍ يَمْرَضُ مَرَضًا اِلاَّ اَمَرَ اللهُ حَافِظَهُ اِنَّ مَا عَمِلَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَلاَ يَكْتُبُهَا. وَ مَا عَمِلَ مِنْ حَسَنَةٍ اَنْ يَكْتُبَهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَ اَنْ يَكْتُبَ لَهُ مِنَ اْلعَمَلِ الصَّالِحِ كَمَا كَانَ يَعْمَلُ وَ هُوَ صَحِيْحٌ وَ اِنْ لَمْ يَعْمَلْ. ابو يعلى و ابن ابى الدنيا Dari Abu Hurairah RA ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba yang sedang sakit kecuali Allah memerintahkan kepada penjaganya bahwa apa yang telah ia kerjakan berupa kejelekan maka tidak usah dicatatnya, dan apa yang telah ia kerjakan berupa kebaikan, malaikat supaya mencatatnya sepuluh kebaikan dansupaya mencatat untuknya amal shaleh sebagai mana yang dikerjakan di waktu ia sehat, meskipun (di waktu sakit itu) dia tidak mengerjakan”. [HR. Abu Ya’la dan Ibnu Abid Dunya] عَنْ بُرَيْدَةَ اْلاَسْلاَمِيِّ رض قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص يَقُوْلُ: مَا اَصَابَ رَجُلاً مِنَ اْلمُسْلِمِيْنَ نَكْبَةٌ فَمَا فَوْقَهَا حَتَّى ذَكَرَ الشَّوْكَةَ اِلاَّ ِلاِحْدَى خَصْلَتَيْنِ: اِمَّا لِيَغْفِرَ اللهُ لَهُ مِنَ الذُّنُوْبِ ذَنْبًا لَمْ يَكُنْ لِيَغْفِرَهُ لَهُ اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ، اَوْ يَبْلُغَ بِهِ مِنَ اْلكَرَامَةِ كَرَامَةً لَمْ يَكُنْ لِيَبْلُغَهَا اِلاَّ بِمِثْلِ ذلِكَ. ابن ابى الدنيا Dari Buraidah Al-Aslamiy RA ia berkata : Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Tidaklah suatu bencana menimpa seseorang dari kaum muslimin atau yang lebih ringan dari itu hingga beliau menyebutkan sebuah duri, kecuali untuk salah satu dari dua hal. Ada kalanya supaya Allah mengampuni dosanya yang Allah tidak mengampuninya kecuali dengan hal seperti itu. Atau dengannya Allah menyampaikannya kepada kemulyaan yang Allah tidak menyampaikannya kecuali dengan hal seperti itu”. [HR. Ibnu Abid-Dunya] عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجَبٌ لِلْمُؤْمِنِ وَ جَزَعِهِ مِنَ السَّقَمِ، وَ لَوْ كَانَ يَعْلَمُ مَا لَهُ مِنَ السَّقَمِ اَحَبَّ اَنْ يَكُوْنَ سَقِيْمًا الدَّهْرَ، ثُمَّ اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص رَفَعَ رَأْسَهُ اِلَى السَّمَاءِ فَضَحِكَ فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مِمَّ رَفَعْت رَأْسَكَ اِلَى السَّمَاءِ وَ ضَحِكْتَ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: عَجِبْتُ مِنْ مَلَكَيْنِ كَانَا يَلْتَمِسَانِ عَبْدًا فِى مُصَلًّى كَانَ يُصَلِّي فِيْهِ فَلَمْ يَجِدَاهُ فَرَجَعَا فَقَالاَ: يَا رَبَّنَا عَبْدُكَ فُلاَنٌ كُنَّا نَكْتُبُ لَهُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ. عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فَوَجَدْنَاهُ حَبَسْتَهُ فِى حِبَالِكَ. قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالىَ: اُكْتُبُوْ لِعَبْدِى عَمَلَهُ الَّذِى كَانَ يَعْمَلُ فِى يَوْمِهِ وَ لَيْلَتِهِ وَ لاَ تَنْقُصُوْا مِنْهُ شَيْئًا وَ عَلَيَّ اَجْرُهُ مَا حَبَسْتُهُ وَ لَهُ اَجْرُ مَا كَانَ يَعْمَلُ. ابن ابى الدنيا و الطبرانى فى الاوسط Dari Ibnu Mas’ud RA ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Sesuatu hal yang mengagumkan orang mukmin dan kesusahannya karena sakit, seandainya dia mengetahui apa yang dia dapatkan dari sakit itu, ia akan senang kalau dia sakit sepanjang tahun”. Kemudian Rasulullah SAW mengangkat kepalanya ke langit lalu tertawa. Ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, apa sebabnya engkau mengangkat kepalamu ke langit lalu tertawa ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Aku heran pada dua malaikat yang mencari seorang hamba di mushalla yang dia biasa shalat di dalamnya, tetapi kedua malaikat itu tidak mendapatinya, lalu keduanya kembali dan berkata, “Wahai Tuhan kami, hamba-Mu si fulan yang biasa kami mencatat amalnya yang dia lakukan siang dan malam, kami mendapatinya dia tertahan karena sakit”. Allah yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman, “Catatlah untuk hamba-Ku amalnya yang biasa dia kerjakan siang dan malamnya dan jangan kamu kurangi sedikitpun, dan menjadi tanggungan-Ku pahalanya selama Aku menahannya, dan ia akan mendapatkan pahala sebagaimana yang biasa ia kerjakan”. [HR. Ibnu Abid Dunya dan Thabrani]"

Posting Komentar