Khalifah 'Umar bin Al-Khaththab (2)

Khalifah 'Umar bin Al-Khaththab (2)

5. Keutamaan-keutamaan 'Umar bin Al-Khaththab RA
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: اُرِيْتُ فِي الْمَنَامِ اَنّي اَنْزِعُ بِدَلْوِ بَكْرَةٍ عَلَى قَلِيْبٍ، فَجَاءَ اَبُوْ بَكْرٍ فَنَزَعَ ذَنُوْبًا اَوْ ذَنُوْبَيْنِ نَزْعًا ضَعِيْفًا، وَ اللهُ يَغْفِرُ لَهُ، ثُمَّ جَاءَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَاسْتَحَالَتْ غَرْبًا، فَلَمْ اَرَ عَبْقَرِيًّا يَفْرِيْ فَرِيَّهُ حَتَّى رَوِيَ النَّاسُ وَضَرَبُوْا بِعَطَنٍ. البخارى 4: 198
Dari 'Abdullah bin 'Umar RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Aku diperlihatkan di dalam mimpi bahwasanya aku menimba air di sebuah sumur dengan memakai timba kerekan, lalu datanglah Abu Bakar, ia menimba satu timba atau dua timba dengan susah payah, semoga Allah mengampuninya. Kemudian 'Umar bin Khaththab datang, dan ember itu berubah menjadi besar, lalu ia menimba sebanyak-banyaknya. Aku belum pernah melihat seorang pemimpin yang bekerja keras melakukan seperti itu, sehingga orang-orang semuanya dapat minum sepuasnya dan membuat bendungan untuk memberi minum unta-unta mereka". [HR. Bukhari juz 4, hal. 198]

عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: بَيْنَا اَنَا نَائِمٌ رَاَيْتُنِى عَلَى قَلِيْبٍ عَلَيْهَا دَلْوٌ فَنَزَعْتُ مِنْهَا مَا شَاءَ اللهُ، ثُمَّ اَخَذَهَا ابْنُ اَبِى قُحَافَةَ فَنَزَعَ بِهَا ذَنُوْبًا اَوْ ذَنُوْبَيْنِ وَفِىْ نَزْعِهِ، وَاللهُ يَغْفِرُ لَهُ، ضَعْفٌ، ثُمَّ اِسْتَحَالَتْ غَرْبًا فَاَخَذَهَا ابْنُ الْخَطَّابِ، فَلَمْ اَرَ عَبْقَرِيًّا مِنَ النَّاسِ يَنْزِعُ نَزْعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ حَتَّى ضَرَبَ النَّاسُ بِعَطَنٍ. مسلم 4: 1860
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi aku berada di pinggir sumur yang ada timbanya, lalu aku menimba air dari sumur itu, maa syaa-Allah. Kemudian timba itu diambil oleh putra Abu Quhafah (Abu Bakar), lalu ia menimba satu kali atau dua kali dan ia menimba dengan susah payah. Kemudian ember itu berubah menjadi besar. Lalu 'Umar bin Khaththab mengambilnya, maka aku belum pernah melihat seorang pemimpin yang menimba seperti 'Umar bin Khaththab, sehingga orang-orang membuat bendungan untuk memberi minum unta". [HR. Muslim juz 4, hal. 1860]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص قَالَ: بَيْنَا اَنَا نَائِمٌ اُرِيْتُ اَنّى اَنْزِعُ عَلَى حَوْضِى اَسْقِى النَّاسَ، فَجَاءَنِىْ اَبُوْ بَكْرٍ فَاَخَذَ الدَّلْوَ مِنْ يَدِىْ لِيُرَوّحَنِىْ فَنَزَعَ دَلْوَيْنِ وَفِى نَزْعِهِ ضَعْفٌ. وَاللهُ يَغْفِرُ لَهُ فَجَاءَ ابْنُ الْخَطَّابِ فَاَخَذَ مِنْهُ فَلَمْ اَرَ نَزْعَ رَجُلٍ قَطُّ اَقْوَى مِنْهُ حَتَّى تَوَلَّى النَّاسُ وَالْحَوْضُ مَلْآنُ يَتَفَجَّرُ. مسلم 4: 1861
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Ketika aku tidur, aku bermimpi mengambil air dengan timba dari telagaku untuk memberi minum orang banyak, lalu Abu Bakar datang kepadaku, lalu mengambil timba itu dari tanganku supaya aku bisa istirahat. Lalu ia menimba dua kali, dan ia menimba dengan susah payah, semoga Allah mengampuninya. Lalu datang Ibnul Khaththab, lalu mengambil timba itu dari Abu Bakar,maka aku sama sekali belum pernah melihat orang laki-laki yang menimba sekuat dia, sehingga orang-orang merasa puas semua sedangkan telaga tersebut penuh memancarkan air". [HR. Muslim juz 4, hal. 1861]
عَنِ الزُّهْرِيّ اَخْبَرَنِيْ حَمْزَةُ، عَنْ اَبِيْهِ، اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: بَيْنَا اَنَا نَائِمٌ شَرِبْتُ، يَعْنِي اللَّبَنَ، حَتَّى اَنْظُرُ اِلَى الرّيّ يَجْرِيْ فِيْ ظُفُرِيْ اَوْ فِيْ اَظْفَارِيْ، ثُمَّ نَاوَلْتُ عُمَرَ. قَالُوْا: فَمَا اَوَّلْتَهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: اَلْعِلْمَ. البخارى 4: 198
Dari Az-Zuhriy, ia berkata :Hamzah memberitahukan kepadaku dari ayahnya, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Ketika aku tidur, aku bermimpi minum susu sehingga rasa segar terasa mengalir sampai ke kuku-kuku saya. Kemudian aku berikan kepada 'Umar". Para shahabat bertanya, "Lalu engkau ta'wilkan apa ya Rasulullah ?". Beilau bersabda, "Itu adalah ilmu". [HR. Bukhari juz 4, hal. 198]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: رَاَيْتُ كَاَنّي اُتِيْتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ فَشَرِبْتُ مِنْهُ فَاَعْطَيْتُ فَضْلِيْ عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ. قَالُوْا: فَمَا اَوَّلْتَهُ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: اَلعِلْمَ. الترمذى 5: 282) رقم: 3??0، هذا حديث حسن صحيح غريب
Dari Ibnu 'Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Aku bermimpi seolah-olah aku diberi semangkok susu, lalu aku meminumnya, lalu selebihnya aku berikan kepada 'Umar bin Khaththab". Para shahabat bertanya, "Apa ta'wilnya, ya Rasulullah ?". Beliau SAW bersabda, "Ilmu". [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 282, no. 3770, ia berkata : Ini hadits hasan shahih gharib]
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدِ بْنِ اَبِي وَقَّاصٍ، عَنْ اَبِيهِ، قَالَ: اِسْتَأْذَنَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص وَعِنْدَهُ نِسْوَةٌ مِنْ قُرَيْشٍ يُكَلّمْنَهُ وَ يَسْتَكْثِرْنَهُ عَالِيَةً اَصْوَاتُهُنَّ عَلَى صَوْتِهِ، فَلَمَّا اسْتَأْذَنَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ قُمْنَ فَبَادَرْنَ الْحِجَابَ، فَاَذِنَ لَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص، فَدَخَلَ عُمَرُ وَرَسُوْلُ اللهِ ص يَضْحَكُ، فَقَالَ عُمَرُ: اَضْحَكَ اللهُ سِنَّكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ ص: عَجِبْتُ مِنْ ه?ؤُلَاءِ اللَّاتِي كُنَّ عِنْدِي، فَلَمَّا سَمِعْنَ صَوْتَكَ اِبْتَدَرْنَ الْحِجَابَ. فَقَالَ عُمَرُ: فَاَنْتَ اَحَقُّ اَنْ يَهَبْنَ يَا رَسُوْلَ اللهِ. ثُمَّ قَالَ عُمَرُ: يَا عَدُوَّاتِ اَنْفُسِهِنَّ اَتَهَبْنَنِي، وَلَا تَهَبْنَ رَسُوْلَ اللهِ ص. فَقُلْنَ: نَعَمْ اَنْتَ اَفَظُّ وَاَغْلَظُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ ص. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِيْهًا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، مَا لَقِيَكَ الشَّيْطَانُ سَالِكًا فَجًّا قَطُّ اِلَّا سَلَكَ فَجًّا غَيْرَ فَجّكَ. البخارى 4: 199
Dari Muhammad bin Sa'ad bin Abu Waqqoosh, dari ayahnya, ia berkata : 'Umar bin Khaththab pernah datang ke rumah Rasulullah SAW dan meminta ijin beliau untuk masuk, pada waktu itu ada beberapa orang wanita Quraisy sedang berbincang-bincang dengan Rasulullah SAW, para wanita itu berbicara dengan suara keras yang melebihi suara beliau. Setelah 'Umar bin Khaththab meminta izin untuk masuk, para wanita itu berdiri dan segera menurunkan hijab. Kemudian Rasulullah SAW mengizinkan 'Umar untuk masuk, lalu 'Umar masuk. Pada waktu itu Rasulullah SAW tertawa. Maka 'Umar bertanya, "Apa yang membuat engkau tertawa, ya Rasulullah ?". Nabi SAW bersabda, "Saya heran dengan para wanita yang tadi berada di sisiku. Ketika mereka mendengar suaramu, mereka segera menurunkan hijab". Maka 'Umar berkata, "Engkau yang lebih berhak untuk mereka takuti, ya Rasulullah". Kemudian 'Umar berkata kepada para wanita tersebut, "Hai para wanita yang memusuhi dirinya sendiri, apakah kalian tidak takut kepada Rasulullah SAW ?". Para wanita itu menjawab, "Ya, karena engkau lebih keras dan dan lebih kasar dari Rasulullah SAW". Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Benar, wahai Ibnul Khaththab, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah syaithan berjalan, lalu bertemu denganmu di satu jalan, melainkan ia mencari jalan lain yang tidak kamu lewati". [HR. Bukhari juz 4, hal. 199]
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ رض قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: رَأَيْتُنِيْ دَخَلْتُ الْجَنَّةَ فَاِذَا اَنَا بِالرُّمَيْصَاءِ امْرَأَةِ اَبِي طَلْحَةَ وَسَمِعْتُ خَشْفَةً، فَقُلْتُ: مَنْ ه?ذَا؟ فَقَالَ: ه?ذَا بِلَالٌ. وَ رَأَيْتُ قَصْرًا بِفِنَائِهِ جَارِيَةٌ فَقُلْتُ: لِمَنْ ه?ذَا؟ فَقَالَ: لِعُمَرَ. فَأَرَدْتُ اَنْ اَدْخُلَهُ فَاَنْظُرَ اِلَيْهِ فَذَكَرْتُ غَيْرَتَكَ. فَقَالَ عُمَرُ: بِاَبِيْ وَاُمّيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَعَلَيْكَ اَغَارُ. البخارى 4: 198
Dari Jabir bin 'Abdullah RA, ia berkata : Nabi SAW bersabda, "Sewaktu tidur aku bermimpi masuk ke surga, tiba-tiba aku bertemu dengan Rumaishoo' (Ummu Sulaim), istri Abu Thalhah. Dan aku mendengar suara orang berjalan, lalu aku bertanya, "Siapa ini ?". Lalu ia menjawab, "Ini Bilal". Dan aku melihat sebuah istana, di terasnya ada seorang wanita, lalu aku bertanya,"Kepunyaan siapa istana ini ?". Lalu ia menjawab, "Kepunyaan 'Umar". Lalu aku akan masuk untuk melihatnya, teapi aku teringat kecemburuannya. Maka 'Umar berkata, "Aku tebusi dengan ayah dan ibuku, ya Rasulullah. Apakah kepadamu aku cemburu ?":. [HR. Bukhari juz 4, hal. 198]
عَنِ سَعِيْدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ اَنَّ اَبَا هُرَيْرَةَ رض قَالَ: بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ ص اِذْ قَالَ: بَيْنَا اَنَا نَائِمٌ رَأَيْتُنِيْ فِي الْجَنَّةِ فَاِذَا امْرَأَةٌ تَتَوَضَّأُ اِلَى جَانِبِ قَصْرٍ، فَقُلْتُ: لِمَنْ ه?ذَا الْقَصْرُ؟ فَقَالُوْا: لِعُمَرَ. فَذَكَرْتُ غرَيْرَتَهُ فَوَلَّيْتُ مُدْبِرًا. فَبَكَى عُمَرُ وَقَالَ: اَعَلَيْكَ اَغَارُ يَا رَسُوْلَ اللهِ. البخارى 4: 198
Dari Sa'id bin Al-Musayyab, bahwasanya Abu Hurairah RA berkata : Ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Sewaktu aku sedang tidur, aku bermimpi berada di surga, tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang berwudlu di samping sebuah istana, maka aku bertanya, "Kepunyaan siapakah istana ini ?". Lalu orang-orang menjawab, "Kepunyaan 'Umar". Lalu aku teringat kecemburuannya, maka aku berpaling dan pergi. Maka 'Umar menangis dan berkata, "Apakah kepadamu aku cemburu ya Rasulullah ?". [HR. Bukhari juz 4, hal. 198]
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: دَخَلْتُ الجَنَّةَ فَاِذَا اَنَا بِقَصْرٍ مِنْ ذَهَبٍ، فَقُلْتُ: لِمَنْ ه?ذَا القَصْرُ؟ قَالُوْا: لِشَابّ مِنْ قُرَيْشٍ، فَظَنَنْتُ اَنّيْ اَنَا هُوَ، فَقُلْتُ: وَمَنْ هُوَ؟ قَالُوْا: عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ. الترمذى 5: 282، رقم: 3??1، هذا حديث حسن صحيح
Dari Anas, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "(Aku bermimpi) masuk ke surga, tiba-tiba aku melihat sebuah istana dari emas, lalu aku bertanya, :Kepunyaan siapakah istana ini ?". Orang-orang menjawab, "Kepunyaan seorang pemuda Quraisy", aku menduga bahwa yang dimaksudkan itu adalah aku, lalu aku bertanya lagi, "Siapa orang tersebut ?". Lalu orang-orang menjawab, " 'Umar bin Khaththab". [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 282, no. 3771, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]
عَنْ اَبِي مُوْسَى رض قَالَ : كُنْتُ مَعَ النَّبِيّ ص فِيْ حَائِطٍ مِنْ حِيْطَانِ الْمَدِيْنَةِ فَجَاءَ رَجُلٌ فَاسْتَفْتَحَ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِفْتَحْ لَهُ وَبَشّرْهُ بِالْجَنَّةِ! فَفَتَحْتُ لَهُ فَاِذَا اَبُوْ بَكْرٍ، فَبَشَّرْتُهُ بِمَا قَالَ النَّبِيُّ ص، فَحَمِدَ اللهَ. ثُمَّ جَاءَ رَجُلٌ فَاسْتَفْتَحَ، فَقَالَ النَّبِيُّ ص: اِفْتَحْ لَهُ وَبَشّرْهُ بِالْجَنَّةِ! فَفَتَحْتُ لَهُ، فَاِذَا هُوَ عُمَرُ، فَاَخْبَرْتُهُ بِمَا قَالَ النَّبِيُّ ص، فَحَمِدَ اللهَ. ثُمَّ اسْتَفْتَحَ رَجُلٌ، فَقَالَ لِي: اِفْتَحْ لَهُ وَبَشّرْهُ بِالْجَنَّةِ عَلَى بَلْوَى تُصِيْبُهُ! فَاِذَا عُثْمَانُ، فَاَخْبَرْتُهُ بِمَا قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص، فَحَمِدَ اللهَ، ثُمَّ قَالَ: اَللهُ الْمُسْتَعَانُ. البخارى 4: 201
Dari Abu Musa RA, ia berkata : Dahulu ketika saya bersama Nabi SAW sedang berada di sebuah kebun diantara kebun-kebun di Madinah, lalu datang seorang laki-laki minta dibukakan pintu. Lalu Nabi SAW bersabda, "Bukakanlah pintu untuknya dan sampaikan khabar gembira kepadanya dengan surga". Lalu aku membukakan pintu untuknya, ternyata dia adalah Abu Bakar. Lalu aku sampaikan khabar gembira kepadanya sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW. Maka diapun memuji Allah. Kemudian datang lagi seorang laki-laki minta dibukakan pintu, lalu Nabi SAW bersabda, "Bukakanlah pintu untuknya dan sampaikanlah khabar gembira kepadanya dengan surga". Lalu aku membukakan pintu untuknya, ternyata dia adalah 'Umar, lalu aku sampaikan khabar gembira kepadanya sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW. Maka diapun memuji Allah. Kemudian datang lagi seorang laki-laki minta dibukakan pintu, lalu Nabi SAW bersabda, "Bukakanlah pintu untuknya dan sampaikanlah khabar gembira kepadanya dengan surga atas cobaan-cobaan yang menimpanya". Ternyata dia adalah 'Utsman. Lalu aku sampaikan kepadanya sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. Maka diapun memuji Allah, kemudian dia berkata, "Aloohummal musta'aan" (Allah adalah Tuhan yang dimohon pertolongan-Nya). [HR. Bukhari juz 4 hal. 201]
عَنْ اَنَسٍ رض اَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ ص عَنِ السَّاعَةِ، فَقَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: وَمَاذَا اَعْدَدْتَ لَهَا؟ قَالَ: لَا شَيْءَ اِلَّا اَنّيْ اُحِبُّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ ص. فَقَالَ: اَنْتَ مَعَ مَنْ اَحْبَبْتَ. قَالَ اَنَسٌ: فَمَا فَرِحْنَا بِشَيْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِيّ ص اَنْتَ مَعَ مَنْ اَحْبَبْتَ. قَالَ اَنَسٌ: فَاَنَا اُحِبُّ النَّبِيَّ ص وَ اَبَا بَكْرٍ وَ عُمَرَ وَ اَرْجُوْ اَنْ اَكُوْنَ مَعَهُمْ بِحُبّيْ اِيَّاهُمْ وَاِنْ لَمْ اَعْمَلْ بِمِثْلِ اَعْمَالِهِمْ. البخارى 4: 200
Dari Anas RA, bahwasanya ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW tentang datangnya hari qiyamat, orang laki-laki tersebut bertanya, "Kapan datangnya qiyamat ?". Nabi SAW balik bertanya, "Apa yang telah kamu persiapkan untuknya ?". Ia menjawab, "Tidak ada sesuatu yang saya persiapkan selain bahwa saya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya SAW". Maka beliau bersabda, "Kamu bersama dengan orang yang kamu cintai". Anas berkata : Maka tidak pernah kami merasa gembira dengan sesuatu sebagaimana kami merasa gembira ketika mendengar sabda Nabi SAW, "Kamu bersama dengan orang yang kamu cintai". Anas berkata, "Saya mencintai Nabi SAW, Abu Bakar, 'Umar, dan saya berharap bisa bersama mereka karena cinta saya kepada mereka itu, walaupun saya tidak beramal seperti amal-amal mereka". [HR. Bukhari juz 4, hal. 200]
عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: اللّ?هُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلَامَ بِاَحَبّ ه?ذَيْنِ الرَّجُلَيْنِ اِلَيْكَ، بِاَبِي جَهْلٍ اَوْ بِعُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ. قَالَ: وَكَانَ اَحَبَّهُمَا اِلَيْهِ عُمَرُ. الترمذى 5: 2?9، رقم: 3?64، هذا حديث حسن صحيح غريب
Dari Nafi' dari Ibnu 'Umar, bahwasanya Rasulullah SAW pernah berdo'a (yang artinya) "Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan salah satu diantara dua orang laki-laki ini yang Engkau cintai, yaitu dengan Abu Jahl atau dengan 'Umar bin Khaththab". Dan ternyata 'Umar yang lebih dicintai oleh Allah. [HR. Tirmidzi juz 5. Juz. 279, no. 3764, ia berkata : Ini hadits hasan shahih gharib]


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Khalifah 'Umar bin Al-Khaththab (2)"

Posting Komentar