Larangan mencincang, membakar, menebang pohon dan meroboh-kan bangunan, kecuali untuk suatu kepentingan/kemashlahatan

Larangan mencincang, membakar, menebang pohon dan meroboh-kan bangunan, kecuali untuk suatu kepentingan/kemashlahatan
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ عَسَّالٍ قَالَ: بَعَثَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص: فِى سِرَايَّةٍ فَقَالَ: سِيْرُوْا بِاسْمِ اللهِ وَ فِى سَبِيْلِ اللهِ، قَاتِلُوْا مَنْ كَفَرَ بِاللهِ، وَ لاَ تُمَثِّلُوْا وَ لاَ تَغْدِرُوْا، وَ لاَ تَقْتُلُوْا وَلِيْدًا. احمد و ابن ماجه
Dari Shafwan bin ‘Assal, ia berkata, Rasulullah SAW pernah mengutus kami dalam satu pasukan, maka beliau bersabda, “Berjalanlah kamu dengan nama Allah dan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kufur kepada Allah, jangan mencincang, jangan berkhianat dan jangan membunuh anak-anak”. [HR. Ahmad dan Ibnu Majah].
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: بَعَثَنَا رَسُوْلُ اللهِ ص فِى بَعْثٍ فَقَالَ: اِنْ وَجَدْتُمْ فُلاَنًا وَ فُلاَنًا لِرَجُلَيْنِ فَاَحْرِقُوْهُمَا بِالنَّارِ. ثُمَّ قَالَ: حِيْنَ اَرَدْنَا اْلخُرُوْجَ اِنِّى كُنْتُ اَمَرْتُكُمْ اَنْ تُحْرِقُوْا فُلاَنًا وَ فُلاَنًا، وَ اِنَّ النَّارَ لاَ يُعَذِّبُ بِهَا اِلاَّ اللهُ، فَاِنْ وَجَدْتُمُوْهُمَا فَاقْتُلُوْهُمَا. احمد و البخارى و ابو داود و الترمذى و صححه
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW pernah mengutus kami dalam suatu rombongan, maka beliau bersabda, “Jika kamu menjumpai fulan dan fulan (dua orang) maka bakarlah mereka dengan api”. Lalu ketika kami akan berangkat, beliau bersabda, “Sesungguhnya aku tadi menyuruh kalian untuk membakar fulan dan fulan, padahal sesungguhnya api itu tidak (boleh dipergunakan) menyiksa kecuali oleh Allah sendiri. Oleh karena itu jika kamu menjumpai keduanya, maka bunuhlah mereka”. [HR. Ahmad, Bukhari, Abu Dawud danTirmidzi, dan Imam Tirmidzi mengesahkannya].

عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيْدٍ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ رض بَعَثَ جُيُوْشًا اِلَى الشَّامِ، فَخَرَجَ يَمْشِى مَعَ يَزِيْدَ بْنِ اَبِى سُفْيَانَ، وَ كَانَ يَزِيْدُ اَمِيْرَ رَبِيْعٍ مِنْ تِلْكَ اْلاَرْبَاعِ، فَقَالَ: اِنِّى مُوْصِيْكَ بِعَشْرِ خِلاَلٍ: لاَ تَقْتُلُ امْرَأَةً وَ لاَ صَبِيًّا وَ لاَ كَبِيْرًا هَرِمًا، وَ لاَ تَقْطَعُ شَجَرًا مُثْمِرًا، وَ لاَ تُخَرِّبْ عَامِرًا، وَ لاَ تَعْقِرَنَّ شَاةً وَ لاَ بَعِيْرًا اِلاَّ لِمَأْكَلِهِ، وَ لاَ تَعْقِرَنَّ نَخْلاً، وَ لاَ تَحْرِقْهُ، وَ لاَ تَغْلُلْ، وَ لاَ تَخُبَّنَّ. مالك فى الموطأ فى نيل الاوطار
Dari Yahya bin Sa’id, sesungguhnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA pernah mengutus tentara ke Syam, lalu beliau keluar sambil berjalan kaki bersama Yazid bin Abu Sufyan, sedang Yazid ketika itu adalah kepala seperempat dari (pasukan-pasukan) yang dibagi empat itu, Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya aku berwasiat kepadamu dengan sepuluh hal,   1. Jangan membunuh perempuan, 2. Jangan membunuh anak-anak, 3. Jangan membunuh orang tua yang sudah tak berdaya, 4. Jangan menebang pohon yang sedang berbuah, 5. Jangan merobohkan bangunan, 6. Jangan menyembelih kambing dan unta kecuali sekedar untuk dimakan, 7. Jangan merusak pohon kurma, 8. Jangan membakar pohon kurma, 9. Jangan berkhianat, 10. Jangan menjadi pengecut”. [HR. Malik dalam Mawaththa’, di dalam Nailul Authar]
عَنْ جَرِيْرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ لِى رَسُوْلُ اللهِ ص: اَلاَ تُرِيْحُنِى مِنْ ذِى اْلخَلَصَةِ؟ قَالَ: فَانْطَلَقْتُ فِى خَمْسِيْنَ وَ مِائَةِ فَارِسٍ مِنْ اَحْمَسَ، وَ كَانُوْا اَصْحَابَ خَيْلٍ، وَ كَانَ ذُو اْلخَلَصَةِ بَيْتًا فِى اْليَمَنِ لِخَثْعَمَ وَ بَجِيْلَةَ، فِيْهِ نُصُبٌ يُعْبَدُ، يُقَالُ لَهُ كَعْبَةُ اْليَمَانِيَّةِ قَالَ: فَاَتَاهَا فَحَرَقَهَا بِالنَّارِ، وَ كَسَرَهَا. ثُمَّ بَعَثَ رَجُلاً مِنْ اَحْمَسَ يُكْنَى اَبَا اَرْطَاةَ اِلَى النَّبِيِّ يُبَشِّرُهُ بِذلِكَ، فَلَمَّا اَتَاهُ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَ الَّذِى بَعَثَكَ بِاْلحَقِّ مَا جِئْتُ حَتَّى تَرَكْتُهَا كَاَنَّهَا جَمَلٌ اَجْرَبُ، قَالَ: فَبَرَّكَ النَّبِيُّ ص عَلَى خَيْلِ اَحْمَسَ وَ رِجَالِهَا خَمْسَ مَرَّاتٍ. احمد و المبخارى و مسلم
Dari Jarir bin ‘Abdullah, ia berkata, Rasulullah SAW pernah bertanya kepadaku, “Apakah engkau dapat membantuku dari Dzul Khalashah ?” Jarir berkata, lalu aku berangkat bersama seratus lima puluh penunggang kuda dari Ahmas (nama suatu kampung), sebab mereka itu semuanya adalah pemilik-pemilik kuda, sedang Dzul Khalashah itu sebuah rumah di Yaman milik Khats’am dan Bajilah, yang di situ ada berhala yang disembah, yang diberi nama “Ka’bah Al-Yamaniyah”. Lalu Jarir datang ke tempat itu, kemudian membakarnya dengan api dan menghancurkannya. Kemudian ia mengutus seorang laki-laki dari Ahmas yang dijuluki Abu Arthah untuk menyampaikan berita gembira itu kepada Nabi SAW. Maka tatkala ia sampai ke tempat Nabi SAW, ia berkata, “Ya Rasulullah ! Demi Tuhan yang mengutusmu dengan benar, kini aku tidak datang kepadamu hingga kutinggalkan berhala itu laksana unta yang tak berdaya”. Jarir berkata, “Lalu Nabi SAW mendoakan barakah buat kuda-kuda Ahmas serta orang-orangnya sebanyak lima kali”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رض اَنَّ النَّبِيَّ ص قَطَعَ نَخْلَ بَنِى النَّضِيْرِ وَ حَرَقَ وَ لَهَا يَقُوْلُ حَسَّانٌ. {وَ هَانَ عَلَى سَرَاةِ بَنِى لُؤَيِّ. حَرِيْقٌ بِاْلبُوَيْرَةِ مُسْتَطِيْرٌ} وَ فِى ذلِكَ نَزَلَتْ: مَا قَطَعْتُمْ مِنْ لّيْنَةٍ اَوْ تَرَكْتُمُوْهَا، الآية - الحشر:5. احمد و البخارى و مسلم. و لم يذكر احمد الشعر
Dari Ibnu ‘Umar RA, sesungguhnya Nabi SAW pernah memotong pohon kurma milik Bani Nadlir serta membakarnya. Lalu Hassan bersyair, <Sungguh hina dina kepala-kepala Bani Luaiy, kebakaran melanda di Buwairah>. Dan ketika itu turun ayat : “Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma atau kamu biarkan berdiri tegak atas pangkal-pangkalnya, maka yang demikian itu adalah dengan izin Allah, dan karena Allah hendak merendahkan orang-orang yang fasiq - Al-Hasyr : 5”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, tetapi Imam Ahmad tidak menyebutkan syair itu].
عَنْ اُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ: بَعَثَنِى رَسُوْلُ اللهِ ص اِلَى قَرْيَةٍ يُقَالُ لَهَا اُبْنَى، فَقَالَ: اِئْتِهَا صَبَاحًا، ثُمَّ حَرِّقْ. احمد و ابو داود و بن ماجه
Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, Aku pernah diutus Rasulullah SAW ke suatu daerah bernama Ubna, maka beliau bersabda, “Datanglah engkau ke tempat itu pagi-pagi, kemudian bakarlah”. [HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Larangan mencincang, membakar, menebang pohon dan meroboh-kan bangunan, kecuali untuk suatu kepentingan/kemashlahatan"

Posting Komentar