1/12/2019

Pentingnya Akhlaq yang baik

Pentingnya Akhlaq yang baik

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, sesungguhnya akhlaq yang baik adalah menjadi sebab utama kebahagiaan kita di dunia dan akhirat dan menyebabkan Allah ridla kepada kita dan Allah akan memasukkan kita ke surga. Sebaliknya akhlaq yang buruk akan menyebabkan kecelakaan di dunia dan akhirat. Rasulullah SAW pernah ditanya oleh shahabat beliau, "Ya Rasulullah, apa yang paling banyak menyebabkan orang masuk surga ?". Beliau SAW menjawab, "Taqwa kepada Allah dan akhlaq yang baik". Di dalam hadits disebutkan :
عَنْ اَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ ص عَنْ اَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الجَنَّةَ، فَقَالَ: تَقْوَى اللهِ وَحُسْنُ الخُلُقِ. وَسُئِلَ عَنْ اَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ، فَقَالَ: الفَمُ وَالفَرْجُ. الترمذى 3: 245، رقم: 2072، هذا حديث صحيح غريب
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menyebabkan orang masuk surga, maka beliau menjawab, "(Sesuatu yang paling banyak menyebabkan orang masuk surga) yaitu taqwa kepada Allah dan akhlaq yag baik". Dan beliau pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menyebabkan orang masuk neraka, maka beliau menjawab, "(Sesuatu yang paling banyak menyebabkan orang masuk neraka) yaitu mulut dan kemaluan". [HR.Tirmidzi juz 3, hal. 245, no. 2072, ia berkata : Ini hadits shahih gharib]

عَنْ اَبِي الدَّرْدَاءِ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: مَا شَيْءٌ اَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ، وَاِنَّ اللهَ لَيُبْغِضُ الفَاحِشَ البَذِيءَ. الترمذى 3: 244، رقم: 2070، و قال: هذا حديث حسن صحيح
Dari Abud Darda' bahwasanya Nabi SAW bersabda,"Tidak ada sesuatu yang lebih berat pada timbangan orang mu'min pada hari qiyamat daripada akhlaq yang baik, karena sesungguhnya Allah Ta'aalaa murka kepada orang yang berakhlaq keji lagi buruk", [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 244,no. 2070, ia berkata : Ini hadits hasan shahih]
Maka hendaklah kita berakhlaq yang baik dan menjauhi akhlaq yang buruk. Orang yang pandai tetapi akhlaqnya buruk jauh lebih berbahaya daripada orang yang bodoh. Namun orang yang pandai dan akhlaqnya baik akan berguna bagi dirinya, bagi orang lain, nusa, bangsa dan agama. Diantara akhlaq yang baik yang merupakan pokok ajaran Islam, kita harus bersyukur kepada Allah SWT dengan bertaqwa kepada-Nya.
Allah SWT telah memberi keni'matan kepada kita dengan keni'matan yang banyak. Allah telah menciptakan kita yang tadinya tidak ada. Allah telah menciptakan kita dalam sebaik-baik bentuk. Allah SWT berfirman :
لَقَدْ خَلَقْنَا اْلاِنْسَانَ فِى اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ. التين: 4
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk. [QS. At-Tiin : 4]
Allah juga memberi kepada kita keni'matan-keni'matan lain yang kita tidak bisa menghitungnya. Allah SWT berfirman :
وَ اِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللهِ لاَ تُحْصُوْهَا. ابرهيم: 34
Dan jika kalian akan menghitung ni'mat-ni'mat Allah, pasti kalian tidak bisa menghitungnya. [QS. Ibrahim : 34]
Oleh karena itu wajib kita bersyukur kepada Allah atas ni'mat-ni'mat-Nya, dengan beriman kepada-Nya dan mengagungkan-Nya dengan sepenuh hati, menyembah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, tha'at kepada-Nya, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya, walaupun tidak ada orang yang melihatnya.
Rasulullah SAW bersabda :
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَ اَتْبِعِ السَّيّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَ خَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. الترمذى 3: 239، رقم: 2053
Bertaqwalah kepada Allah dimanasaja kamu berada, iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan yang baik itu akan menghapuskannya, dan bergaullah dengan manusia dengan pergaulan yang baik. [HR. Tirmidzi, juz 3, hal. 239, no. 2053]
Kita wajib mencintai Allah melebihi dari segalanya, dan berdo'a mohon pertolongan hanya kepada-Nya, serta bertawakkal hanya kepada-Nya. Allah SWT berfirman :
وَ عَلَى اللهِ فَتَوَكَّلُوْآ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ. المائدة: 23
Dan hanya kepada Allah lah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman. [QS. Al-Maaidah : 23]
Setelah kita mengagungkan Allah penuh dengan kecintaan, maka kita wajib mengagungkan Rasulullah SAW dan mencintai beliau melebihi dari cinta kita kepada ayah, ibu, anak, diri kita, bahkan manusia seluruhnya. Rasulullah SAW bersabda :
عَنْ اَنَسٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ص: لَا يُؤْمِنُ اَحَدُكُمْ حَتَّى اَكُوْنَ اَحَبَّ اِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَ وَلَدِهِ وَ النَّاسِ اَجْمَعِيْنَ. البخارى 1: 9
Dari Anas, Nabi SAW bersabda, "Tidak beriman salah seorang diantara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada ayahnya, anaknya, dan manusia seluruhnya". [HR. Bukhari juz 1, hal. 9]
Rasulullah SAW datang dengan membawa agama Islam, dan dengan perantaraan beliau kita mengenal Allah Tuhan semesta alam, bisa membedakan yang haq dan yang bathil, yang halal dan yang haram, maka kita wajib mencintai beliau dengan setulus hati. Dan cinta kita kepada Rasulullah SAW dengan mengikuti ajarannya, merupakan bukti cinta kita kepada Allah :
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ. ال عمران: 31
Katakanlah, "Jika kamu sekalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Ali 'Imraan : 31]
Kita wajib tha'at kepada Rasulullah SAW. Dan barangsiapa tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan memasukkannya ke surga.
وَ مَنْ يُّطِعِ اللهَ وَ رَسُوْلَه يُدْخِلْهُ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا، وَ ذٰلِكَ اْلفَوْزُ الْعَظِيْمُ. النساء 13
Dan barangsiapa yang tha'at kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Mereka kekal di dalamnya. Dan itulah kemenangan yang besar. [An-Nisaa' : 13]
Bukti tha'at kita kepada Rasulullah SAW adalah dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya. Allah SWT berfirman :
وَ مَآ اٰتٰىكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَ مَا نَهٰىكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْا. الحشر: 7
Dan apasaja yang diberikan oleh Rasul kepada kalian, maka terimalah dia, dan apasaja yang dilarangnya untuk kalian, maka tinggalkanlah. [QS. Al-Hasyr : 7]
Dan juga diantara bukti ketha'atan kita adalah kita bershalawat untuk beliau, keluarga beliau dan para shahabatnya semuanya. Allah SWT berfirman :
اِنَّ اللهَ وَ مَلـٰۤئِكَتَه يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ، يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلّمُوْا تَسْلِيْمًا. الاحزاب: 56
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. [QS. Al-Ahzaab : 56]
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, diantara akhlaq Islam ini, kita wajib berbhakti kepada kedua orang tua. Keduanya kita mencintai kita setulus hati, memberikan apasaja yang mereka punya, tidak mengharapkan kembali.
Allah SWT berfirman :
وَ وَصَّيْنَا اْلاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ، حَمَلَتْهُ اُمُّه وَهْنًا عَلىٰ وَهْنٍ وَّ فِصٰلُه فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَ لِوَالِدَيْكَ، اِلَيَّ الْمَصِيْرُ(14) وَ اِنْ جَاهَدٰكَ عَلىٰۤ اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِه عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَ صَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا وَّ اتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّ، ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ(15) لقمان: 14-15
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu. (14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (15) [QS.Luqmaan : 14-15]
Kita wajib mencintai kedua orangtua kita dengan setulus hati, menghormatinya dan mempergaulinya dengan sesuatu yang membuat mereka senang dan ridla. Memperhatikan nasihat-nasihatnya, kalau diperintah segera dilaksanakan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya. Apabila kedua orang tua kita telah lanjut usia, maka kita harus menyantuninya dengan penuh kasih sayang. Allah SWT berfirman :
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْآ اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا، اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا(23) وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَ قُلْ رَّبّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًا(24) الاسراء: 23-24
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (23)
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil". (24) [QS. Al-Israa' : 23-24]
Apabila kita berbhakti kepada kedua orang tua, mudah-mudahan Allah ridla kepada kita. Rasulullah SAW bersabda :
رِضَاءُ اللهِ فِى رِضَاءِ الْوَالِدِ وَ سَخَطُ اللهِ فِى سَخَطِ الْوَالِدِ. ابن حبان: 2: 172، رقم: 429
"Ridla Allah tergantung ridla orang tua, dan kemarahan Allah tergantung kemarahan orang tua". [HR. Ibnu Hibban juz 2, hal. 172, no. 429]
Adapun durhaka kepada kedua orang tua adalah dosa besar. Di dalam hadits disebutkan :
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو عَنِ النَّبِيّ ص قَالَ: اَلْكَبَائِرُ: اَلْاِشْرَاكُ بِاللهِ وَ عُقُوْقُ اْلوَالِدَيْنِ وَ قَتْلُ النَّفْسِ وَ اْليَمِيْنُ اْلغَمُوْسُ. البخارى 7: 228
Dari Abdullah bin 'Amr, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Dosa-dosa besar ialah mensekutukan Allah dengan sesuatu, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh orang, dan sumpah palsu". [HR. Bukhari juz 7, hal. 228]
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, diantara akhlaq Islam ini kita wajib berbuat baik kepada kerabat kita. Kita wajib berbuat baik kepada saudara-saudara kita dan kerabat-kerabat kita. Mereka dengan kita adalah dari satu nasab keturunan. Kita wajib mencintai mereka, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ اْلاِحْسَانِ وَ اِيْتَآءِ ذِي الْقُرْبٰى وَ يَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. النحل: 90
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. [QS. An-Nahl : 90]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ اَحَقُّ بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ؟ قَالَ: اُمُّكَ، ثُمَّ اُمُّكَ، ثُمَّ اُمُّكَ، ثُمَّ اَبُوْكَ، ثُمَّ اَدْنَاكَ اَدْنَاكَ. مسلم 4: 1974
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Ada seorang laki-laki bertanya (kepada Rasulullah SAW), Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhaq untuk saya santuni ?. Beliau SAW bersabda, Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, kemudian bapakmu. Kemudian orang yang paling dekat denganmu, kemudian orang yang paling dekat denganmu. [HR. Muslim juz 4, hal. 1974]
عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَ لَمْ يَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيْرِنَا. الترمذى 3: 215، رقم: 1985
Dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Bukanlah dari golonganku orang yang tidak menyayangi kepada yang lebih muda, dan tidak memuliakan yang lebih tua". [HR. Tirmidzi juz 3, hal. 215, no. 1985]
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, diantara akhlaq Islam ini, kita wajib berbuat baik kepada tetangga, tolong-menolong dalam hal kebaikan, saling menjaga keamanannya, tidak mengganggu maupun berbuat jahat terhadap mereka. Allah SWT berfirman :
وَ اعْبُدُوا اللهَ وَ لَا تُشْرِكُوْا بِه شَيْئًا وَّ بِاْلوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّ بِذِى اْلقُرْبٰى وَ اْليَتٰمٰى وَ الْمَسٰكِيْنِ وَ اْلجَارِ ذِى اْلقُرْبٰى وَ اْلجَارِ اْلجُنُبِ وَ الصَّاحِبِ بِاْلجَنْبِ وَ ابْنِ السَّبِيْلِ وَ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ، اِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًا. النساء: 36
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu-pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri [QS. An-Nisaa' : 36]
Dan di dalam hadits disebutkan :
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَا اٰمَنَ بِى مَنْ بَاتَ شَبْعَانًا وَ جَارُهُ جَائِعٌ اِلَى جَنْبِهِ وَ هُوَ يَعْلَمُ. الطبرانى فى الكبير 1: 259، رقم: 751
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata : "Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah beriman kepadaku orang yang bermalam dalam keadaan kenyang sedang tetangganya lapar, padahal ia mengetahui". [HR. Thabarani dalam Al-Kabir juz 1, hal. 259, no. 751]
Dan kita tidak boleh mengganggu tetangga. Rasulullah SAW bersabda :
عَنْ اَبِى شُرَيْحٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ: وَ اللهِ لَا يُؤْمِنُ، وَ اللهِ لَا يُؤْمِنُ، وَ اللهِ لَا يُؤْمِنُ. قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: اَلَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ. البخارى 7: 78
Dari Abu Syuraih, bahwasanya Nabi SAW bersabda, "Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah, tidak beriman", Ditanyakan (kepada beliau), "Siapa dia, ya Rasulullah ?". Beliau bersabda, "Orang yang tetangganya tidak aman dari keburukan-keburukannya". [HR. Bukhari juz 7, hal. 78]
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, diantara akhlaq Islam, kita juga harus memperbaiki rumah tangga kita. Sebagai suami supaya melaksanakan kewajibannya dengan baik, begitu pula sebagai istri supaya melaksanakan kewajibannya. Rasulullah SAW bersabda :
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ كُلُّكُمْ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. اَلْاِمَامُ رَاعٍ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَ الرَّجُلُ رَاعٍ فِى اَهْلِهِ وَ هُوَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَ الْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا وَ مَسْئُوْلَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا. وَ اْلخَادِمُ رَاعٍ فِى مَالِ سَيّدِهِ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. وَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَ مَسْئُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ. البخارى عن ابن عمر 1: 215
Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing dari kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. [HR. Bukhari dari Ibnu Umar, juz 1, hal. 215]
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْآ اَنْفُسَكُمْ وَ اَهْلِيْكُمْ نَارًا. التحريم:6
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. [QS. At-Tahrim : 6]
اَلرّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلىٰ بَعْضٍ وَّ بِمَا اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ. النساء:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafqahkan sebagian dari harta mereka. [QS. An-Nisaa' : 34]
وَ عَلَى الْمَوْلُوْدِ لَه رِزْقُهُنَّ وَ كِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ، لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَا. البقرة:233
Dan bagi ayah berkewajiban memberi nafqah dan memberi pakaian kepada ibu (dan anaknya) dengan cara yang ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kesanggupannya. [QS. Al-Baqarah : 233]
عَنْ حَكِيْمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ اْلقُشَيْرِيّ عَنْ اَبِيْهِ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا حَقُّ زَوْجَةِ اَحَدِنَا عَلَيْهِ؟ قَالَ: اَنْ تُطْعِمَهَا اِذَا طَعِمْتَ وَ تَكْسُوَهَا اِذَا اكْتَسَيْتَ وَ لَا تَضْرِبِ اْلوَجْهَ وَ لَا تُقَبّحْ وَ لَا تَهْجُرْ اِلَّا فِى اْلبَيْتِ. ابو داود 2: 244، رقم: 2142
Dari Hakim bin Mu'awiyah Al-Qusyairiy, dari bapaknya, ia berkata : Saya bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, apa yang menjadi haknya istri atas suaminya ?". Rasulullah SAW bersabda, "Kamu memberinya makan apabila kamu makan, kamu memberinya pakaian apabila kamu berpakaian, jangan memukul muka, janganlah kamu menjelek-jelekkannya dan janganlah kamu meninggalkannya (karena marah) kecuali di dalam rumah". [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 244, no. 2142]
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: كَفَى بِالْمَرْءِ اِثْمًا اَنْ يُضَيّعَ مَنْ يَقُوْتُ. ابو داود 2: 132، رقم: 1692
Dari 'Abdullah bin 'Amr, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Cukuplah bagi seseorang itu berdosa, apabila ia mengabaikan orang yang makan dan minumnya menjadi tanggungannya". [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 132, no. 1692]
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِاَهْلِهِ وَ اَنَا خَيْرُكُمْ لِاَهْلِى. الترمذى 5: 369، رقم: 3985
Dari Aisyah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap istriku. [HR. Tirmidzi juz 5, hal. 369, no. 3985]
Dan para istripun mempunyai kewajiban terhadap suami. Allah SWT berfirman:
اَلرّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلىٰ بَعْضٍ وَّ بِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ، فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللهُ. النسآء:34
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang thaat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah memelihara (mereka) .... . [QS. An-Nisaa' : 34]
Dan di dalam hadits disebutkan :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ رض قَالَ: سُئِلَ النَّبِيُّ ص اَيُّ النّسَاءِ خَيْرٌ؟ فَقَالَ: خَيْرُ النّسَاءِ مَنْ تَسُرُّ اِذَا نظَرَ وَ تُطِيْعُ اِذَا اَمَرَ وَ لَا تُخَالِفُهُ فِى نَفْسِهَا وَ مَالِهَا. الحاكم فى المستدرك 2: 175
Dari AbuHurairah RA, ia berkata : Nabi SAW ditanya, Wanita yang bagaimanakah yang paling baik ?. Beliau bersabda, Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang apabila dipandang suaminya menyenangkan, apabila diperintah dia thaat dan tidak menyelisihinya karena (mengandalkan) dirinya dan hartanya. [HR. Hakim, dalam Al-Mustadrak juz 2, hal. 175]
Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah, yang kami sebutkan ini adalah sekelumit diantara akhlaq Islam, yang kita semua wajib melaksanakannya yang terdorong oleh keimanan kita kepada Allah, dan kita takut kepada Allah apabila menyelisihi dan melanggar larangan-Nya, walaupun Allah tidak kelihatan oleh kita. Maka kita tidak mau menipu, tidak mencuri, tidak merampok, tidak korupsi, tidak berjudi, tidak minum minuman keras, tidak mengkonsumsi narkoba, tidak berzina, tidak mentelantarkan anak dan istri, tidak suka berkelahi dan tawuran, apalagi membunuh orang dan lain sebagainya, yang semuanya itu karena kita takut kepada Allah. Dan Allah menggembirakan dengan surga bagi orang-orang yang bertaqwa yang selalu bertaubat kepada Allah dan selalu memelihara peraturan-peraturan-Nya.

Demikianlah semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang berakhlaq mulia dan semoga Allah mengampuni kita. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang kehidupan Dunia

  TENTANG DUNIA فعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ...