Alam Qubur

ذَكَرَ رَسُوْلُ اللهِ ص فَتَّانَيِ الْقَبْرِ فَقَالَ عُمَرُ: اَتُرَدُّ اِلَيْنَا عُقُوْلُنَا يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: نَعَمْ، كَهَيْئَتِكُمُ اْليَوْمَ. فَقَالَ عُمَرُ: بِفِيْهِ اْلحَجَرُ. احمد و الطبرانى
Rasulullah SAW pernah menyebut dua malaikat pemeriksa kubur. Lalu Umar bertanya : "Apakah akal kita akan dikembalikan kepada kita ya Rasulullah ?" Jawab Rasulullah SAW : "Ya, seperti keadaan kamu sekarang ini". Maka Umar berkata : "Batu di mulutnya. (Aku akan memberi jawaban yang tepat)". [HR Ahmad dan Thabrani]
قَالَ النَّبِيُّ ص: يُسَلَّطُ عَلَى اْلكَافِرِ فِى قَبْرِهِ تِسْعَةٌ وَ تِسْعُوْنَ تِنّيْنًا تَلْدَغُهُ حَتَّى تَقُوْمَ السَّاعَةُ. احمد و ابو يعلى
Nabi SAW bersabda, “Dilepaskan pada orang kafir dalam quburnya 99 ular mematuk (menggigit)nya hingga hari qiyamat”. [HR. Ahmad dan Abu Ya’la]
قَالَ النَّبِيُّ ص: اِنَّ عَذَابَ اْلقَبْرِ مِنْ ثَلاَثَةٍ مِنَ اْلغِيْبَةِ وَ النَّمِيْمَةِ وَ اْلبَوْلِ. فَاِيَّاكُمْ وَ ذلِكَ. البيهقى
Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya ‘adzab qubur itu disebabkan oleh tiga hal. Yaitu mengumpat, mengadu-adu dan karena (tidak bersih dari) kencing. Karena itu jagalah diri kalian dari tiga hal tersebut”. [HR. Baihaqi]
Tempat ketetapan ruh
Tempat ketetapan ruh, yakni orang yang sudah mati itu ruhnya akan tetap di tempat yang ditentukan baginya. Nabi SAW bersabda :
اَرْوَاحُ الشُّهَدَاءِ عِنْدَ اللهِ فِى حَوَاصِلِ طَيْرٍ حُضْرٍ تَسْرَحُ فِى اَنْهَارِ اْلجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ ثُمَّ تَأْوِى اِلَى قَنَادِيْلَ تَحْتَ اْلعَرْشِ. مسلم
Ruh-ruh orang-orang yang mati syahid itu di sisi Allah di tembolok-tembolok burung hijau, berjalan-jalan di sungai-sungai surga kemana saja ia suka, kemudian kembali kepada lampu-lampu di bawah ‘Arsy. [HR. Muslim]
اِنَّمَا نَسَمَةُ اْلمُؤْمِنِ طَائِرٌ تَعَلَّقَ فِى شَجَرِ اْلجَنَّةِ حَتَّى يُرْجِعَهُ اللهُ اِلَى جَسَدِهِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ. مالك و احمد و النسائى
Sesungguhnya ruh orang mukmin itu adalah burung yang tergantung di pohon surga hingga Allah mengembalikannya ke badannya di hari qiyamat. [HR. Malik, Ahmad dan Nasai]
قَالَ النَّبِيُّ ص: تَكُوْنُ النَّسَمُ طَيْرًا تَعَلَّقَ بِالشَّجَرِ حَتَّى اِذَا كَانَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ دَخَلَتْ كُلُّ نَفْسٍ فِى جَسَدِهَا. احمد و الطبرانى
Nabi SAW bersabda, “Ruh-ruh itu adalah burung-burung yang bergantung di pohon-pohon, hingga apabila (tiba) hari qiyamat, masuklah tiap-tiap ruh ke badannya”. [HR. Ahmad dan Thabrani]
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: اِنَّ نَسَمَةَ اْلمُؤْمِنِ تَسْرَحُ فِى اْلجَنَّةِ حَيْثُ شَاءَتْ وَ نَسَمَةَ اْلكَافِرِ فِى سِجّيْنٍ. ابن ماجه و الطبرانى
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya ruh orang mukmin itu berjalan-jalan ke manasaja di surga sesukanya dan ruh orang kafir itu di neraka”. [HR. Ibnu Majah dan Thabrani]
قَالَ النَّبِيُّ ص: اِنَّ اَرْوَاحَ اْلمُؤْمِنِيْنَ فِى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ يَنْظُرُوْنَ اِلَى مَنَازِلِهِمْ فِى اْلجَنَّةِ. ابو نعيم
Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya ruh-ruh kaum mukminin itu adalah di langit yang ke tujuh, melihat tempat kedudukan mereka di surga”. [HR. Abu Nu’aim]
اِنَّ ابْنَ عُمَرَ عَزَّى اَسْمَاءَ بِابْنِهَا عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ وَ جُثَّتُهُ مَصْلُوْبَةٌ فَقَالَ: لاَ تَحْزَنِى فَاِنَّ اْلاَرْوَاحَ عِنْدَ اللهِ فِى السَّمَاءِ وَ اِنَّمَا هذِهِ جُثَّةٌ. سعيد بن منصور
Sesungguhnya Ibnu ‘Umar pernah menghibur Asma’ karena kematian anaknya yang bernama ‘Abdullah bin Zubair, sedang mayyitnya di salib orang. Ibnu ‘Umar berkata, “Janganlah engkau berduka cita, karena sesungguhnya ruh-ruh itu di sisi Allah di langit. Adapun (yang di depan kita) ini hanyalah badannya”. [HR. Sa’id bin Manshur]
Demikianlah menurut hadits-hadits, bahwa orang yang sudah mati itu akan mengalami :
1. Himpitan kubur
2. Pertanyaan kubur
3. Siksa kubur atau nikmat kubur
4. Diperlihatkan tempat duduknya (surga atau neraka)
5. Tempat ketetapan ruh
Dan orang yang sudah mati itu akan dibangkitkan besok pada hari qiyamat. Adapun kapan terjadinya qiyamat, hanya Allah sendiri yang mengetahuinya. Firman Allah SWT :
يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسَاهَا، قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبّيْ لاَ يُجَلّيْهَا لِوَقْتِهَا اِلاَّ هُوَ، ثَقُلَتْ فِى السَّموَاتِ وَ اْلاَرْضِ، لاَ تَأْتِيْكُمْ اِلاَّ بَغْتَةً، يَسْئَلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا، قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَ لكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ. الاعراف:187
Mereka menanyakan kepadamu tentang qiyamat, “Bilakah terjadinya ?”. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang qiyamat itu adalah pada sisi Tuhanku, tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Qiyamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluq) yang di langit dan di bumi. Qiyamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, “Sesung-guhnya pengetahuan tentang hari qiyamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. [QS. Al-A’raaf : 187]
وَ اِنَّ السَّاعَةَ اتِيَةٌ لاَّ رَيْبَ فِيْهَا، وَ اِنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى اْلقُبُوْرِ. الحج:7
Dan sesungguhnya hari qiyamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam qubur. [QS. Al-Hajj : 7]
اِنَّ السَّاعَةَ اتِيَةٌ اَكَادُ اُخْفِيْهَا لِتُجْزى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعى. طه:15
Sesungguhnya hari qiyamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan. [QS. Thaahaa : 15]
اِنَّ السَّاعَةَ َلاتِيَةٌ لاَّ رَيْبَ فِيْهَا، وَلكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يُؤْمِنُوْنَ. المؤمن:59
Sesungguhnya hari qiyamat itu pasti akan datang, tidak ada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tiada beriman. [QS. Mukmin : 59]
اِنَّ اللهَ عِنْدَه عِلْمُ السَّاعَةِ وَ يُنَزّلُ اْلغَيْثَ وَ يَعْلَمُ مَا فِى اْلاَرْحَامِ، وَ مَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وَ مَا تَدْرِيْ نَفْسٌ بِاَيّ اَرْضٍ تَمُوْتُ، اِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ. لقمان:34
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari qiyamat, dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [QS. Luqman : 34]
يَسْئَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ، قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ، وَ مَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا. الاحزاب:63
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah”. Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. [QS. Al-Ahzaab : 63]
Dan Nabi SAW sendiri hanya diberitahu tentang tanda-tandanya. Adapun tanda-tanda tentang datangnya hari qiyamat, diantaranya sebagai berikut :
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ص بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَاَتَاهُ رَجُلٌ فَقَالَ: مَا اْلاِيْمَانُ؟ قَالَ: اَْلاِيْمَانُ اَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَ مَلاَئِكَتِهِ وَ بِلِقَائِهِ وَ رُسُلِهِ وَ تُؤْمِنَ بِاْلبَعْثِ. قَالَ: مَا اْلاِسْلاَمُ؟ قَالَ: َاْلاِسْلاَمُ اَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَ لاَ تُشْرِكَ بِهِ وَ تُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَ تُؤَدّيَ الزَّكَاةَ اْلمَفْرُوْضَةَ وَ تَصُوْمَ رَمَضَانَ. قَالَ: وَ مَا اْلاِحْسَانُ؟ قَالَ: اَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ، فَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَاِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ: مَتَى السَّاعَةُ؟ قَالَ: مَا اْلمَسْؤُلُ بِاَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ وَ سَاُخْبِرُكَ عَنْ اَشْرَاطِهَا. اِذَا وَلَدَتِ اْلاَمَةُ رَبَّهَا وَ اِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ اْلاِبِلِ اْلبُهْمُ فِى اْلبُنْيَانِ فِى خَمْسٍ لاَ يَعْلَمُهُنَّ اِلاَّ اللهُ. ثُمَّ تَلاَ النَّبِيُّ ص {اِنَّ اللهَ عِنْدَه عِلْمُ السَّاعَةِ} ثُمَّ اَدْبَرَ. فَقَالَ: رُدُّوْهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا. فَقَالَ: هذَا جِبْرِيْلُ جَاءَ يُعَلّمُ النَّاسَ دِيْنَهُمْ. البخارى 1: 18
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Pada suatu hari Rasulullah SAW berada di tengah-tengah shahabatnya, lalu ada seorang laki-laki datang seraya bertanya, “Apakah iman itu ?”. Beliau bersabda, “Iman adalah kamu percaya kepada Allah, malaikat-Nya, bertemu dengan-Nya, (iman kepada) rasul-rasul-Nya, dan kamu percaya kepada hari berbangkit”. Ia bertanya lagi, “Apakah Islam itu ?”. Beliau SAW bersabda, “Islam itu adalah kamu menyembah Allah dan tidak mensekutukan-Nya, kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat yang difardlukan dan puasa Ramadlan”. Ia bertanya lagi, “Apakah ihsan itu ?”. Beliau SAW bersabda, “Ihsan ialah kamu menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya, dan apabila kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat kamu”. Ia bertanya lagi, “Kapankah datangnya qiyamat ?”.  Beliau SAW bersabda, “Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya ?. Namun aku beritahukan kepadamu tentang tanda-tandanya. Yaitu : apabila budak perempuan melahirkan tuannya, dan para penggembala unta yang miskin bermewah-mewah dan bermegah-megah dengan bangunan rumahnya. Dalam lima hal tidak ada yang mengetahui kecuali hanya Allah”. Kemudian Nabi SAW membaca ayat yang artinya (Sesungguhnya Allah, di sisi-Nya lah pengetahuan tentang hari qiyamat). Kemudian oang yang bertanya itu berpaling. Lalu beliau bersabda, “Suruhlah ia kembali lagi”. Namun para shahabat tidak melihatnya lagi, lalu beliau bersabda, “Itu tadi adalah Jibril, datang untuk mengajar manusia tentang agama mereka”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 18]
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سَلُوْنِى فَهَابُوْهُ اَنْ يَسْأَلُوْهُ فَجَاءَ رَجُلٌ فَجَلَسَ عِنْدَ رُكْبَتَيْهِ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا اْلاِسْلاَمُ؟ قَالَ: لاَ تُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا وَ تُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَ تُؤْتِى الزَّكَاةَ وَ تَصُوْمُ رَمَضَانَ. قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا اْلاِيْمَانُ؟ قَالَ: اَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَ مَلاَئِكَتِهِ وَ كِتَابِهِ وَ لِقَائِهِ وَ رُسُلِهِ وَ تُؤْمِنَ بِاْلبَعْثِ وَ تُؤْمِنَ بِاْلقَدَرِ كُلّهِ. قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَا اْلاِحْسَانُ؟ قَالَ: اَنْ تَخْشَى اللهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ فَاِنَّكَ اِنْ لاَ تَكُنْ تَرَاهُ فَاِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ: صَدَقْتَ. قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ مَتَى تَقُوْمُ السَّاعَةُ؟ قَالَ: مَا اْلمَسْؤُلُ عَنْهَا بِاَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ وَ سَاُحَدّثُكَ عَنْ اَشْرَاطِهَا. اِذَا رَأَيْتَ اْلمَرْأَةَ تَلِدُ رَبَّهَا فَذَاكَ مِنْ اَشْرَاطِهَا وَ اِذَا رَأَيْتَ اْلحُفَاةَ اْلعُرَاةَ الصُّمَّ الْبُكْمَ مُلُوْكَ اْلاَرْضِ فَذَاكَ مِنْ اَشْرَاطِهَا وَ اِذَا رَأَيْتَ رِعَاءَ اْلبَهْمِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِى اْلبُنْيَانِ فَذَاكَ مِنْ اَشْرَاطِهَا فِى خَمْسٍ مِنَ اْلغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهُنَّ اِلاَّ اللهُ. ثُمَّ قَرَأَ (اِنَّ اللهَ عِنْدَه عِلْمُ السَّاعَةِ وَ يُنَزّلُ اْلغَيْثَ وَ يَعْلَمُ مَا فِى اْلاَرْحَامِ، وَ مَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا، وَ مَا تَدْرِيْ نَفْسٌ بِاَيّ اَرْضٍ تَمُوْتُ، اِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ) قَالَ: ثُمَّ قَامَ الرَّجُلُ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: رُدُّوْهُ عَلَيَّ فَالْتُمِسَ فَلَمْ يَجِدُوْهُ. فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: هذَا جِبْرِيْلُ اَرَادَ اَنْ تَعَلَّمُوْا اِذْ لَمْ تَسْأَلُوْا. مسلم 1: 8
Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Bertanyalah kalian kepadaku !”. Para shahabat enggan bertanya. Lalu datang seorang laki-laki, dia duduk pada kedua lututnya dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah Islam itu ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Engkau tidak menyekutukan sesuatu apapun kepada Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan berpuasa Ramadlan”. Orang itu berkata, “Engkau benar”. Orang itu bertanya lagi, “Ya Rasulullah, apakah iman itu ?”. Rasulullah SAW menjawab, “Yaitu engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-Nya, tentang bertemu dengan-Nya, para utusan-Nya dan beriman pada hari berbangkit, serta beriman kepada taqdir seluruhnya”. Orang itu berkata, “Engkau benar”. Orang itu bertanya lagi, “Ya Rasulullah, apakah ihsan itu ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Yaitu engkau takut kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak bisa melihat-Nya, maka ketahuilah bahwa Dia selalu Melihatmu”. Orang itu berkata, “Engkau benar”. Orang itu bertanya lagi, “Ya Rasulullah, kapankah hari qiyamat terjadi ?”. Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang ditanya tentang masalah itu tidak lebih mengetahui daripada orang yang bertanya ? Tetapi akan kuberitahukan kepadamu tanda-tandanya. Apabila kamu melihat ada seorang perempuan melahirkan majikannya, maka itu merupakan sebagian dari tanda-tandanya. Apabila kamu melihat orang yang semula tidak bersandal, telanjang, tuli dan bisu (miskin dan bodoh) menjadi penguasa di bumi, itu adalah termasuk diantara tanda-tandanya. Apabila kamu melihat orang-orang penggembala kambing saling bermewah-mewah dan bermegah-megah dalam bangunan, maka itulah diantara tanda-tandanya. Ada lima perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah”. Kemudian Rasulullah SAW membaca surat Luqman : 34, yang artinya “Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari qiyamat, dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. Kemudian orang itu bangkit (berpaling),lalu Rasulullah SAW bersabda, “Panggillah dia kembali !”. Orang itu dicari-cari, tetapi para shahabat tidak dapat menemukannya. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Itu tadi adalah Jibril, dia ingin agar kalian belajar, karena kalian tidak mau bertanya”. [HR. Muslim juz 1, hal. 40]

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Alam Qubur "

Posting Komentar