2/03/2013

Surat Yaasiin dibaca di pekuburan.

Hadits ke-41
عَنْ اَنَسٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ دَخَلَ اْلمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ يس خَفَّفَ اللهُ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ وَ كَانَ لَهُ بِعَدَدِ حُرُوْفِهَا حَسَنَاتٌ. فى تفسير القرطبى 15: 4
Dari Anas (bin Malik), bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa memasuki kuburan, lalu membaca surat Yaasiin, niscaya Allah meringankan (siksa qubur) mereka pada hari itu, dan adalah bagi orang yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah huruf-hurufnya. [Dalam Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 4]
Keterangan :
Di dalam kitab Silsilatul Ahaadiitsidl Dlaiifah wal Maudluuah oleh Al-Albaniy, hadits tersebut tertulis demikian :
مَنْ دَخَلَ اْلمَقَابِرَ فَقَرَأَ سُوْرَةَ (يس) خَفَّفَ عَنْهُمْ يَوْمَئِذٍ، وَ كَانَ لَهُ بِعَدَدِ مَنْ فِيْهَا حَسَنَاتٌ. سلسلة الاحاديث الضعيفة 3: 397، رقم: 1246
Barangsiapa yang memasuki kuburan, lalu membaca surat Yaasiin, Allah ringankan (siksa qubur) mereka pada hari itu, dan bagi orang yang membacanya mendapatkan kebaikan sebanyak bilangan orang-orang yang di dalam kuburan itu. [Silsilatul Ahaadiitsidl Dlaiifah juz 3, hal. 397, no. 1246].
Hadits ini dlaif, bahkan Al-Albaniy mengatakannya maudlu (palsu), karena ada beberapa kelemahan :
Pertama,  di dalam sanadnya ada rawi yang bernama Abu Ubaidah. Ibnu Main menyatakan, Dia majhul.
Kedua,     Ayyub bin Mudrik. Rawi ini telah disepakati kedlaifannya, bahkan Ibnu Main menyatakan bahwa rawi tersebut kadzdzaab (pendusta).
Ketiga,     Ahmad Ar-Riyaahiy, nama lengkapnya adalah Ahmad bin Yazid bin Dinar, dengan kunyah Abul Awwaam. Tentang perawi ini Baihaqiy menyatakan bahwa dia rawi yang majhul. [Silsilatul Ahaadiitsidl Dlaifah wal Maudluuah juz 3, hal. 397, no. 1246]
Hadits ke-42
عَنْ عَائشَةَ عَنْ اَبِى بَكْرٍ مَرْفُوْعًا: مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ اَوْ اَحَدِهِمَا فِى يَوْمِ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ يس غَفَرَ اللهُ لَهُ. ميزان الاعتدال 3: 261
Dari Aisyah, dari Abu Bakr, ia mengatakan dari Nabi SAW, Barangsiapa ziyarah qubur kedua orang tuanya atau salah satunya pada hari Jumat, lalu membaca surat Yaasiin, niscaya diampuni dosanya. [Mizaanul Itidal juz 3, hal. 261]
Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Adiy, dia berkata, hadits ini, dengan sanad ini adalah baathil (rusak).
Di dalam sanadnya ada perawi bernama Amr bin Ziyaad, ia tertuduh memalsu hadits. Daruquthniy berkata, Ia memalsu hadits.
Kesimpulan :
Membaca surat Yaasiin di kuburan agar diampuni dosanya adalah tidak benar.
Bacaan Yaasiin dan mati syahid.
Hadits ke-43
عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يس كُلَّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ مَاتَ شَهِيدًا. الطبرانى فى المعجم الصغير 2: 191، رقم: 1010
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang membiasakan membaca surat Yaasiin setiap malam, kemudian meninggal, maka ia meninggal dalam keadaan mati syahid. [HR. Thabraniy, dalam Mujamush Shaghiir juz 2, hal. 191, no. 1010]
Adapun sanad hadits tersebut sebagai berikut :
Nabi SAW --- Anas bin Malik --- Az-Zuhriy --- Mamar --- Rabah bin Zaid Ash-Shananiy --- Said bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy --- Muhammad bin Hafsh Al-Anshariy Al-Himshiy --- Muhammad bin Musa Al-Qaththan Al-Hamdaniy --- Thabraniy.
Hadits ini dlaif, karena di dalam sanadnya ada perawi bernama Said bin Musa Al-Azdiy Al-Himshiy. Rawi tersebut dinyatakan memalsu hadits oleh Ibnu Hibban. [Mizaanul Itidal juz 2, hal. 159, no. 3280]
Kesimpulan :
Membiasakan bacaan Yaasiin setiap malam akan mengakibatkan mati syahid adalah tidak benar.
Yaasiin dapat memenuhi segala kebutuhan
Hadits ke-44
عَنْ عَطَاءِ بْنِ اَبِى رَبَاحٍ قَالَ: بَلَغَنِى اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: مَنْ قَرَأَ يس فِى صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ. الدارمى 2: 457، 3268
Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata : Telah sampai berita kepadaku, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang membaca surat Yaasiin pada permulaan siang, niscaya terpenuhi segala keperluannya. [HR. Darimi juz 2, hal. 457, no. 3268]
Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Nabi SAW --- Atha bin Abu Rabah (tidak mendengar dari Nabi SAW) --- Muhammad bin Juhadah --- Ziyad bin Khaitsamah --- Abuuhu --- Al-Walid bin Syuja --- Darimiy.
Hadits ini dlaif, karena hadits ini mursal. Yakni Atha bin Abi Rabah bukan shahabat, sehingga tidak jelas dari siapa dia mendapatkan hadits ini.
Hadits ke-45
عَنِ الصَّلْتِ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصّدّيْقَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُوْرَةُ يس (تُدْعَى مِنَ التَّوْرَاةِ) فِى التَّوْرَاةِ تُدْعَى اْلمُعِمَّةَ. قِيْلَ وَ مَا اْلمُعِمَّةُ؟ قَالَ: نُعِمَ صَاحِبُهَا بِخَيْرِ الدُّنْيَا وَ اْلآخِرَةِ وَ تُكَابِدُ عَنْهُ بَلْوَى الدُّنْيَا وَ تَدْفَعُ عَنْهُ اَهْوَالَ اْلآخِرَةِ، وَ تُدْعَى الدَّافِعَةَ اْلقَاضِيَةَ تَدْفَعُ عَنْ صَاحِبِهَا كُلَّ سُوْءٍ وَ تَقْضِى لَهُ كُلَّ حَاجَةٍ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2465
Dari Ash-Shalt bahwasanya Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA berkata : Rasulullah SAW bersabda, Surat Yaasiin (disebut dari Taurat) di dalam Taurat disebut Muimmah. Ada yang bertanya, Apa muimmah itu ?. Beliau SAW bersabda, Orang yang membacanya diberi nimat dengan kebaikan di dunia dan di akhirat, menjauhkan dari bencana dunia dan menjauhkan dari bencana akhirat. Dan disebut Ad-Daafiah Al-Qaadliyah, yaitu menolak semua keburukan bagi pembacanya dan memenuhi segala kebutuhannya. [HR. Baihaqi, dalam Syuabul Iman juz 2, hal. 480, no. 2465]
Baihaqi menerima hadits ini dari dua jalan, sebagai berikut :
A. Nabi SAW --- Abu Bakar Ash-Shiddiq --- Ash-Shalt --- Hilal ---Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy --- Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy --- Ismail bin Abi Uwais --- Muhammad bin Abdur Rahman Asy-Syamiy --- Abu Abdillah Bisyr bin Muhammad bin Abdullah Al-Muzaniy --- Abu Dzarr Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Al-Maliki --- Baihaqi.
B. Nabi SAW --- Abu Bakar Ash-Shiddiq --- Ash-Shalt --- Hilal ---Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy --- Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy --- Ismail bin Abi Uwais ---  Al-Hasan bin 'Ali bin Ziyad --- Abul Abbas Adl_Dlubaiy --- Abu Nashr bin Qatadah --- Baihaqi.
Hadits ini dlaif karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Mirqaa, ia dijarh munkarul hadits oleh Al-Uqailiy. [Mizaanul Itidal juz 2, hal. 222, no. 3509]
Kesimpulan :
Membaca surat Yaasiin dengan keyaqinan akan tercukupi kebutuhannya adalah tidak benar.
Mendengarkan bacaan surat Yaasiin sama dengan infaq fii sabiilillaah.
Hadits ke-46
عَنْ عَلِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: مَنْ سَمِعَ سُوْرَةَ يس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِيْنَ دِيْنَارًا فِى سَبِيْلِ اللهِ. الخطيب البغدادى 6: 248
Dari Ali, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang mendengar surat Yaasiin, (pahalanya) sama dengan bersedeqah dua puluh dinar fii sabiilillaah. [HR. Al-Khathib Al-Baghdadiy juz 6, hal. 248]
Adapun sanad hadits tersebut adalah sebagai berikut :
Nabi SAW --- Ali --- Al-Haarits --- Abu Ishaq --- Sufyan Ats-Tsauriy --- Ismail bin Yahya Al-Baghdaadiy --- Al-Abbas bin Ismail Ar-Raqiy --- Ahmad bin Jafar bin Nahsr Al-Jamal --- Manshur Al-Busanjiy --- Abu Bakr Al-Barqaniy --- Al-Khathib Al-Baghdaadiy.
Hadits ini dlaif, karena dalam sanadnya ada perawi bernama Ismail bin Yahya Al-Baghdadiy. Daruquthni mengatakan, Ia dlaif, matruukul hadiits. [Tarikh Baghdad  Al-Khathiib Al-Baghdaadiy juz 6, hal. 249]
Hadits ke-47
عَنِ الصَّلْتِ اَنَّ اَبَا بَكْرٍ الصّدّيْقَ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: سُوْرَةُ يس … وَ مَنْ سَمِعَهَا عَدَلَتْ لَهُ اَلْفَ دِيْنَارٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ. البيهقى، فى شعب الايمان 2: 480، رقم: 2465
Dari Ash-Shalt bahwasanya Abu Bakar Ash-Shiddiiq RA berkata : Rasulullah SAW bersabda, Surat Yaasiin .... dan barangsiapa mendengarnya maka sama dengan berinfaq seribu dinar di jalan Allah. [HR. Baihaqi, dalam Syuabul Iman juz 2, hal. 380, no. 2465]
Baihaqi menerima hadits ini dari dua jalan, sebagai berikut :
A. Nabi SAW --- Abu Bakar Ash-Shiddiq --- Ash-Shalt --- Hilal ---Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy --- Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy --- Ismail bin Abi Uwais --- Muhammad bin Abdur Rahman Asy-Syamiy --- Abu Abdillah Bisyr bin Muhammad bin Abdullah Al-Muzaniy --- Abu Dzarr Abdullah bin Ahmad bin Muhammad Al-Maliki --- Baihaqi.
B. Nabi SAW --- Abu Bakar Ash-Shiddiq --- Ash-Shalt --- Hilal ---Sulaiman bin Mirqaa Al-Jundiy --- Muhammad bin Abdur Rahman bin Abu Bakar Al-Judaniy --- Ismail bin Abi Uwais ---  Al-Hasan bin 'Ali bin Ziyad --- Abul Abbas Adl_Dlubaiy --- Abu Nashr bin Qatadah --- Baihaqi.
Hadits ini dlaif karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Sulaiman bin Mirqaa, ia dijarh munkarul hadits oleh Al-Uqailiy. [Mizaanul Itidal juz 2, hal. 222, no. 3509]
Kesimpulan :
Mendengar surat Yaasiin dengan keyaqinan sama dengan infaq fii sabiilillaah adalah tidak benar.
Beberapa khasiat lain membaca Yaasiin
Hadits ke-48
عَنْ اَيُّوْبَ السَّخْتِيَانِي عَنْ اَبِي قِلاَبَةَ قَالَ:…وَ مَنْ قَرَأَ يس غُفِرَ لَهُ  وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ هُوَ جَائِعٌ شُبِعَ وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ هُوَ ضَالٌّ هُدِىَ وَ مَنْ قَرَأَهَا وَ لَهُ ضَالَّةٌ وَجَدَهَا وَ مَنْ قَرَأَهَا عَلَى طَعَامٍ خَافَ قِلَّتَهُ كَفَاهُ وَ مَنْ قَرَأَهَا عِنْدَ مَيّتٍ هُوّنَ عَلَيْهِ وَ مَنْ قَرَأَهَا عِنْدَ امْرَأَةٍ يُخْشَى عَلَيْهَا وَلَدُهَا يَسَّرَ عَلَيْهَا. البيهقى 2: 481، رقم: 2467
Dari Ayyub As-Sakhtiyaniy, dari Abu Qilabah, ia berkata, Dan barangsiapa yang membaca Yaasiin, maka akan diampuni (dosa-dosa) baginya, barangsiapa yang membacanya dalam keadaan lapar, pasti akan diberi rasa kenyang, barangsiapa yang membacanya dikala tersesat pasti ia akan dapat petunjuk, dan barangsiapa yang membacanya pada waktu kehilangan sesuatu, maka pasti ia akan menemukannya, barangsiapa yang membacanya di hadapan makanan yang dikhawatirkan (tidak cukup) karena sedikitnya, maka (Allah) akan mencukupkannya, barangsiapa yang membacanya di sisi orang yang akan meninggal, pastilah ia diberi kemudahan, dan barangsiapa membacanya di hadapan seorang ibu yang dikhawatirkan (disulitkan) anaknya, pasti (Allah) memberi kemudahan padanya. [HR. Baihaqi juz 2, hal. 481, no 2467]
Adapun sanad hadits ini adalah sebagai berikut :
Abu Qilabah  --- Ayyub As-Sakhtiyaniy --- Al-Khalil bin Murrah --- Mamar --- Sadan bin Nashr --- Ismail bin Muhammad Ash-Shafar --- Abul Husain bin Bisyran --- Baihaqiy.
Hadits ini dlaif, disamping bukan sabda Nabi SAW, juga karena dalam sanadnya ada rawi yang bernama Al-Khalil bin Murrah.. Bukhari berkata, Dia munkarul hadits dan haditsnya tidak shahih. [Tahdzibut Tahdzib juz 3, hal. 146, no. 319]
Kesimpulan :
Hadits tersebut bukan sabda Nabi SAW, bukan pula kata-kata Abu Qilabah (shahabat), artinya seseorang menyandarkannya kepada shahabat Abu Qilabah. Keyaqinan-keyaqinan di atas merupakan aqidah yang sesat dan harus dihilangkan.
Beberapa isthilah yang terdapat dalam brosur ini :
Dlaif                      Lemah.
Hadits maqthu      Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada Tabiin atau di bawahnya.
Hadits marfu         Hadits yang sanadnya sampai kepada Nabi SAW.
Hadits mauquf       Hadits yang sanadnya hanya sampai kepada shahabat (perkataan atau perbuatan shahabat)
Jarh                        Cela
Kunyah                   Sebutan seseorang yang diawali dengan Abu (bagi laki-laki) atau Ummu (bagi perempuan). Contoh : Abu Hurairah, Ummu Salamah, dll.
Majhul                     tidak dikenal
Matrukul hadits       Haditsnya ditinggalkan. Jarh untuk seorang rawi yang tertuduh dusta.
Mudallis                  Orang yang menyembunyikan rawi.
Munkarul hadits      Haditsnya diingkari, jarh untuk perawi yang banyak salah, lalai atau fasiq.
Munqathi               Hadits yang gugur di tengah sanadnya.
Mursal                    Hadits yang gugur di akhir sanadnya.
Rawi                       Periwayat hadits.
Sanad                    Rangkaian rawi-rawi
Tabiin                    Orang Islam yang bertemu dengan shahabat dan meninggal di dalam keislamannya.
Tabiit tabiin          Orang Islam yang bertemu dengan Tabiin dan meninggal dalam keislamannya.
Tsiqat                     Kuat, bisa dipercaya.
~oO[ @ ]Oo~

Surat Thaahaa dan Yaasiin bacaan ahli surga.
Hadits ke-49.
رَوَى الضَّحَّاكُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: … وَ اِنَّ اَهْلَ اْلجَنَّةِ يُرْفَعُ عَنْهُمُ اْلقُرْانُ فَلاَ يَقْرَءُوْنَ شَيْئًا اِلاَّ طه وَ يس. فى تفسير القرطبى 15: 3
Adl-Dlahhaak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “……dan sesungguhnya ahli surga itu dihilangkan dari mereka Al-Quran, maka mereka tidak membaca sesuatu kecuali surat Thaahaa dan Yaasiin. [Dalam Tafsir Al-Qurthubiy juz 15, hal. 3]
Keterangan :
Hadits ini dlaif. Pada hadits tersebut disebutkan bahwa Adl-Dlahhaak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, padahal Adl-Dlhahhaak tidak pernah bertemu dengan Ibnu Abbas, sebagaimana pernyataan beliau sendiri ketika ditanya oleh Musyasy, Apakah engkau bertemu dengan Ibnu Abbas ?. Beliau menjawab, Tidak !. Hal ini sejalan dengan pernyataan Abdul Malik bin Maisarah bahwa Adl-Dlahhaak tidak bertemu dengan Ibnu Abbas. [Ath-Thabaqaat Ibnu Saad juz 6, hal. 301]
Dengan demikian hadits ini munqathi dan dlaif.
Kesimpulan :
Membaca surat Thaahaa dan Yaasiin dengan keyaqinan bahwa surat tersebut merupakan bacaan ahli surga adalah tidak benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang kehidupan Dunia

  TENTANG DUNIA فعَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رض قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوْضَةٍ ...